Menggugat Relevansi Swasembada Pangan

Mengapa Swasembada Beras Belum Sempurna?

Swasembada beras diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto bersama panen raya pada 7 Januari 2026, Capaian ini justru mengancam ketahanan pangan keluarga rakyat.

Pertama-tama, Indonesia sudah lama swasembada beras. Posisi impor beras (BULOG dan swasta) di tahun-tahun sebelumnya hanya 3,85% dari total konsumsi. Di periode 2018-2024 itu, BULOG dan swasta hanya mengimpor pada 15,03% dari konsumsi pada 2024. Tahun-tahun lainnya porsi impor jauh di bawah 10%. Sejatinya pada tahun-tahun sebelum ini Indonesia sudah lama swasembada, bukan baru saja menetapkan capaian itu.

Kedua, peningkatan produksi beras tidak disumbang tambahan produktivitas. Kenaikan luas panen hanya 1,29 juta hektare yang ditanami pada tahun ini. Jika membandingkan dengan 2025 hujan turun dan wilayah yang sulit air bisa didanami. Oleh karena itu peningkatan produksi bukan akibat peningkatan produktivitas.

Ketiga, tambahan peningkatan produksi beras disumbang tambahan luas panen saja. Kenaikan produktivitas tetap minimal. Jika hanya menutupi penambahan luas tanah yang bisa ditanami, bukan berarti usaha pertanian meningkat.

Keempat, sumber daya Kementerian Pertanian fokus mengurus padi dan jagung saja. Apakah kenaikan produksi di tahun-tahun mendatang akan terus berlanjut? Bisakah Kementrian meneruskan perhatiannya pada komoditas lain seperti kedelai, kacang hijau, singkong, dan gula untuk menambah kompetisi penggunaan lahan dan alokasi anggaran?

Namun tidak hanya itu. Capaian swasembada beras juga mengancam distribusi/akses pangan dan pemanfaatan/konsumsi pangan. Ketersediaan beras di sini terjamin tanpa perlu (menugaskan BULOG) impor.
 
Kapok, kalau nggak salah informasinya itu. Swasembada beras benar-benar sudah ada sejak lama, tapi gampang lupa ya. Maksudnya, produksi beras Indonesia jauh lebih banyak dari impor. Tapi kira-kira apa yang harus diambil tahu dari situ? Kalau tidak meningkatkan produktivitas pertanian, apa lagi nanti bisa dicapai? Dan apakah sebenarnya itu akan mempengaruhi akses pangan keluarga rakyat? Menurutku, apa yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pengelolaan lahan di daerah pedesaan berubah. Kalau mau meningkatkan swasembada beras, harus ada strategi untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Misalnya, tanam komoditas lain seperti kedelai atau singkong. Karena kalau hanya fokus pada padi saja, mungkin tidak akan efektif.
 
Wow 🤩, apa yang dibicarakan ini kalau swasembada beras justru membuat ketersediaan beras menjadi tidak stabil? Aku penasaran apa yang nantinya kira-kira cara BULOG dan Kementerian Pertanian untuk mengatasi masalah ini 😊.
 
Aku pikir swasembada beras ini nggak seadanya, tapi kalau serius masalahnya buat apa?

Pertama-tama, peningkatan luas panen itu kayaknya harus diarahkan ke pertanian yang lebih produktif, seperti pertanian irigasi. Jadi luas panen itu tidak hanya nggak berubah, tapi juga menambah produktivitasnya.

Kedua, apa yang dibutuhkan sekarang adalah teknologi pertanian yang lebih canggih, bukan hanya tambahan luas tanah. Pertanian ini harus bisa meningkatkan produksi dengan cara yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Ketiga, kita perlu fokus pada distribusi pangan yang lebih seimbang, jadi tidak hanya bebasin beras aja, tapi juga pertanian lainnya seperti kedelai dan singkong. Kita harus siap untuk menghadapi perubahan cuaca dan kondisi tanah.

Keempat, aku pikir swasembada bera ini bukan buat mengurangi impor, tapi buat meningkatkan kualitas impor itu sendiri. Kita harus memperbaiki infrastruktur dan fasilitas di daerah pengepul beras, agar produksi kita bisa berkualitas tinggi.
 
Wahhh, kalau swasembada beras udah jadi kenyataan, nggak bakalan ada yang bisa dibantu lagi dari BULOG ya? 🤔 Mereka udah kewalahan aja ngeimpor ngeeksport beras ke luar negeri. Tapi sayangnya produksi beras itu masih kurang dan tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat. Apakah kita nggak bisa melihat dari perspektif farmer? Mereka udah berjuang keras untuk menanam dan mengembangkan tanah, tapi hasilnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka sendiri. Kita perlu lebih peduli dengan peningkatan produktivitas dan distribusi pangan yang lebih merata. 🌾
 
Aku rasa swasembada beras ini nggak masuk akal deh... produksi beras itu nggak bisa naik saja, aku pikir perlu ada peningkatan produktivitas juga, bukan hanya luas panen aja... kalau mau naik produksi, perlu pula meningkatkan teknologi dan metode pertanian, seperti irigasi yang lebih baik atau penggunaan tanaman lain yang lebih bermanfaat... dan gini, swasembada beras itu nggak bisa terus berlanjut jika Kementerian Pertanian fokus cuma pada padi saja, perlu juga peningkatan produksi komoditas lainnya...
 
Gampang banget ini swasembada beras, tapi apa kegunaannya sih kalau produksi nggak meningkat? Sepertinya tujuan ialah membuat BULOG jadi tidak penting lagi, tapi itu bakal berdampak pada akhirnya akses pangan keluarga rakyat di kota-kota besar. Mungkin mereka punya rencana untuk menyebar luas panen ini ke daerah-daerah yang masih sulit dikendarai, kan kayaknya itu akan terlambat banget
 
Gue pikir swasembada beras itu sebenarnya tidak mumpuni sih, karena peningkatan produksi hanya mencapai 1,29 juta hektare saja! Sepertinya masih banyak lahan yang bisa ditanami. Dan apa yang bikin peningkatan ini? Hanya penambahan luas panen, bukan peningkatan produktivitas. Jadi, gue rasa Kementerian Pertanian harus fokus pada hal lain, seperti meningkatkan produktivitas pertanian. Misalnya dengan memperkenalkan teknologi baru atau melatih petani untuk lebih efisien. Dan, gue khawatir kalau distribusi pangan masih akan masalah, karena ketersediaan beras tidak terjamin sama di semua daerah.
 
🤔 apa kira2 kalau swasembada beras ini cuma jalan cerita? siapa ngerasa nggak perlu impor lagi 🤑 tolong cari cara lain buat mengatasi penipuan hawa nanti. kayaknya gampang terjadi penipuannn 😂.
 
Gampang aja coba nulis cerita siapa pun yang lupa kalau Indonesia sudah swasembada sejak tahun 2018! Tapi apa yang pasti, masih banyak hal yang belum terurus seperti luas panen dan produktivitas pertanian.

Saya rasa pemerintah harus fokus juga pada pertanggung jawaban dari Kementerian Pertanian, ya. Nih, apalagi luas panen yang sembarangan itu? Tidak ada peningkatan produktivitas sama sekali! Dan sekarang mau nge-eksport lagi karena swasembada beras itu.

Saya rasa itu tidak akan berarti apa-apa kalau tidak ada peningkatan kualitas produksi dan distribusi pangan di Indonesia. Saya ingat saat ini masih banyak komoditas lain yang dibutuhkan, seperti kedelai, kacang hijau, singkong, dan gula. Tapi mungkin pemerintah akan nggak sengaja membicarakan hal itu, ya?
 
ini gini, capaian swasembada beras itu bukan main-main, tapi apa yang bikin aku curiga adalah keterbatasan produktivitas pertanian kita sendiri. jadi peningkatan produksi hanya karena luas panen naik, tapi tidak ada peningkatan produktivitas, itu bikin aku ragu bagaimana caranya kita bisa mencapai swasembada beras ini pada tahun-tahun mendatang 🤔

dan yang paling penting, distribusi dan akses pangan juga harus diperhatikan. kalau capaian swasembada beras ini hanya membuat kita ketergantungan pada impor, itu gak baik juga🙅‍♂️
 
Saya pikir swasembada beras ini nggak ada akhirnya, kalau lagi begitu Indonesia jadi netral dan tidak bisa mendapatkan impor beras saat membutuhkannya. Saya rasakan kekhawatiran tentang peningkatan produksi beras yang masih di atas luas panen yang bisa ditanami, padahal cuaca 2025 juga sangat berubah dan sulit didanami. Kementerian Pertanian harus fokus juga pada komoditas lainnya untuk jangan terlalu bergantung pada padi dan jagung saja. Saya ingat saat ini kita lagi mempersiapkan diri untuk matahari tersembunyi, tapi apa yang dibawa oleh Pemerintah adalah swasembada beras...
 
Aku penasaran kok bagaimana caranya bisa swasembada beras itu sempurna banget? Aku rasa capaian ini hanya membuat biaya bahan makanan naik lagi, dan tentu saja tidak ada efek yang positif untuk pertanian lainnya... apa kira-kira bagaimana caranya bisa meningkatkan produktivitas tanpa harus memperbarui infrastruktur pertanian... tapi sepertinya hanya luas panen saja yang ditambah, bukan produktivitas di bidang inovasi dan penelitian.
 
Kalau apa yang dibicarakan itu bisa jadi karena masalah penyebabnya bukan dari sumber daya pertanian, tapi lebih kepada sistem distribusi dan akses pangan. Kalau kita fokus lebih pada hal ini nanti produksi nanti pasti bisa meningkat ya 🌾💪
 
apa sih makna swasembada beras sih? aku pikir itu berarti kita bisa makan nasi segar dari sawah, tapi sekarang aku baca yakin tidak apa yang jadi. kalau swasembada diumumkan bersama panen raya, itu berarti presiden wanna bikin kesan panen raya yang cerdas. tapi gini aja aku pikir, bagaimana caranya nasi kita di sawah itu bisa stabil? aku juga nggak paham kenapa luas tanah yang bisa ditanami naik dari tahun ke tahunnya. kayaknya perlu dilakukan survei lebih lanjut tentang hal ini...
 
Gue penasaran sih siapa yang ngerasa ini adalah keberhasilan baru, tapi sebenarnya sudah lama Indonesia punya swasembada beras kayaknya 😐. Kalau di year 2025 hujan jadi lebih rendah dan sulit ari, kerenah peningkatan produksi tadi siapa yang merasa sukses? 🤔

Dan kalau BULOG dan swasta hanya impor pada 15% dari konsumsi, ngapain lagi mereka mau naikin tujuan swasembada beras ke 100% kayak gue dengerin di media? 🤷‍♂️. Maksudnya gue sengaja buat pengecekan gak jangan salah paham, karena kalau benar tujuannya buat meningkatkan produktivitas pertanian, mesti ada kemajuan yang nyata kayaknya! 💡
 
Pikir saya, kalau kapasitas produksi beras jadi swasembada, berarti apa yang buat rakyat? Ada beberapa masalah lain seperti gula, jagung, dan kedelai. Kalau nanti ada masalah lagi, siapa tahu di mana nanti kita cari jawaban? 🤔
 
Maksudnya gampangnya Indonesia sudah swasembada beras lama banget, kalau 3-4% aja impor dulu, sekarang punya target 12%. Saya rasa itu masalah karena peningkatan produksi bukan dari efisiensi pertanian, tapi hanya luas panen yang ditambah. Dan siapa tahu kenaikan luas panen itu bisa jadi karena perubahan iklim atau banjir-banjan di tanah, ya...

Tapi aku senang kalau pemerintah punya rencana untuk meningkatkan produksi komoditas lainnya seperti kedelai dan gula. Mungkin bisa menyeimbangkan distribusi pangan dan memberikan kesempatan bagi petani yang tidak memiliki lahan untuk menanam. Yang penting, buat kesejahteraan rakyat tidak terganggu, ya... 🌾
 
Maaf kalau banyak kesalahan, aku sibuk banget dengan keseharian online 😅. Aku pikir swasembada beras ini adalah langkah yang bagus untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia, tapi ternyata ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan lebih teliti. Pertama-tama, peningkatan produksi beras tidak sebesar yang dibayangkan, dan itu juga berarti bahwa luas tanah yang bisa ditanami tidak cukup untuk mencapai swasembada.

Aku juga khawatir dengan distribusi/akses pangan. Jika semua beras di Indonesia tersedia tanpa perlu impor, maka siapa nanti yang akan mendapatkan manfaat dari itu? Aku harap Kementerian Pertanian bisa memastikan bahwa swasembada ini tidak membuat harga beras naik dan membatasi akses pangan bagi masyarakat yang already sibuk dengan masalah kehidupan sehari-hari.

Dan aku juga ingin tahu, bagaimana caranya kita bisa meningkatkan produktivitas pertanian agar bisa mencapai swasembada ini? Aku pikir itu perlu adakan upaya penelitian dan pengembangan yang lebih dalam untuk menemukan solusi yang efektif 🤔.
 
kembali
Top