Sumatera kembali normal, pengungsi turun drastis
Dalam beberapa bulan terakhir, situasi di Sumatera mengalami perubahan yang signifikan akibat banjir dan tanah longsor. Menteri Dalam Negeri dan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menyatakan bahwa pengurangan jumlah pengungsi merupakan simbol terjadinya situasi di lapangan yang normal kembali.
Tito menekankan pentingnya pendataan yang akurat untuk mengurangi jumlah pengungsi. Dengan data yang valid, pemerintah dapat segera memberikan bantuan hunian kepada para pengungsi dan memudahkan mereka untuk meninggalkan pengungsian.
Pengurangan jumlah pengungsi mencapai 70 persen dengan 120 ribu orang yang telah kembali ke rumah mereka. Namun, Tito menekankan bahwa masih ada 10 ribu pengungsi yang tinggal di hunian sementara atau menyewa rumah. Oleh karena itu, dia menyarankan agar mereka segera meninggalkan pengungsian dan menetap di hunian tersebut.
Tito juga mengingatkan bahwa terlalu lama tinggal di pengungsian dapat meningkatkan risiko penyakit. Oleh karena itu, pemerintah berusaha untuk memudahkan para pengungsi agar mereka tidak kembali ke kondisi yang sama lagi.
Dalam beberapa bulan terakhir, situasi di Sumatera mengalami perubahan yang signifikan akibat banjir dan tanah longsor. Menteri Dalam Negeri dan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menyatakan bahwa pengurangan jumlah pengungsi merupakan simbol terjadinya situasi di lapangan yang normal kembali.
Tito menekankan pentingnya pendataan yang akurat untuk mengurangi jumlah pengungsi. Dengan data yang valid, pemerintah dapat segera memberikan bantuan hunian kepada para pengungsi dan memudahkan mereka untuk meninggalkan pengungsian.
Pengurangan jumlah pengungsi mencapai 70 persen dengan 120 ribu orang yang telah kembali ke rumah mereka. Namun, Tito menekankan bahwa masih ada 10 ribu pengungsi yang tinggal di hunian sementara atau menyewa rumah. Oleh karena itu, dia menyarankan agar mereka segera meninggalkan pengungsian dan menetap di hunian tersebut.
Tito juga mengingatkan bahwa terlalu lama tinggal di pengungsian dapat meningkatkan risiko penyakit. Oleh karena itu, pemerintah berusaha untuk memudahkan para pengungsi agar mereka tidak kembali ke kondisi yang sama lagi.