Mendbud Tegaskan Tak Akan Intervensi Konflik Internal Keluarga Keraton Solo

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan, pihaknya tidak akan mengintervensi dalam konflik internal Keluarga Keraton Kasunanan Surakarta yang melibatkan penunjukan Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan sebagai penanggung jawab keraton. Menurut Fadli Zon, hal ini bukan untuk mengintervensi urusan internal keluarga, melainkan untuk cagar budaya dan pemanfaatan kawasan cagar budaya Keraton Solo.

Kementerian Kebudayaan RI menunjuk Panembahan Agung Tedjowulan sebagai penanggung jawab pelaksana keraton karena ia merupakan sosok senior yang diharapkan bisa menjadi fasilitator dalam musyawarah keluarga. Namun, pihak Kemenbud tidak dalam posisi mengintervensi permasalahan dualisme internal Keraton Solo.

Fadli Zon juga menjelaskan bahwa Keraton Solo mendapatkan hibah dari Pemerintah Kota Solo yang kemudian diteruskan oleh APBN. Ia ingin ada pertanggungjawaban terkait bagaimana tanggung jawab hibah tersebut diabsahkan, terutama yang berasal dari APBN.

Kubu PB XIV Purbaya telah menolak penunjukan Panembahan Agung Tedjowulan sebagai Pelaksana Keraton Solo oleh Menbud Fadli Zon. Mereka menyebut pihaknya telah melayangkan keberatan penunjukan tersebut kepada Kementerian Kebudayaan dan juga ditembuskan kepada Presiden RI.

Mengenai alasan keberatan dengan penunjukan tersebut, Paku Buwono XIV Purbaya mengatakan tidak ada komunikasi dengan pihak Kemenbud.
 
ini masalah tentang keraton solo ya... tapi jangan dijadikan semangat untuk membuat keributan, karena itu bukan solusinya. apa yang harus kita lakukan adalah mencari kesepakatan dan kerja sama. Jika ada masalah, kita harus berbicara dan mencari cara untuk melepas beban bersama-sama, jangan memecah belah. itulah yang seharusnya dilakukan oleh semua pihak yang terlibat di sini.
 
Hmmppp πŸ€” aku pikir kalau gak ada komunikasi sama sama bikin masalah. Apalagi kubu PB XIV udah menolak penunjukan Panembahan Agung Tedjowulan, mungkin ada alasan yang penting banget tapi pihak Kemenbud tidak beritahu apa apa πŸ˜’. Aku pikir lebih baik banget kalau ada komunikasi terlebih dahulu, jadi masalah bisa diatasi sebelum gusik.
 
Kalau kan, keraton Solo itu udah kuno banget 🏰, tapi masih banyak yang penasaran dengar cerita di balik dindingnya. Tapi, apa sih maksud kalau pemerintah belom mau berbicara dengan Paku Buwono XIV Purbaya tentang penunjukan Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan? Apakah mereka malas banget terhadap masalah yang ada di Keraton Solo atau mungkin hanya ingin mengintervensi urusan internal keluarga? Saya pikir pihak Kemenbud tidak harus dipaksa berbicara, tapi harus bisa saling memahami dan mencari solusi bersama-sama.
 
😐 apa sih yang bikin pihak kemenbud terlibat dalam masalah keluarga keraton? seharusnya jadi permasalahan keluarga sendiri, bukan pemerintah πŸ€”

di sini ada diagram keluarga keraton yang bisa dibuat dengan menggunakan simbol keluarga:

+-----------------------+
| Penguasa Keraton |
| (Kanjeng Gusti) |
+---------------+
|
| <--- Penanggung Jawab Keraton
| (Panembahan Agung Tedjowulan)
v
+-----------------------+
| Keluarga Kekaisaran |
| (Keluarga Penguasa) |
+---------------+ +---------------+
| | |
| (Pengikut) | (Anggota |
v | Keluarga) |
+-----------------------+ +---------------+
| |
| Konflik | |
| Internal | |
v |
+---------------+ +---------------+

dengan demikian, pihak kemenbud seharusnya tidak terlibat dalam masalah keluarga keraton πŸ™…β€β™‚οΈ
 
hehehe, nggak percaya aja kan si Fadli Zon itu? coba2 aja dia minta klarifikasi gini, tapi malah langsung menolak penunjukan ya.. apalagi sapa-siapa di PB XIV Purbaya yang sengaja tidak njeleksanya komunikasi... kayaknya sama saja, keraton Solo akan terus dipikul-pikulan sama keluarga ini... hibah apa lagi? kan ada aturan sih tentang hibah itu, tapi malah pihak Kemenbud yang kalah ya..
 
[ GIF: Makan nasi goreng sambil menatap lampu yang berkedip ]
Kalo bukannya sih kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan udah menjadi bagian dari Keraton Solo, tapi paku Buwono XIV Purbaya nggak punya komunikasi sama Menteri Kebudayaan Fadli Zon?? πŸ˜‚ [ GIF: Goyang kepala ]
Apa lagi yang bisa dibicarakan? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Saya pikir kalau pemerintah RI harus teliti juga dengan hal seperti ini, gak usah bikin masalah di dalam keluarga sendiri, apalagi yang berasal dari budaya. Menteri Fadli Zon jelas-jelas sudah berusaha untuk tidak mengintervensi tapi lebih fokus cagar budaya dan pemanfaatan kawasan cagar budaya Keraton Solo. Saya tahu ini bukan topik sengit, tapi sebenarnya ada hubungan yang kompleks antara pemerintah RI dengan keraton-keraton tradisional seperti ini...

Saya yakin pihak APBN juga perlu diawasi lebih dekat, karena hibah itu gak bisa dipernapukan begitu saja. Mereka harus ada pertanggungjawaban bagaimana uang tersebut digunakan dengan benar dan tidak ada korupsi. Saya harap kubu PB XIV Purbaya bisa berkomunikasi dengan Menbud Fadli Zon lebih baik, tapi mungkin ada kesepakatan yang bisa dihasilkan juga... πŸ€”
 
Kasus ini sebenarnya membuat aku sedih banget πŸ€•. Penyelenggaraan keraton memang penting untuk cagar budaya, tapi biar tidak ada konflik internal, kalau kita bisa saling mengerti dulu aja 🀝. Aku rasa penunjukan Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan sebagai penanggung jawab keraton ini sedikit gampang bunyi πŸ—£οΈ. Mungkin ada hal-hal yang harus diatur lebih baik lagi agar tidak ada kesalahpahaman di masa depan.
 
heh, kan ya? ini cerita yang kayaknya bikin saya ingat masa lalu keraton Solo di Surakarta. seperti niaga tradisional di Pasar Gede, tapi sekarang sudah jadi konflik yang nggak pernah usai πŸ˜•. pihak Kemenbud benar-benar ingin cagar budaya dan semuanya, tapi apa yang bikin saya penasaran sih adalah bagaimana ini bisa terjadi di era digital seperti sekarang? apakah kita lupa bahwa keraton Solo bukan hanya tentang tradisi dan kebudayaan, tapi juga tentang hibah dan pemanfaatan sumber daya publik yang nggak transparan πŸ€‘. aku rasa kalau Kemenbud harus lebih teliti dalam menentukan penanggung jawab keraton ini, dan tidak boleh hanya membiarkan komunikasi yang kasar tanpa ada hasil yang positif 😐.
 
Gue pikir siapa aja yang benar dan siapa aja yang salah di sini... kalau gue harus bilang, penjelasan Fadli Zon terdengar kurang jelas banget. Kalau gue memikirkan dari sudut pandang Kubu PB XIV Purbaya, gue rasa ada kesalahpahaman besar. Mereka nggak punya komunikasi sama sekali dengan Kemenbud? Gua bingung sih... tapi aku pikir apa yang paling penting di sini adalah agar Keraton Solo bisa terjaga dan dipelihara dengan baik. Aku harap gue bisa melihat hal ini selesai dengan lancar tanpa ada konflik yang berlebihan πŸ€”
 
omg ini kalau PB XIV Purbaya langsung menolak kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan itu apa aja urusannya?? seriusnya kalo dia mau sengaja tidak nulis surat atau panggil pihak Kemenbud apa aja jawabannya... tapi gini lah dia langsung menolak tanpa komunikasi apa? kalau dia ingin bukti dia harus ngomong dan nulis surat dulu, jangan cuma menolak aja...
 
hehe, apa sih yang terjadi di keraton Solo? kalau gak ada komunikasi sama pakubuwono XIV, tapi kira-kira gak sengaja ngeboming masalah ya... aku pikir kalau harusnya ada perundingan lebih dulu sebelum menunjuk siapa-siapa sebagai penanggung jawab keraton. tapi yang terjadi lagi, apa kan budaya kita itu harus berjalan santai saja?
 
Gue kayaknya penasaran apa yang terjadi di Keraton Solo ini πŸ€”. Kalau Menteri Kebudayaan bilang tidak ingin jadi orang tuanya, tapi kemudian ada alasan yang berbeda lagi ya? Apa sih yang salah dengan Paku Buwono XIV Purbaya itu? Gue bayangkan kalau gue di dalam posisi dia, pasti gue akan kesal juga 🀬. Dan sih apa itu Kubu PB XIV Purbaya? Gimana caranya mereka bisa menolak penunjukan Panembahan Agung Tedjowulan itu? Saya rasa perlu ada penjelasan lebih lanjut tentang hal ini πŸ˜•.
 
maaf udah ketinggalan thread ini 😊. apa salahnya sih menunjuk Agung Tedjowulan itu? kayaknya dia bisa jadi fasilitator dalam musyawarah keluarga, tapi gak ada pertanggung jawabannya sih tentang hibah dari pemerintah Kota Solo dan APBN. kenapa gak mau ada transparansi di sini? πŸ€”
 
Aku pikir Penunggang Jawab Keraton Solo ini gini kalau mau jadi seseorang yang bisa bikin keluarga keraton Solo berbicara, tapi sayangnya aku masih nggak percaya apa yang terjadi di dalam keraton itu πŸ˜’. Aku rasa pihak Kemenbud harus lebih teliti dalam pilih penunggang jawab, karena kalau salah, kan bisa bikin masalah besar. Dan aku juga penasaran kenapa Kubu PB XIV Purbaya tidak mau ngobrol dengan pihak Kemenbud, bukan? πŸ€”
 
Gue kira kalau menurutnya kalangan KB tidak bakalan jadi masalah kalau ada penanggung jawab hibah dari APBN, tapi sekarang aja gue bayangkan kalau kita lagi bercanda dngan Kemenbud, mereka bakalan ngeluh apa aja πŸ€¦β€β™‚οΈ. Siapa tahu kanjeng Gusti itu nanti jadi problem di keraton, gak ada fasilitator aja, berantai masalah yang bikin kepikiran 🀯.
 
😊 ya aku pikir penunjukan kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan sebagai penanggung jawab keraton itu kayaknya nggak masuk akal, apalagi aki Paku Buwono XIV Purbaya sudah tolol banget ngomongin kalau tidak ada komunikasi sama sekali... πŸ™„ aku pikir pihak Kemenbud malah harus lebih transparan dan jelas mengenai proses penunjukan itu, tapi apapun itulah kan? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
kembali
Top