Korupsi Dalam Penanganan Bencana, Mendagri Jujur Sudah Memberikan Izin Mualem Berobat ke Malaysia
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang sebelumnya menimbulkan kontroversi terkait dengan penanganan bencana banjir di Aceh, akhirnya mengakui telah memberikan izin kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem untuk berobat ke Malaysia.
"Izin sudah ada, dan alasan ke luar negeri bukan untuk liburan atau keperluan lain, tetapi karena perlu berobat," kata Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (26/1). Menurutnya, Mualem perlu berobat di Malaysia karena kondisi yang tidak stabil.
Mualam sendiri kembali menetapkan perpanjangan keempat status tanggap darurat bencana banjir dan longsor Aceh selama 7 hari ke depan, terhitung sejak 23 hingga 29 Januari 2026. Ia menyatakan perpanjangan tersebut hasil koordinasi dengan pemerintah pusat serta surat rekomendasi Mendagri.
"Mengingat beberapa daerah masih belum tuntas penanganan darurat, perlu dilakukan pembersihan lingkungan, distribusi logistik, layanan kesehatan, dan perbaikan akses masyarakat berjalan optimal," kata Mualam. Menurutnya, delapan daerah di Aceh memerlukan perhatian khusus, termasuk tiga daerah pegunungan di Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.
Tito juga menyampaikan bahwa terdapat 18 daerah terdampak di Aceh yang saat ini baru sembilan kab/kota yang sudah mengarah ke kondisi normal. Hanya satu kabupaten/kota saja yang kembali berjalan normal, yaitu Kabupaten Aceh Besar.
"Maka dari itu, perlu kita bekerja lebih keras lagi untuk mendorong sembilan kab/kota tersebut agar berjalan normal," kata Tito.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang sebelumnya menimbulkan kontroversi terkait dengan penanganan bencana banjir di Aceh, akhirnya mengakui telah memberikan izin kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem untuk berobat ke Malaysia.
"Izin sudah ada, dan alasan ke luar negeri bukan untuk liburan atau keperluan lain, tetapi karena perlu berobat," kata Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (26/1). Menurutnya, Mualem perlu berobat di Malaysia karena kondisi yang tidak stabil.
Mualam sendiri kembali menetapkan perpanjangan keempat status tanggap darurat bencana banjir dan longsor Aceh selama 7 hari ke depan, terhitung sejak 23 hingga 29 Januari 2026. Ia menyatakan perpanjangan tersebut hasil koordinasi dengan pemerintah pusat serta surat rekomendasi Mendagri.
"Mengingat beberapa daerah masih belum tuntas penanganan darurat, perlu dilakukan pembersihan lingkungan, distribusi logistik, layanan kesehatan, dan perbaikan akses masyarakat berjalan optimal," kata Mualam. Menurutnya, delapan daerah di Aceh memerlukan perhatian khusus, termasuk tiga daerah pegunungan di Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.
Tito juga menyampaikan bahwa terdapat 18 daerah terdampak di Aceh yang saat ini baru sembilan kab/kota yang sudah mengarah ke kondisi normal. Hanya satu kabupaten/kota saja yang kembali berjalan normal, yaitu Kabupaten Aceh Besar.
"Maka dari itu, perlu kita bekerja lebih keras lagi untuk mendorong sembilan kab/kota tersebut agar berjalan normal," kata Tito.