Mendagri Ungkap Minat BUMD Manfaatkan Kayu Sisa Banjir Sumatra

Kepemimpinan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yang diwakili oleh Wakil Menteri yang bertugas di bidang Pemulihan dan Rehabilitasi Daerah (BUMD), mengungkapkan minat dari badan usaha milik daerah (BUMD) dan industri lokal untuk memanfaatkan kayu gelondongan yang masih tersisa setelah banjir di Sumatra. Banyak warga telah menggunakan kayu ini untuk memperbaiki rumah dan jembatan, namun ada masih terdapat kayu kecil yang tidak dapat digunakan.

Kepala daerah kemudian mengusulkan agar kayu kecil tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi, seperti dijual oleh BUMD kepada pihak ketiga. Menteri Tito Karnavian menegaskan bahwa ada minat dari masyarakat terhadap kayu gelondongan ini untuk memperbaiki rumah dan jembatan.

Banyak warga telah memanfaatkan kayu gelondongan berukuran besar untuk memperbaiki rumah dan jembatan, namun masih ada yang tidak dapat digunakan. Menurut Menteri Tito Karnavian, pemanfaatan kayu ini akan diadakan pada pembangkit listrik tenaga uap di Sumatra Utara atau industri lokal seperti pembuatan batu bata.

Pemerintah sedang mencari solusi untuk mengatasi masalah ini, terutama untuk perbaikan kawasan sungai. Menteri Tito Karnavian menyebutkan bahwa pemanfaatan kayu gelondongan telah mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat maupun penanganan bencana.

Untuk menindaklanjuti usulan tersebut, Menteri Tito Karnavian meminta Kementerian Kehutanan memberikan arahan lebih lanjut. Ia menilai kayu-kayu kecil tersebut tetap memiliki nilai ekonomi.
 
Kalau gini kayaknya pemerintah udah mulai ngerjasakan cara untuk menggunakannya kayak banjir yang terjadi di Sumatra. Kayu gelondongan itu masih banyak tersisa, tapi kayaknya sumber daya yang bagus bisa dimanfaatkan lebih baik lagi. Aku pikir pemerintah udah benar kalau mau ngerilis arahan agar BUMD dan industri lokal mulai menggunakannya untuk kepentingan ekonomi. Kayu-kayu kecil itu bisa dijual oleh BUMD atau dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, kayaknya bisa meningkatkan pendapatan warga yang terkena dampak banjir nih! 🌿💰
 
ada apa yang salah dengan kita harus mengambil kayu kecil yang masih tersisa banjir ini? kita bisa saja digunakan untuk memperbaiki rumah jembatan warga di daerah yang terkena banjir, tapi pemerintah ingin buat dari kerugian kita uang. kalau gak ada keterlibatan masyarakat, kayaknya tidak akan ada solusi yang tepat, tapi jangan lupa, kita harus memperhatikan perubahan iklim juga, kayu kecil ini bisa jadi sumber energi alternatif yang baik 🌿💚
 
Kayu gelondongan yang terbangun dari banjir di Sumatra itu memang penting, tapi aku pikir kita tidak harus langsung menjadikannya barang dagang yang bisa dimanfaatkan oleh BUMD. Aku ingin melihat bagaimana warga daerah itu memanfaatkan kayu kecil tersebut dengan cara lain, seperti dibuat menjadi peralatan yang bermanfaat untuk mereka sendiri, ya? Kalau pemanfaatan kayu gelondongan itu hanya sekedar dijual kepada pihak ketiga saja, aku khawatir tidak akan ada manfaat bagi warga daerah itu.
 
Gue pikir pemerintah harus fokus pada hal lain terlebih dahulu, seperti memperbaiki infrastruktur yang sudah rusak, bukan hanya memikirkan cara untuk mengatasi masalah kayu gelondongan. Tapi, kalau pemanfaatan kayu ini bisa membantu warga Sumatra memperbaiki rumah dan jembatan, maka itu waduh. Gue rasa lebih baik jika pemerintah kerjasama dengan BUMD dan industri lokal untuk mengumpulkan kayu yang masih tersisa, lalu diolah menjadi bahan bangunan yang lebih berharga.
 
Pemecahan masalah kayak gelondongan banjir di Sumatra itu kayaknya harus dilakukan dengan paham. Kalau ada yang masih bisa digunakan untuk memperbaiki rumah dan jembatan, biarkan aja warga memanfaatkannya. Tapi kayak kecil-kecilan yang tidak bisa digunakan, mungkin bisa jadi bahan bakar tenaga uap atau sesuatu itu?
 
Pikiran saya kan kayaknya kayak ini, kalau mau buat pemanfaatan kayu gelondongan yang masih ada, harus dulu kita tahu siapa yang akan terkena dampaknya. Kalau kita coba ngelola untuk dijual, mungkin warga yang sederhana akan kalah sama para investor besar 😐. Maka dari itu, pemerintah harus ngerusuhin apa yang diinginkan untuk kepentingan ekonomi dan apa yang harus diteruskan ke masyarakat biasa aja.
 
aya pikir kayaknya pemerintah harus berhati-hati dalam memanfaatkan sumber daya alam yang masih tersisa setelah banjir di Sumatra, khususnya untuk kayu gelondongan yang masih banyak tersedia. tapi kalau pemanfaatan kayu ini dilakukan dengan benar dan tidak hanya sekedar mencari keuntungan, aku yakin masyarakat akan sangat menguntungkan. tapi kayaknya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang nilai ekonomi kayu-kayu kecil tersebut sebelum memutuskan bagaimana cara pemanfaatannya.
 
Gue rasa kayak gue bilang ini saking penting banget! Jika pemerintah mau memanfaatkan kayu gelondongan berukuran kecil, itu bisa bikin warga ekonomi. Tapi, jangan lupa juga perlu ada solusi agar tidak terjadi bencana lagi seperti yang terjadi di Sumatra. Bayangin aja nih, kalau kayak gue bilang ini dulu, siapa tau pemerintah bisa lebih cepat menemukan solusi...
 
Aku pikir kayak ini nggak benar banget! Mereka bilang kayaku gelondongan masih bisa digunakan untuk pembangkit listrik atau batu bata, tapi siapa yang nggak tahu kayak di sini udah habis? Warga Sumatra sudah banyak pakai kayu ini buat memperbaiki rumah jembatan, kapan aja kita harus memberi giliran lagi? 🤔

Aku rasa Kementerian Kehutanan harus memberikan solusi yang lebih bijak. Mereka harus menitikberatkan kebutuhan masyarakat, bukannya hanya fokus pada kepentingan ekonomi. Warga sudah banyak beban, kapan aja kita harus memberi mereka lagi? 😐

Aku juga penasaran apa arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sih. Apakah dia tidak tahu kalau kayak gelondongan di sini udah habis? Aku pikir ada yang salah dengan sistem ini... 🤷
 
Aku pikir kayaku gelondongan kecil itu masih boleh digunakan buat jembatan atau rumah warga, tapi gak usah dibawa ke pembangkit listrik. Gak ada masalah kalau kayaku itu masih sumber daya lokal yang bisa bantu warga Sumatra memulihkan hidup mereka setelah banjir. Banyak banjir di Indonesia, jadi kita harus siap-siap buat menghadapi banjir berikutnya.
 
Gue penasaran sih bagaimana pemerintah bisa ngatur untuk memanfaatkan sumber daya yang sudah ada kayak banjir bukannya fokus pada solusi banjir itu sendiri? Menteri Tito Karnavian memang kan jujur mengatakan bahwa ada minat dari masyarakat, tapi gue tanya ari ari siapa yang benar-benar mendengarkan kebutuhan warga sebenarnya? Saya pikir lebih baik kalau pemerintah fokus pada membuat sistem pemulihan yang adil dan transparan bukan cuma mengatur untuk memanfaatkan sumber daya yang sudah ada. Dan apa sih dengan nilai ekonomi kayak kayu kecil itu, gue rasa masih banyak hal yang harus dibahas sebelum memutuskan untuk memanfatkannya...
 
ya udah apa kalau kayaku gelondongan bisa diolah lagi? tapi yang harus diwaspadai yaitu kayu yang terlalu kecil untuk digunakan. aku pikir pemerintah harus punya tata caranya agar tidak ada warga yang salah jalan, misalnya ada aturan khusus tentang jumlah kayu yang bisa dipergunakan. aku rasa kayak ini harus disusun dengan baik biar tidak ada kesalahpahaman. misalnya membuat daftar spesifikasi untuk setiap jenis kayu yang bisa digunakan 📝
 
ini banget nggak masuk akal dulu kayak kayu gelondongan itu masih ada di sini, kalau udah banjir sampe bagaimana caranya terus ada kayaknya di sini 🤔🌿 siapa yang bertanggung jawab dari ini? toh malah Menteri Tito Karnavian bilang ada minat dari masyarakat ingin memperbaiki rumah dan jembatan, tapi gak ada solusi bagaimana caranya nih? kayaknya harus ada cara yang lebih bijak dan tidak hanya memanfaatkan kayu kecil saja 🤷‍♂️
 
Gue rasa kayaknya pemerintah harus fokus pada solusi yang jelas dan efisien buat mengatasi masalah ini, gak perlu terlalu banyak kompromi buat segala pihak... misalnya nanti BUMD mau beli kayu kecil atau tidak... apa sisi lain yang bisa dibantuin? Gue rasa lebih baik jadi solusi ada di tanah sendiri, bukan harus ditransfer dari luar.
 
BIAR NYA BANYAK WARGA YANG MAKIN MAKAN UANG DARI KAYU GELONDONGAN INI, TAPI MALAH NAKA Pemerintah yang paling banyakin yang mau mengambil keuntungan dari hal ini, kalo ada kayaknya bayangannya yang ada di warga! 🤔
 
Kayu gelondongan kayaknya masih bermanfaat banget, tapi siapa tahu kaya bisa digunakan untuk hal lain juga 🤔. Saya pikir pemerintah harus lebih cermati lagi sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan dengan kayu kecil itu. Misalnya, bisa digunakan buat pembangunan jembatan atau kawasan rekreasi, gak? Masyarakat juga pasti ingin memiliki opsi untuk menggunakannya, kan?
 
Saya pikir ini waktunya kita mulai memikirkan cara untuk mengelola sumber daya alam dengan lebih baik, terutama setelah banjir di Sumatra. Semua orang tahu betapa pentingnya kayu gelondongan, tapi siapa yang pernah memikirkannya tentang bagaimana caranya kita bisa menggunakannya secara efektif? Saya lihat banyak warga yang sudah menggunakan kayu ini untuk memperbaiki rumah dan jembatan, tapi ada masih terdapat kayu kecil yang tidak dapat digunakan. Menteri Tito Karnavian bilang bahwa pemanfaatan kayu ini bisa dilakukan di pembangkit listrik tenaga uap atau industri lokal, tapi saya pikir kita perlu mempertimbangkan bagaimana caranya kita bisa menggunakannya tanpa merusak lingkungan. 🌳💡
 
kayu gelondongan masih bisa dimanfaatkan 🌿👍, tapi harus dipikirkan kembali bagaimana caranya ya... mungkin ada cara yang lebih baik daripada dijual oleh BUMD, apalagi karena banyak warga yang sudah memanfaatkannya sendiri. kayaknya kita harus menemukan solusi yang bisa membantu perbaikan kawasan sungai dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal... juga harus dipertimbangkan agar tidak terjadi lagi banjir seperti sebelumnya 😊
 
Gue pikir kalau gini harus banget, kayaknya pemerintah harus konsultasi dengan warga terlebih dahulu, gimana caranya nih? Mereka yang punya kayu kecil itu, apakah mereka mau jual kayakana? Gue rasa ada masalah ini lebih serius dari sebenarnyanya, kalau gini pemerintah harus fokus pada perbaikan kawasan sungai, bukan hanya memikirkan nilai ekonomi kayak bamboo.
 
kembali
Top