Mendagri Kirim Taruna untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra
Kabinet Kepala Staf Angkatan Darat (Mendagri) memberikan kesempatan kepada para taruna Akademi Kepolisian, Akademi Militer, dan Universitas Pertahanan untuk membantu penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melepas taruna-tarunya di lokasi yang tepat.
Tito menekankan bahwa tugas para taruna sebagian besar berkaitan dengan pekerjaan fisik. Kondisi wilayah pascabencana masih dipenuhi lumpur yang mengeras akibat panas, sehingga membutuhkan tenaga dan ketahanan fisik yang prima.
"Rumah-rumah masyarakat karena lumpurnya masuk, begitu panas seperti ini mengeras, maka senjata peperangan syaratnya nomor 1, kita bermain fisik," ujar Tito saat Apel pelepasan para taruna tersebut digelar di Yonif 111 Aceh Tamiang.
Tito juga meminta agar para taruna tidak menjadi beban bagi masyarakat maupun pemerintah daerah setempat selama menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa kehadiran para taruna bertujuan untuk membantu, bukan menyulitkan.
"Kita mengulurkan tangan, bukan menengadangkan tangan," jelasnya.
Selain membantu masyarakat secara langsung, Tito juga berharap kehadiran para taruna dapat turut menggerakkan roda perekonomian daerah yang sempat terhenti akibat bencana. Ia mengimbau agar kebutuhan selama penugasan dipenuhi dengan berbelanja di wilayah setempat guna mendorong perputaran ekonomi lokal.
Tito juga menyampaikan pesan moral agar para taruna menjalani tugas dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa setiap kesulitan selalu memiliki hikmah.
Kabinet Kepala Staf Angkatan Darat (Mendagri) memberikan kesempatan kepada para taruna Akademi Kepolisian, Akademi Militer, dan Universitas Pertahanan untuk membantu penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melepas taruna-tarunya di lokasi yang tepat.
Tito menekankan bahwa tugas para taruna sebagian besar berkaitan dengan pekerjaan fisik. Kondisi wilayah pascabencana masih dipenuhi lumpur yang mengeras akibat panas, sehingga membutuhkan tenaga dan ketahanan fisik yang prima.
"Rumah-rumah masyarakat karena lumpurnya masuk, begitu panas seperti ini mengeras, maka senjata peperangan syaratnya nomor 1, kita bermain fisik," ujar Tito saat Apel pelepasan para taruna tersebut digelar di Yonif 111 Aceh Tamiang.
Tito juga meminta agar para taruna tidak menjadi beban bagi masyarakat maupun pemerintah daerah setempat selama menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa kehadiran para taruna bertujuan untuk membantu, bukan menyulitkan.
"Kita mengulurkan tangan, bukan menengadangkan tangan," jelasnya.
Selain membantu masyarakat secara langsung, Tito juga berharap kehadiran para taruna dapat turut menggerakkan roda perekonomian daerah yang sempat terhenti akibat bencana. Ia mengimbau agar kebutuhan selama penugasan dipenuhi dengan berbelanja di wilayah setempat guna mendorong perputaran ekonomi lokal.
Tito juga menyampaikan pesan moral agar para taruna menjalani tugas dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa setiap kesulitan selalu memiliki hikmah.