Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan, telah mengunjungi Asrama Haji Pondok Gede di Jakarta Timur, Senin (26/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (Diklat PPIH) Arab Saudi 2026.
Pada pekan ketiga pelatihan, para peserta diwajibkan untuk menemukan materi layanan daerah kerja atau daker hingga layanan masyair Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Gus Irfan menjelaskan bahwa seluruh petugas haji yang telah mengikuti Diklat PPIH Arab Saudi sejak 10 Januari 2026 ini memiliki semangat melayani jemaah haji yang tinggi.
"Para calon petugas haji harus benar-benar siap dan memiliki keinginan yang tinggi, karena mereka akan menjadi ujung tombak Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi," kata Gus Irfan.
Diklat PPIH Arab Saudi 2026 berlangsung secara luring dari tanggal 10 hingga 30 Januari 2026, kemudian dilanjutkan secara online hingga tanggal 8 Februari 2026. Peserta pelatihan diwajibkan untuk memahami materi tugas dan fungsi (tusi) layanan serta dinamika daker dan layanan masyair.
Menurut Gus Irfan, keberhasilan petugas haji sangat berpengaruh langsung terhadap keberhasilan Kemenhaj. "Oleh karena itu, kita pastikan semua berjalan dengan sebaik-baiknya," kata Gus Irfan.
Pada pekan ketiga pelatihan, para peserta diwajibkan untuk menemukan materi layanan daerah kerja atau daker hingga layanan masyair Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Gus Irfan menjelaskan bahwa seluruh petugas haji yang telah mengikuti Diklat PPIH Arab Saudi sejak 10 Januari 2026 ini memiliki semangat melayani jemaah haji yang tinggi.
"Para calon petugas haji harus benar-benar siap dan memiliki keinginan yang tinggi, karena mereka akan menjadi ujung tombak Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi," kata Gus Irfan.
Diklat PPIH Arab Saudi 2026 berlangsung secara luring dari tanggal 10 hingga 30 Januari 2026, kemudian dilanjutkan secara online hingga tanggal 8 Februari 2026. Peserta pelatihan diwajibkan untuk memahami materi tugas dan fungsi (tusi) layanan serta dinamika daker dan layanan masyair.
Menurut Gus Irfan, keberhasilan petugas haji sangat berpengaruh langsung terhadap keberhasilan Kemenhaj. "Oleh karena itu, kita pastikan semua berjalan dengan sebaik-baiknya," kata Gus Irfan.