Mendagri menutup senyum karena 25 desa di Aceh dan Sumatra Utara hilang akibat banjir bandang dan longsor. "Tapi, Gubernur Sumatra Barat menyampaikan bahwa tidak ada desa yang hilang. Yang ada adalah satu desa yang sempat terisolasi karena jalan daratnya putus," ujar Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra.
Namun, Gubernur Aceh memperbarui informasinya. Awalnya, 13 desa di Aceh hilang, tapi sekarang meningkat menjadi 17. Jadi, totalnya adalah 25 desa yang hilang akibat banjir bandang dan longsor di Aceh dan Sumatra Utara.
Tito menegaskan bahwa satgasnya akan terus melakukan pengecekan silang untuk memastikan desa yang dilaporkan hilang itu benar-benar hilang atau hanya terisolasi. "Tapi, Aceh menyampaikan juga ada gampong lain yang hilang. Tadinya 13, menjadi 17. Ini akan kita cross check lagi. Apakah hilang betul karena terbawa banjir, longsor, ataukah terisolasi. Beda ya," ucapnya.
Jika desa-desa benar-benar hilang dan tidak lagi layak dihuni secara geologis, maka relokasi menjadi opsi yang harus ditempuh. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema bantuan bagi warga terdampak.
Namun, Gubernur Aceh memperbarui informasinya. Awalnya, 13 desa di Aceh hilang, tapi sekarang meningkat menjadi 17. Jadi, totalnya adalah 25 desa yang hilang akibat banjir bandang dan longsor di Aceh dan Sumatra Utara.
Tito menegaskan bahwa satgasnya akan terus melakukan pengecekan silang untuk memastikan desa yang dilaporkan hilang itu benar-benar hilang atau hanya terisolasi. "Tapi, Aceh menyampaikan juga ada gampong lain yang hilang. Tadinya 13, menjadi 17. Ini akan kita cross check lagi. Apakah hilang betul karena terbawa banjir, longsor, ataukah terisolasi. Beda ya," ucapnya.
Jika desa-desa benar-benar hilang dan tidak lagi layak dihuni secara geologis, maka relokasi menjadi opsi yang harus ditempuh. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema bantuan bagi warga terdampak.