Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan, telah melakukan kunjungan langsung ke Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, untuk memantau pelaksanaan Diklat Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (Diklat PPIH) Arab Saudi 2026. Pekan ketiga dari pelatihan ini telah dimulai, di mana para peserta digembleng materi tentang layanan daerah kerja atau daker, serta layanan masyair Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Kunjungan Gus Irfan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho. Para peserta Diklat PPIH Arab Saudi yang akan bertugas di daerah kerja (daker) Madinah disambut dengan hangat.
Gus Irfan mengatakan bahwa ia harus memastikan para petugas haji siap dan memiliki semangat yang tinggi, karena mereka adalah ujung tombak Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi. "Saya harus memastikan bahwa mereka benar-benar siap dan memiliki semangat yang tinggi," kata Gus Irfan.
Diklat PPIH Arab Saudi 2026 ini digelar di Asrama Haji Pondok Gede, pada 10 hingga 30 Januari 2026 secara luring, dan akan dilanjut hingga 8 Februari secara online. Pekan pertama peserta diklat digembleng soal kedisiplinan lewat pelatihan baris-berbaris atau PBB, pekan kedua fokus pada materi tugas dan fungsi (tusi) layanan, sementara di pekan ketiga fokus dinamika daker dan layanan masyair.
Gus Irfan mengatakan bahwa para calon petugas haji yang telah mengikuti Diklat PPIH Arab Saudi sejak 10 Januari 2026 ini memiliki semangat melayani jemaah haji yang tinggi. Ia juga menyaksikan para petugas haji mendengarkan materi yang disampaikan pemateri dengan seksama.
"Dengan persiapan yang lebih matang seperti sekarang ini, kita akan memperoleh hasil yang lebih baik," kata Gus Irfan berharap.
Kunjungan Gus Irfan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho. Para peserta Diklat PPIH Arab Saudi yang akan bertugas di daerah kerja (daker) Madinah disambut dengan hangat.
Gus Irfan mengatakan bahwa ia harus memastikan para petugas haji siap dan memiliki semangat yang tinggi, karena mereka adalah ujung tombak Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi. "Saya harus memastikan bahwa mereka benar-benar siap dan memiliki semangat yang tinggi," kata Gus Irfan.
Diklat PPIH Arab Saudi 2026 ini digelar di Asrama Haji Pondok Gede, pada 10 hingga 30 Januari 2026 secara luring, dan akan dilanjut hingga 8 Februari secara online. Pekan pertama peserta diklat digembleng soal kedisiplinan lewat pelatihan baris-berbaris atau PBB, pekan kedua fokus pada materi tugas dan fungsi (tusi) layanan, sementara di pekan ketiga fokus dinamika daker dan layanan masyair.
Gus Irfan mengatakan bahwa para calon petugas haji yang telah mengikuti Diklat PPIH Arab Saudi sejak 10 Januari 2026 ini memiliki semangat melayani jemaah haji yang tinggi. Ia juga menyaksikan para petugas haji mendengarkan materi yang disampaikan pemateri dengan seksama.
"Dengan persiapan yang lebih matang seperti sekarang ini, kita akan memperoleh hasil yang lebih baik," kata Gus Irfan berharap.