Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta penyaluran Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ke daerah-daerah yang terdampak bencana di Sumatra secepat mungkin. Penyaluran APBD tersebut disinyalir akan membantu daerah-daerah tersebut memiliki modal sendiri untuk membeli peralatan di kantor-kantor dinas yang rusak akibat bencana.
Tito menekankan bahwa penyaluran APBD secepat mungkin itu sangat vital untuk mempermudah daerah-daerah tersebut dalam melakukan perbaikan fasilitas di kantor-kantor pemerintahan setempat. Ia juga menekankan bahwa pembelian peralatan tidak bisa sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat.
"Kuncinya adalah mereka harus diberi modal. Jangan kita semuanya dari pusat. Kalau kita semua dari pusat, kita berikan dari apa, minta semua dari Satgas, minta dari kementerian, nggak. Mereka juga punya APBD," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Banda Aceh.
Tito juga menekankan bahwa syarat penyaluran APBD dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah harus dipermudah. Pasalnya, saat ini ada daerah-daerah yang memiliki keterbatasan staf, sehingga pemenuhan syarat salur itu menjadi terhambat.
"Saya bilang, nanti kita akan berikan penghargaan, panggil ke Jakarta. Biasa ada rakor, Zoom meeting itu, mingguan. Kita akan berikan penghargaan yang bisa cepat-cepat ini mengerjakan sendiri," tutupnya.
Tito juga mengaku bahwa ia sudah mendapatkan laporan dari beberapa kepala daerah seperti di Solok, Solok Selatan, Bukittinggi, sampai Padang Panjang, bahwa mereka sudah mampu menangani dampak bencana secara sendiri. Ia berjanji akan memberikan penghargaan bagi para kepala daerah tersebut.
"Ada daerah yang sama sekali sudah [tertangani]. 'Pak kami sudah aman sama sekali Pak, nggak ada masalah, hanya banjir aja lewat.' Kota Solok gitu. Kemudian juga Kota Solok Selatan," ucap Tito.
Tito berjanji, kepala-kepala daerah itu akan diberi penghargaan dan diundang langsung ke Jakarta.
Tito menekankan bahwa penyaluran APBD secepat mungkin itu sangat vital untuk mempermudah daerah-daerah tersebut dalam melakukan perbaikan fasilitas di kantor-kantor pemerintahan setempat. Ia juga menekankan bahwa pembelian peralatan tidak bisa sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat.
"Kuncinya adalah mereka harus diberi modal. Jangan kita semuanya dari pusat. Kalau kita semua dari pusat, kita berikan dari apa, minta semua dari Satgas, minta dari kementerian, nggak. Mereka juga punya APBD," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Banda Aceh.
Tito juga menekankan bahwa syarat penyaluran APBD dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah harus dipermudah. Pasalnya, saat ini ada daerah-daerah yang memiliki keterbatasan staf, sehingga pemenuhan syarat salur itu menjadi terhambat.
"Saya bilang, nanti kita akan berikan penghargaan, panggil ke Jakarta. Biasa ada rakor, Zoom meeting itu, mingguan. Kita akan berikan penghargaan yang bisa cepat-cepat ini mengerjakan sendiri," tutupnya.
Tito juga mengaku bahwa ia sudah mendapatkan laporan dari beberapa kepala daerah seperti di Solok, Solok Selatan, Bukittinggi, sampai Padang Panjang, bahwa mereka sudah mampu menangani dampak bencana secara sendiri. Ia berjanji akan memberikan penghargaan bagi para kepala daerah tersebut.
"Ada daerah yang sama sekali sudah [tertangani]. 'Pak kami sudah aman sama sekali Pak, nggak ada masalah, hanya banjir aja lewat.' Kota Solok gitu. Kemudian juga Kota Solok Selatan," ucap Tito.
Tito berjanji, kepala-kepala daerah itu akan diberi penghargaan dan diundang langsung ke Jakarta.