Tika Mega Lestari, istri Pesulap Merah yang meninggal dunia akhir-akhir ini, memicu perhatian publik terhadap penyakit langka dan mengkhawatirkan, yaitu Anemia Aplastik. Mari kita kenali lebih dekat tentang kondisi medis ini.
Anemia Aplastik adalah kondisi autoimun yang sangat serius dan langka, berbeda dengan anemia biasa yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menhasilkan darah yang cukup untuk kebutuhan. Dalam kasus Anemia Aplastik, sumsum tulang belakang (trombopoietin) mengalami kerusakan sehingga gagal memproduksi tiga jenis sel darah baru: sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
Penderita Anemia Aplastik akan mengalami ketiga kegagalan fatal dalam tubuh, yaitu:
* Sel Darah Merah (Eritrosit): Tubuh tidak dapat menransport oksigen ke seluruh jaringan. Akibatnya, pasien merasa lelah ekstrem, sesak napas, dan wajah pucat.
* Sel Darah Putih (Leukosit): Sistem imun tubuh gagal melindungi pasien dari infeksi. Pasien sangat rentan terhadap infeksi dan demam ringan saja bisa berakibat fatal.
* Keping Darah (Trombosit): Tubuh tidak dapat membekukan darah sehingga muncul lebam tanpa sebab, gusi berdarah, atau pendarahan yang sulit berhenti.
Penyebab Anemia Aplastik sangat bervariasi dan seringkali terkait dengan faktor lingkungan. Beberapa di antaranya adalah:
* Paparan bahan kimia beracun seperti pestisida atau benzena.
* Riwayat penggunaan obat-obatan tertentu atau kemoterapi.
* Infeksi virus seperti Hepatitis atau Epstein-Barr.
* Faktor genetik (jarang terjadi).
Anemia Aplastik dikategorikan sebagai penyakit kritis yang memerlukan perawatan cepat dan intensif. Jika dibiarkan, risiko kematian akibat infeksi berat atau pendarahan otak sangat tinggi. Oleh karena itu, penting untuk segera menghubungi dokter jika Anda mengalami lebam tiba-tiba disertai kelelahan yang tidak wajar.
Anemia Aplastik adalah kondisi autoimun yang sangat serius dan langka, berbeda dengan anemia biasa yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menhasilkan darah yang cukup untuk kebutuhan. Dalam kasus Anemia Aplastik, sumsum tulang belakang (trombopoietin) mengalami kerusakan sehingga gagal memproduksi tiga jenis sel darah baru: sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
Penderita Anemia Aplastik akan mengalami ketiga kegagalan fatal dalam tubuh, yaitu:
* Sel Darah Merah (Eritrosit): Tubuh tidak dapat menransport oksigen ke seluruh jaringan. Akibatnya, pasien merasa lelah ekstrem, sesak napas, dan wajah pucat.
* Sel Darah Putih (Leukosit): Sistem imun tubuh gagal melindungi pasien dari infeksi. Pasien sangat rentan terhadap infeksi dan demam ringan saja bisa berakibat fatal.
* Keping Darah (Trombosit): Tubuh tidak dapat membekukan darah sehingga muncul lebam tanpa sebab, gusi berdarah, atau pendarahan yang sulit berhenti.
Penyebab Anemia Aplastik sangat bervariasi dan seringkali terkait dengan faktor lingkungan. Beberapa di antaranya adalah:
* Paparan bahan kimia beracun seperti pestisida atau benzena.
* Riwayat penggunaan obat-obatan tertentu atau kemoterapi.
* Infeksi virus seperti Hepatitis atau Epstein-Barr.
* Faktor genetik (jarang terjadi).
Anemia Aplastik dikategorikan sebagai penyakit kritis yang memerlukan perawatan cepat dan intensif. Jika dibiarkan, risiko kematian akibat infeksi berat atau pendarahan otak sangat tinggi. Oleh karena itu, penting untuk segera menghubungi dokter jika Anda mengalami lebam tiba-tiba disertai kelelahan yang tidak wajar.