Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf terlihat kompak mengenakan seragam loreng tentara saat membuka diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi 1447 Hijriah. Seragam tersebut dipadukan dengan celana cream, menyebabkan banyak orang berdebat tentang apa yang sebenarnya sedang dibicarakan.
Menurut laporan dari Tirto, Gus Irfan, Wakil Menteri Haji dan Umrah, mengatakan bahwa ia mengenakan seragam tersebut atas kesepakatan dengan Dahnil Anzar Simanjuntak, Menteri Haji dan Umrah. Namun, apa yang sebenarnya sedang dibicarakan adalah tentang celana krem yang dipakai oleh Gus Irfan.
"Gus, kita besok pakai kaus tentara ya yang kita pakai waktu retreat," kata Dahnil kepada Gus melalui WA sebelumnya. Tapi, apa yang sebenarnya sedang dibicarakan adalah tentang celana krem ini.
Gus Irfan menyebutkan bahwa seragam loreng tersebut tidak bisa dipakai secara lengkap karena sudah tidak pas dengan postur tubuhnya. Oleh sebab itu, dia meminta agar hal ini tak disalahartikan. "Akhirnya kita pakai celana krem ini. Jangan diartikan bahwa ini ada sesuatu. Kebetulan kita punya celana taktis ya yang loreng dan krem," katanya.
Diklat tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keahlian peserta dalam menyelenggarakan Ibadah Haji Arab Saudi. Menurut Gus Irfan, pelatihan ini harus memiliki pendekatan semi militer agar peserta dapat menjadi lebih disiplin dan samapta fisik.
"Tapi, memang kita berharap kedisiplinan, kesamaptaan fisik dari peserta memang diperlukan. Tanpa fisik yang kuat, tapa disiplin yang kuat, mereka nggak akan bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya," tuturnya.
Sekarang, banyak orang berdebat tentang apa yang sebenarnya sedang dibicarakan. Apakah itu seragam loreng atau celana krem? Atau mungkin itu sesuatu yang lebih penting dari itu semua?
Menurut laporan dari Tirto, Gus Irfan, Wakil Menteri Haji dan Umrah, mengatakan bahwa ia mengenakan seragam tersebut atas kesepakatan dengan Dahnil Anzar Simanjuntak, Menteri Haji dan Umrah. Namun, apa yang sebenarnya sedang dibicarakan adalah tentang celana krem yang dipakai oleh Gus Irfan.
"Gus, kita besok pakai kaus tentara ya yang kita pakai waktu retreat," kata Dahnil kepada Gus melalui WA sebelumnya. Tapi, apa yang sebenarnya sedang dibicarakan adalah tentang celana krem ini.
Gus Irfan menyebutkan bahwa seragam loreng tersebut tidak bisa dipakai secara lengkap karena sudah tidak pas dengan postur tubuhnya. Oleh sebab itu, dia meminta agar hal ini tak disalahartikan. "Akhirnya kita pakai celana krem ini. Jangan diartikan bahwa ini ada sesuatu. Kebetulan kita punya celana taktis ya yang loreng dan krem," katanya.
Diklat tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keahlian peserta dalam menyelenggarakan Ibadah Haji Arab Saudi. Menurut Gus Irfan, pelatihan ini harus memiliki pendekatan semi militer agar peserta dapat menjadi lebih disiplin dan samapta fisik.
"Tapi, memang kita berharap kedisiplinan, kesamaptaan fisik dari peserta memang diperlukan. Tanpa fisik yang kuat, tapa disiplin yang kuat, mereka nggak akan bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya," tuturnya.
Sekarang, banyak orang berdebat tentang apa yang sebenarnya sedang dibicarakan. Apakah itu seragam loreng atau celana krem? Atau mungkin itu sesuatu yang lebih penting dari itu semua?