Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah, baru saja mengunjungi Diklat Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (Diklat PPIH) Arab Saudi 2026 yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Keduanya ditampung oleh para peserta diklat yang akan menjadi ujung tombak Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi.
Dalam kunjungan ini, Gus Irfan meninjau langsung pelaksanaan materi layanan daerah kerja atau daker hingga layanan Masyair Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Diklat PPIH Arab Saudi 2026 digelar dari tanggal 10 hingga 30 Januari 2026 secara luring dan akan dilanjutkan hingga 8 Februari secara online.
Gus Irfan menyatakan bahwa para calon petugas haji yang telah mengikuti Diklat PPIH Arab Saudi sejak 10 Januari 2026 ini memiliki semangat melayani jemaah haji yang tinggi. "Saya harus memastikan bahwa mereka benar-benar siap dan memiliki semangat yang tinggi, karena mereka adalah ujung tombak Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi," katanya.
Diklat PPIH Arab Saudi 2026 digelar untuk meningkatkan kemampuan petugas haji dalam memberikan layanan yang lebih baik kepada jemaah haji. Tiga kelompok kerja, yaitu Daker Bandara, Daker Makkah, dan Daker Madinah, telah dibentuk untuk bertugas di Armuzna.
Gus Irfan berharap bahwa dengan persiapan yang lebih matang seperti sekarang ini, Kemenhaj dapat memperoleh hasil yang lebih baik. "Dengan persiapan yang lebih matang, kita akan memperoleh hasil yang lebih baik," katanya.
Kemenhaj percaya bahwa keberhasilan petugas haji sangat berpengaruh langsung terhadap keberhasilan Kemenhaj itu sendiri dan hal ini sejalan dengan keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. "Keberhasilan petugas haji ini akan sangat berpengaruh langsung terhadap keberhasilan Kemenhaj, serta pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto," kata Gus Irfan.
"Oleh karena itu, kita pastikan semua berjalan dengan sebaik-baiknya," katanya.
Dalam kunjungan ini, Gus Irfan meninjau langsung pelaksanaan materi layanan daerah kerja atau daker hingga layanan Masyair Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Diklat PPIH Arab Saudi 2026 digelar dari tanggal 10 hingga 30 Januari 2026 secara luring dan akan dilanjutkan hingga 8 Februari secara online.
Gus Irfan menyatakan bahwa para calon petugas haji yang telah mengikuti Diklat PPIH Arab Saudi sejak 10 Januari 2026 ini memiliki semangat melayani jemaah haji yang tinggi. "Saya harus memastikan bahwa mereka benar-benar siap dan memiliki semangat yang tinggi, karena mereka adalah ujung tombak Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi," katanya.
Diklat PPIH Arab Saudi 2026 digelar untuk meningkatkan kemampuan petugas haji dalam memberikan layanan yang lebih baik kepada jemaah haji. Tiga kelompok kerja, yaitu Daker Bandara, Daker Makkah, dan Daker Madinah, telah dibentuk untuk bertugas di Armuzna.
Gus Irfan berharap bahwa dengan persiapan yang lebih matang seperti sekarang ini, Kemenhaj dapat memperoleh hasil yang lebih baik. "Dengan persiapan yang lebih matang, kita akan memperoleh hasil yang lebih baik," katanya.
Kemenhaj percaya bahwa keberhasilan petugas haji sangat berpengaruh langsung terhadap keberhasilan Kemenhaj itu sendiri dan hal ini sejalan dengan keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. "Keberhasilan petugas haji ini akan sangat berpengaruh langsung terhadap keberhasilan Kemenhaj, serta pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto," kata Gus Irfan.
"Oleh karena itu, kita pastikan semua berjalan dengan sebaik-baiknya," katanya.