Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan pentingnya karakter, etos kerja, dan profesionalisme bagi petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) dalam menangani tugas sebagai pelayan tamu Allah dan wajah negara. Menurut Irfan, PPIH harus memiliki sikap lapang dada, penuh tanggung jawab, dan dapat menerima dinamika pelayanan dengan keikhlasan.
"Pembentukan karakter dan etos kerja dimulai dari hal-hal mendasar dalam keseharian. Menjadi PPIH berarti siap menjalani proses, termasuk menerima dinamika pelayanan dengan sikap lapang dada dan penuh tanggung jawab," ujar Irfan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Ia menekankan bahwa PPIH merupakan wajah negara sekaligus representasi pelayanan kepada tamu-tamu Allah. Oleh karena itu, setiap petugas dituntut untuk mampu bersikap arif, menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi, serta menjaga marwah institusi dalam setiap tindakan.
Dalam konteks era keterbukaan informasi, Irfan juga menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai situasi selama proses persiapan maupun pelaksanaan ibadah haji. Dia mengajak seluruh PPIH untuk mengedepankan komunikasi yang bertanggung jawab, proporsional, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
"Sikap profesional, kedewasaan dalam berkomunikasi, serta keikhlasan dalam melayani merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari tugas PPIH sebagai pelayan jemaah haji," kata Irfan.
"Pembentukan karakter dan etos kerja dimulai dari hal-hal mendasar dalam keseharian. Menjadi PPIH berarti siap menjalani proses, termasuk menerima dinamika pelayanan dengan sikap lapang dada dan penuh tanggung jawab," ujar Irfan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Ia menekankan bahwa PPIH merupakan wajah negara sekaligus representasi pelayanan kepada tamu-tamu Allah. Oleh karena itu, setiap petugas dituntut untuk mampu bersikap arif, menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi, serta menjaga marwah institusi dalam setiap tindakan.
Dalam konteks era keterbukaan informasi, Irfan juga menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai situasi selama proses persiapan maupun pelaksanaan ibadah haji. Dia mengajak seluruh PPIH untuk mengedepankan komunikasi yang bertanggung jawab, proporsional, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
"Sikap profesional, kedewasaan dalam berkomunikasi, serta keikhlasan dalam melayani merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari tugas PPIH sebagai pelayan jemaah haji," kata Irfan.