Keshya Valerie, penyanyi dan konten kreator yang baru saja merilis single "Adegan Dewasa", mengungkapkan pengalamannya saat mencari kerja bersama proyek lagunya. Dengan nada yang santai, Keshya berbagi tentang kegagalan-kegagalan yang ia alami saat mencari pekerjaan dan bagaimana itu menjadi inspirasi untuk membuat lagu tersebut.
"Aku menertawakan semua, aku rasa itu seperti merefleksikan karakter Gen Z: ada hal kurang baik, tapi senyumin aja!" Ujar Keshya dalam wawancara dengan Diajeng Tirto.
Dengan kata-kata yang santai dan tidak terlalu serius, Keshya mengungkapkan bahwa ia merasa nyaman saat menertawakan kegagalan-kegagalan yang dialaminya saat mencari kerja. Ia percaya bahwa ini adalah cara untuk meningkatkan diri sendiri dan tetap positif dalam hal-hal yang tidak berjalan sesuai harapan.
"Aku lebih aneh, lebih konseptual, dan deskriptif," ujar Keshya tentang arah penulisan lagunya.
Dengan pendekatan yang personal ini, Keshya berhasil menciptakan lagu yang unik dan khas dari dirinya sendiri. Ia percaya bahwa kegagalan-kegagalan itu menjadi bagian dari proses belajar diri sendiri dan tidak perlu dibawa ke dalam pihak lain.
"Aku ingin mengeksplorasi sudut pandang yang tidak lazim dalam penulisan lagu," ujar Keshya.
Dengan pendekatan ini, Keshya berhasil menciptakan lagu yang tidak hanya menyentuh hati tetapi juga membuat orang merasa konsentrasi dan berfokus pada hal-hal positif.
"Adegan Dewasa" adalah prekuel dari proyek "Two Pawns", yang dirilis beberapa bulan sebelumnya bersama Kafin. Dua lagu ini, bagi Keshya, saling menyapa dalam satu semesta yang sama, yaitu dunia kerja sebagai arena relasi, tawar-menawar, dan pencarian posisi diri.
"Sebenarnya, dua lagu itu ada kaitannya," ujar Keshya.
Keshya pernah mencoba menulis lagu dari perspektif seekor kucing atau bahkan tembok, entitas yang hanya bisa mendengar, menyimpan, dan memantulkan suara manusia.
"Aku ingin memberi ruang pada proses: menunggu, gagal, menertawakan diri sendiri, lalu pelan-pelan mulai tumbuh dan berkembang," ujar Keshya.
"Aku menertawakan semua, aku rasa itu seperti merefleksikan karakter Gen Z: ada hal kurang baik, tapi senyumin aja!" Ujar Keshya dalam wawancara dengan Diajeng Tirto.
Dengan kata-kata yang santai dan tidak terlalu serius, Keshya mengungkapkan bahwa ia merasa nyaman saat menertawakan kegagalan-kegagalan yang dialaminya saat mencari kerja. Ia percaya bahwa ini adalah cara untuk meningkatkan diri sendiri dan tetap positif dalam hal-hal yang tidak berjalan sesuai harapan.
"Aku lebih aneh, lebih konseptual, dan deskriptif," ujar Keshya tentang arah penulisan lagunya.
Dengan pendekatan yang personal ini, Keshya berhasil menciptakan lagu yang unik dan khas dari dirinya sendiri. Ia percaya bahwa kegagalan-kegagalan itu menjadi bagian dari proses belajar diri sendiri dan tidak perlu dibawa ke dalam pihak lain.
"Aku ingin mengeksplorasi sudut pandang yang tidak lazim dalam penulisan lagu," ujar Keshya.
Dengan pendekatan ini, Keshya berhasil menciptakan lagu yang tidak hanya menyentuh hati tetapi juga membuat orang merasa konsentrasi dan berfokus pada hal-hal positif.
"Adegan Dewasa" adalah prekuel dari proyek "Two Pawns", yang dirilis beberapa bulan sebelumnya bersama Kafin. Dua lagu ini, bagi Keshya, saling menyapa dalam satu semesta yang sama, yaitu dunia kerja sebagai arena relasi, tawar-menawar, dan pencarian posisi diri.
"Sebenarnya, dua lagu itu ada kaitannya," ujar Keshya.
Keshya pernah mencoba menulis lagu dari perspektif seekor kucing atau bahkan tembok, entitas yang hanya bisa mendengar, menyimpan, dan memantulkan suara manusia.
"Aku ingin memberi ruang pada proses: menunggu, gagal, menertawakan diri sendiri, lalu pelan-pelan mulai tumbuh dan berkembang," ujar Keshya.