Dalam sebuah kesempatan yang mengejutkan, Menteri Pertahanan Inggris John Healey telah menyatakan bahwa ia akan menculik Presiden Rusia Vladimir Putin jika diberi pilihan di antara semua pemimpin dunia yang jadi target. Komentarnya ini muncul setelah pasukan khusus Delta Force Amerika Serikat melakukan penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer di Caracas.
Healey menjelaskan bahwa dia akan menahan Putin sambil menuduh presiden Rusia itu melakukan kejahatan perang, termasuk penculikan anak-anak Ukraina. Namun, komentarnya ini telah menimbulkan kecaman keras dari negara-negara BRICS, termasuk Rusia, India, China, dan Brasil.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga telah bereaksi terhadap operasi penculikan Maduro, mengatakan bahwa jika Amerika Serikat dapat melakukan hal tersebut dengan para diktator, maka mereka tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Komentar ini telah ditafsirkan sebagai seruan penculikan terhadap Putin.
London sebelumnya telah menjadi salah satu pendukung utama Kyiv dalam perangnya melawan invasi Moskow. Kepala staf pertahanan Inggris juga telah mendesak negaranya untuk siap beralih ke pola pikir masa perang jika terjadi permusuhan dengan Rusia.
Namun, perlu diingat bahwa komentarnya dari Healey telah menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya pada hubungan internasional dan kestabilan dunia. Apakah Amerika Serikat benar-benar siap untuk mengambil langkah-langkah seperti itu terhadap Presiden Rusia Putin?
Healey menjelaskan bahwa dia akan menahan Putin sambil menuduh presiden Rusia itu melakukan kejahatan perang, termasuk penculikan anak-anak Ukraina. Namun, komentarnya ini telah menimbulkan kecaman keras dari negara-negara BRICS, termasuk Rusia, India, China, dan Brasil.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga telah bereaksi terhadap operasi penculikan Maduro, mengatakan bahwa jika Amerika Serikat dapat melakukan hal tersebut dengan para diktator, maka mereka tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Komentar ini telah ditafsirkan sebagai seruan penculikan terhadap Putin.
London sebelumnya telah menjadi salah satu pendukung utama Kyiv dalam perangnya melawan invasi Moskow. Kepala staf pertahanan Inggris juga telah mendesak negaranya untuk siap beralih ke pola pikir masa perang jika terjadi permusuhan dengan Rusia.
Namun, perlu diingat bahwa komentarnya dari Healey telah menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya pada hubungan internasional dan kestabilan dunia. Apakah Amerika Serikat benar-benar siap untuk mengambil langkah-langkah seperti itu terhadap Presiden Rusia Putin?