Keracunan toksin cereulide terus menarik perhatian publik setelah penarikan produk susu formula bayi Nestle di beberapa negara. Perlu diketahui bahwa keracunan ini tidak hanya terkait dengan Nestle, tetapi juga dengan berbagai merek lain seperti Beba, Alfamino, Guigoz, SMA, NAN, Lactogen Harmony, dan Illuma Blue yang ditarik dari peredaran karena risiko terkontaminasi toksin cereulide.
Toksin cereulide merupakan racun yang dihasilkan oleh bakteri tertentu dari genus Bacillus cereus. Bakteri ini umum ditemukan di lingkungan, termasuk di debu dan tanah. Karena itu, keracunan ini sangat berpotensi terjadi pada siapa saja yang mengonsumsi makanan yang tidak seimbang.
Gejala utama dari keracunan toksin cereulide adalah mual hebat, muntah, hingga kram perut. Meski jarang, keracunan ini juga bisa menyebabkan diare. Gejala-gejalanya bisa berlangsung dalam waktu singkat, yaitu 30 menit hingga 6 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.
Jika makanan atau susu formula yang mengandung cereulide dikonsumsi oleh bayi atau anak kecil, gejala-gejalanya bisa muncul dalam kurun waktu 5 jam, dan kondisi keracunan ini bisa berlangsung selama 6-24 jam. Bahkan, jika tidak dirawat dengan baik, keracunan akibat cereulide dapat menyebabkan kematian.
Untuk menghindari keracunan, penting untuk memperhatikan praktik higienis dalam pengolahan dan penyimpanan makanan. Pencegahan menjadi langkah yang sangat penting dalam mencegah terjadinya keracunan toksin cereulide.
Jika Anda memiliki keluarga kecil atau memiliki anak-anak, sangat disarankan untuk memperhatikan informasi penarikan produk termasuk salah satu langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan mereka.
Toksin cereulide merupakan racun yang dihasilkan oleh bakteri tertentu dari genus Bacillus cereus. Bakteri ini umum ditemukan di lingkungan, termasuk di debu dan tanah. Karena itu, keracunan ini sangat berpotensi terjadi pada siapa saja yang mengonsumsi makanan yang tidak seimbang.
Gejala utama dari keracunan toksin cereulide adalah mual hebat, muntah, hingga kram perut. Meski jarang, keracunan ini juga bisa menyebabkan diare. Gejala-gejalanya bisa berlangsung dalam waktu singkat, yaitu 30 menit hingga 6 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.
Jika makanan atau susu formula yang mengandung cereulide dikonsumsi oleh bayi atau anak kecil, gejala-gejalanya bisa muncul dalam kurun waktu 5 jam, dan kondisi keracunan ini bisa berlangsung selama 6-24 jam. Bahkan, jika tidak dirawat dengan baik, keracunan akibat cereulide dapat menyebabkan kematian.
Untuk menghindari keracunan, penting untuk memperhatikan praktik higienis dalam pengolahan dan penyimpanan makanan. Pencegahan menjadi langkah yang sangat penting dalam mencegah terjadinya keracunan toksin cereulide.
Jika Anda memiliki keluarga kecil atau memiliki anak-anak, sangat disarankan untuk memperhatikan informasi penarikan produk termasuk salah satu langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan mereka.