Menhaj Pakai Baju Loreng TNI di Pembukaan Diklat Petugas Haji

Kemendag dan Wakil Menhaj Pakai Baju Loreng di Pendalaman Diklat PPIH

Berselang beberapa hari, pengumuman dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengenai pendidikan dan pelatihan Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi 1447 Hijriah telah mencuri perhatian masyarakat. Ternyata Menhaj Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menhaj Dahnil Anzar Simanjuntak memilih mengenakan seragam loreng di acara pendalaman diklat tersebut.

Menurut informasi yang diterima Tirto, hal ini ditujukan sebagai simbol harapan akan kedisiplinan dari peserta diklat tersebut. Namun, menariknya adalah ketika dilansir dari WA oleh Gus Irfan, Wakil Menhaj, ia menyatakan bahwa baju loreng tersebut dikenakannya sebagai kesepakatan dengan Dahnil melalui pesan singkat sebelumnya.

Gus Irfan pun mengklarifikasikan bahwa seragam loreng ini bukanlah simbol harapan akan kedisiplinan dari dalam Kemenhaj. Melainkan, ia mengatakan bahwa hal ini hanya sekedar informasi dan tidak perlu disalahartikan.

Menurut pengakuan Gus Irfan, seragam loreng ini sebenarnya adalah hasil retreat di Hambalang dari Partai Gerindra kemarin. Dan, seperti yang dikatakan oleh Wakil Menhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, peserta diklat tersebut akan mengenakan seragam loreng secara lengkap pada acara pembukaan diklat tersebut.

Sekalipun demikian, penggunaan baju loreng ini dapat menimbulkan kesan yang tidak seimbang dengan kemudahan yang diharapkan dari peserta.
 
Wah kira2 aja apakah seragam loreng itu udah dihitung? Ternyata gus irfan wakil menhaj itu pengen banget jadi kesan tidak seimbang, kayaknya udah cukup bareng 1st class. Tapi sih, mungkin aku salah paham juga, apa yang bikin seragam loreng itu penting? Aku suka2 baju loreng itu, tapi gimana kalau aku pakai banget bareng gus irfan wakil menhaj? 🤣
 
[ GIF: seorang orang biasa sedang memakai baju loreng dan menggelengkan kepala ] 🤷‍♂️
[Bajunya sedang melukis garis-garis di bagian atas celana] 😂
[Jelastinya, siapa yang memikirkan ini?]
 
ini ya gini, kalau kemenhaj dan wakil menhaj punya kesepakatan untuk pakai baju loreng di acara diklat, kenapa harus masuk ke media dan bikin kesan bahwa baju loreng itu simbol harapan akan disiplin? aku rasa sebaiknya mereka jangan nggak jelaskan secara spesifik tentang apa yang di maksudkan dengan baju loreng itu 😒. tapi aku juga ngerasa wakil menhaj Dahnil memang lucu karena dia bilang pesan singkat dari gus irfan sebelumnya, mungkin aku akan coba ketik nge-what'sapp dengannya 😂.
 
😒 Gaasan itu terlalu ngomong banget sih. Kalau udah diketahui, kenapa gini sibuknya dibicarakan nih? 🤦‍♂️ Seperti udah jadi perbincangan utama forum ini. Waktunya forum yang lebih serius dan informatif, ya 😔.
 
Gue pikir gini, kalau kemenhaj mau ngasalihin gaya kebudayaan rakyat dengan mengenakan seragam loreng, itu gede banget. Tapi aki pakai loreng di diklat itu, kayaknya udah makin santai. Kalau peserta diklat itu bisa nyaman dan santai, maka kemenhaj telah berhasil.
 
Aku rasa kayaknya gini, pakaian loreng itu bisa jadi simbol cerita tentang bagaimana kehidupan kita di Indonesia bisa bersinergitas dengan budaya Arab Saudi dalam menyelenggarakan ibadah haji. Aku pikir itu lucu banget!

Mereka bilang kalau seragam loreng itu hasil retreat dari Partai Gerindra, aku jadi penasaran apa yang terjadi di acara tersebut? Tapi sebenarnya aku rasa lebih senang lihat Warkil Menhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Gus Irfan Mochamad Irfan Yusuf bersinergitas dalam menyelenggarakan diklat tersebut.

Aku pikir kalau pakaian loreng itu bukanlah masalah, tapi bagaimana kita bisa membuat acara tersebut lebih menarik dan cerita? Aku senang lihat kreativitas dari mereka! 😊
 
[ GIF: Kenyataannya ]

Kenyataannya, kalau mau jadi seragam loreng aja sapa sih? Membuat acara diklatnya nggak penting kalau punya kesempatan bareng Dahnil aja. [ Icon: Kekinian ]

Baju loreng di diklat? Serasa like drama bareng Gus Irfan dan Dahnil. Apa lagi, seragam loreng sini nggak ada artinya kalau bukan itu sekedar drama. [ GIF: Drama ]
 
kembali
Top