Mengapa harus begitu dipikirkan, kalau 95,72 persen sudah cukup? Siapa tahu ada orang lagi yang tertipu dengan biaya perjalanan ya? Menteri itu kayaknya tidak punya waktu untuk memeriksa data apa-apa. Tapi wadah ini udah penuh dengan pesan pelunasan yang sudah melampaui 90 persen, apalagi 95,72 persen lagi? Maksudnya ada bagian lain dari data ya?