Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadirkan pidato sambutan di acara peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) yang bertempat di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Ia memuji NU karena selalu berusaha menegakkan toleransi dan moderasi dalam beragama. Menurutnya, NU tidak akan pernah menyamakan sesuatu yang berbeda dan juga tidak akan pernah membeda-bedakan sesuatu yang sama.
"Kita berharap Nahdlatul Ulama di masa depan tetap konsisten untuk mengusung moderasi umat," ujar Nasaruddin. Ia menjelaskan bahwa dalam beragama, sepatutnya masyarakat yang berbeda-beda keyakinan tidak saling memaksakan pilihan yang berbeda.
Sementara itu, kelompok yang kerap menyamakan perbedaan adalah kelompok yang tergolong liberal. Sedangkan kelompok yang selalu membeda-bedakan persamaan adalah juga kelompok yang tergolong liberal.
"NU membiarkan yang berbeda itu beda, dan membiarkan yang sama itu sama. Kita hidup rukun damai dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutupnya.
"Kita berharap Nahdlatul Ulama di masa depan tetap konsisten untuk mengusung moderasi umat," ujar Nasaruddin. Ia menjelaskan bahwa dalam beragama, sepatutnya masyarakat yang berbeda-beda keyakinan tidak saling memaksakan pilihan yang berbeda.
Sementara itu, kelompok yang kerap menyamakan perbedaan adalah kelompok yang tergolong liberal. Sedangkan kelompok yang selalu membeda-bedakan persamaan adalah juga kelompok yang tergolong liberal.
"NU membiarkan yang berbeda itu beda, dan membiarkan yang sama itu sama. Kita hidup rukun damai dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutupnya.