Menag Nasaruddin Umar Puji Moderasi Beragama NU

Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadirkan pidato sambutan di acara peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) yang bertempat di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Ia memuji NU karena selalu berusaha menegakkan toleransi dan moderasi dalam beragama. Menurutnya, NU tidak akan pernah menyamakan sesuatu yang berbeda dan juga tidak akan pernah membeda-bedakan sesuatu yang sama.

"Kita berharap Nahdlatul Ulama di masa depan tetap konsisten untuk mengusung moderasi umat," ujar Nasaruddin. Ia menjelaskan bahwa dalam beragama, sepatutnya masyarakat yang berbeda-beda keyakinan tidak saling memaksakan pilihan yang berbeda.

Sementara itu, kelompok yang kerap menyamakan perbedaan adalah kelompok yang tergolong liberal. Sedangkan kelompok yang selalu membeda-bedakan persamaan adalah juga kelompok yang tergolong liberal.

"NU membiarkan yang berbeda itu beda, dan membiarkan yang sama itu sama. Kita hidup rukun damai dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutupnya.
 
Gue rasa apa yang diucapkan Menteri Agama itu agak lembek banget. Nahdlatul Ulama itu sudah lama ada, dan gue tahu gue tahu kalau mereka selalu menjaga toleransi dan moderasi, tapi nggak berarti mereka harus mengurangi kebebasan individu ya?

Gue masih ingat waktu kecil, gue punya temen yang mau memeluk syar'iyyah, tapi gue juga punya temen lain yang tidak mau. Gue pikir itu bagus, karena setiap orang memiliki kebebasan untuk berpikir sendiri.

Tapi gue nggak bisa tidak bingung dengan pernyataan Menteri Agama itu. Kalau NU memang ingin menjaga toleransi dan moderasi, maka mereka harus menghormati perbedaan opini orang lain, bukan hanya mengatakan bahwa perbedaan itu beda-beda.
 
ini kira-kira kalau NU bisa mengajari kita semua untuk menerima perbedaan dengan damai ๐Ÿ™. kalau kan di Indonesia banyak sekali perbedaan, tapi sebenarnya itu apa yang membuat kita orang Indonesia suka? itu ada sifat kita sendiri yang ingin saling memahami dan menghargai perbedaan tersebut. Nah, jika NU bisa mengajari kita untuk melakukannya dengan benar, maka kita pasti akan hidup lebih rukun dan damai ๐Ÿ˜Š. tapi gampangnya kalau kita semua bisa mengikuti contoh NU, ini akan menjadi salah satu bagian dari solusi perbedaan di Indonesia ๐Ÿคž
 
Pak Umar kata-kata dia bikin aku penasaran, apa dia maksud dengan liberal? Ada kan begitu banyak aspek di kehidupan kita yang dibahas oleh orang-orang yang tergolong liberal tapi bisa jadi nggak berarti hal itu benar atau salah. Aku pikir lebih baiknya pak Umar fokus pada cara hidup kita sebagai masyarakat, bukan membeda-bedakan orang yang tergolong liberal dan tidak. Kita semua memiliki kebebasan untuk menentukan diri sendiri, apa pun keyakinan atau nilai-nilai kita.
 
ini punya ide kayaknya... perlu kita konsultasikan dengan anak-anak kita tentang toleransi dan moderasi, karena mereka adalah generasi depan yang akan menjadi leader di masa depan. tapi kalau kita paksa saja tidak ada hasil yang optimal... apa lagi kita bilang bahwa kita ingin anak-anak kita mengikuti jejak NU? itu jadi kegagalan juga... sebaiknya kita sedihin dulu dan berbicara dengan mereka tentang pentingnya toleransi dan moderasi, bukan paksa.
 
Mau ngobrin banget aja Menteri Agama Nasaruddin Umar bikin pidato di acara peringatan hari lahir NU, kalau nyata sih NU tidak bisa jadi semacam tuan rumah yang menuntut moderasi, deh. Nah, apa yang salah dengan liberal, masyarakat itu bisa bermuatan apapun, gini aja, tapi NU memang benar-benar serius dalam menjaga toleransi dan kesetaraan.
 
ini gini ceritanya... Menteri Agama punya pidato sambutan di acara peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama (NU). Dia memuji NU karena selalu berusaha menjaga toleransi dan moderasi dalam beragama. tapi apa yang bikin aku penasaran adalah dia bilang kelompok liberal itu yang kerap menyamakan perbedaan, sih. kayaknya ada sesuatu yang tidak jelas di sini... Nah, aku pikir NU memang sudah lama fokus pada tema moderasi dan toleransi, tapi apa keberanian mereka untuk mengakui hal ini?

tidak apa-apa, aku paham dia hanya ingin menjaga keseimbangan dalam beragama. tapi aku pikir aku harus membawa perhatian tentang pentingnya toleransi dan moderasi di Indonesia. kita harus semua bisa hidup rukun damai tanpa memaksakan pilihan yang berbeda-beda, kan?
 
ini gak sabar banget dengar Menteri Agama Nasaruddin Umar bicara soal Nahdlatul Ulama... aku rasa dia gak benar-benar memahami apa yang maksudnya itu toleransi dan moderasi. kalau Nahdlatul Ulama benar-benar peduli dengan toleransi, mereka harus menerima bahwa ada banyak keyakinan yang berbeda di Indonesia, dan kita harus menghormati keberagaman itu. tapi jadi, apa aja yang terjadi, liberal yang berlebihan lagi memisahkan diri dari yang lain... itu bukan cara solusi, bro ๐Ÿ˜’.
 
aku rasa pernyataan menteri agama terlalu mudah ya.. Nahdlatul Ulama tidak boleh dipungut keyakinannya aja, apa-apa yang berbeda kayak tuh dihakimi sama NU. dan kalau liberal juga dibilang "kelompok yang kerap menyamakan perbedaan" itu kayak kerepotan berat, siapa yang bilang liberal itu sama halnya dengan NU? aku rasa pernyataan seperti itu justru membuat masyarakat terjebak dalam polarisasi.
 
Maksud apa sih kena bikin toleransi dan moderasi? Saya rasa Nahdlatul Ulama benar-benar sudah berusaha keras untuk menjaga keharmonisan masyarakat. Tapi, apa salahnya kalau ada yang berbeda-beda pendapat? Mungkin di masa depan kita harus lebih terbuka untuk pendapat lain. Saya tidak paham mengapa kata "liberal" selalu digunakan untuk merujuk pada kelompok yang berpikir beda, tapi saya rasa itu bisa salah arah. Yang penting adalah kita bisa hidup bersama dengan saling menghormati keyakinan masing-masing ๐Ÿค”
 
Nuhu, Nahdlatul Ulama di masa depan pasti tetap konsisten mengusung moderasi umat ๐Ÿคฃ... padahal saya sudah lupa apa yang dimaksud dengan moderasi umat itu ๐Ÿ˜‚. Tapi serius aja, nasaruddin sih pinter banget kalau mau memuji NU secara tidak langsung ๐Ÿค“, "NU tidak akan pernah menyamakan sesuatu yang berbeda"... bisa dipikirkan lagi, sih apa yang di maksud dengan menyamakan? Sama kan dengan liberal, beda kan dengan conservative ๐Ÿ˜‚. Menteri agama yang pinter, tapi saya masih ragu apakah dia bisa mengajarkan ini ke pengikutnya ๐Ÿค”.
 
Aku rasa NU memang selalu mencoba menjaga toleransi dan moderasi dalam beragama, tapi gak bisa dijadikan sebagai contoh utama ya... Ia bilang NU tidak akan pernah menyamakan sesuatu yang berbeda, tapi aku penasaran apakah benar-benar demikian? Aku rasa ada beberapa kelompok liberal yang juga mencoba menjaga toleransi dan moderasi dalam cara yang berbeda, kan? Dan apa itu 'rukon damai' sih? Aku rasa itu juga bisa diartikan sebagai 'toleransi' atau 'moderasi' dalam arti lain...
 
Kadang-kadang aku rasa NU bukanlah salah satu solusi untuk mengatasi perbedaan di masyarakat kita. Aku melihat bahwa beberapa kelompok liberal terus mempermasalahkan perbedaan di negara ini. Mereka selalu ingin memaksakan pilihan mereka pada orang lain, padahal itu adalah hal yang tidak wajar. Aku lebih suka melihat NU sebagai contoh bagaimana kita bisa hidup rukun damai dengan menerima dan menghormati perbedaan antara satu kepercayaan dengan yang lain. Tapi aku rasa ada yang salah jika kita tidak ingin menyamakan hal-hal yang berbeda, karena itu akan membuat kita lebih unggul dari segi toleransi dan moderasi dalam menerima perbedaan. ๐Ÿค”
 
ini kayak gila sih... Menteri Agama bilang NU itu selalu ngurus toleransi dan moderasi, tapi apa aja yang salah dengan liberal ya? Tolong jangan memaksakan ide sendiri aja, biar bisa ngajak banyak orang ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. Nahdlatul Ulama itu benar-benar penting, tapi gak perlu bilang yang berbeda itu beda dan sama itu sama, yakin? Aku pikir NU lebih fokus pada toleransi daripada memisahkan orang yang punya keyakinan yang berbeda ๐Ÿค. Tolong jangan membuat semua orang merasa tidak nyaman, ya? #NUberkekuatan #ToleransiHarusHemat #ModerasiDalamBeragama
 
Wow ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ™Œ, aku pikir ini penting banget! NU selalu berusaha menjaga harmoni di Indonesia, tapi aku rasa ada sisi lain yang perlu dicakup, yaitu tentang kebebasan ekspresi ide dan pemikiran. Aku tidak bermaksud mengatakan bahwa liberal adalah hal buruk, tapi aku ingin tahu apa pendapatnya dari NU tentang hal ini ๐Ÿค”๐Ÿ‘€.
 
iya banget sih, apa salahnya dengerin dia bicaranya ๐Ÿค”? Nah kira-kira aku pikir nu memang benar-benar fokus pada toleransi dan moderasi, tapi aku penasaran apa yang bikin dia nggak mau mengakui ada hal lain yang juga penting seperti kebebasan beragama? aku pikir liberalisme bukan hanya tentang menerima perbedaan, tapi juga tentang memberikan pilihan kepada orang-orang untuk memilih sendiri apa yang ingin mereka lakukan dengan hidupnya ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. tapi mungkin aku salah, dan nu benar-benar fokus pada hal lain ya ๐Ÿ˜Š
 
Aku pikir aja kalau NU jadi fokus banget pada toleransi dan moderasi, tapi gue bayangkan kalau gue ada yang berbeda keyakinan dgn dia, aku bakal curiga apakah aku benar atau salah.

Gue rasa Menteri Agama jadian gitu. Mau bilang bahwa NU tidak menyamakan sesuatu yang beda, tapi sebenarnya kalau gue coba bayangkan sapa-siapa yang nggak menyamakan bedanya?

Aku yakin kalau di masa depan NU harus fokus pada moderasi dan toleransi, tapi aku juga rasa itu cuma pandangan sendiri aja. Apakah benar atau tidak, aku hanya ingin tahu.

Gue aja suka banget dengan pernyataan Menteri Agama tentang RUU OES, tapi aku tidak yakin apakah itu benar-benar baik atau tidak. Aku cuma butuh informasi lebih banyak dulu. ๐Ÿค”
 
Makasih kaya Menteri Agama ya ๐Ÿ™, NU memang salah satu organisasi yang serius banget dalam menjaga toleransi dan moderasi di Indonesia. tapi sapa sih yang bilang kalau liberal itu sama dengan kelompok yang menyamakan perbedaan? itu gak cuma benar-benar tidak jelas ya ๐Ÿค”

itu kaya, Menteri Agama bilang NU yang konsisten dalam mengusung moderasi umat, tapi siapa yang bilang kalau liberal itu sama dengan kelompok yang membeda-bedakan persamaan? itu gak masuk akal juga ๐Ÿ™„
 
kembali
Top