Pernyataan tegas Prabowo untuk bertarung pada Pilpres 2029 menjadi sinyal bahwa pemimpin Gerindra itu siap melawan. Ia tidak sabar-sabar menghadapi lawan politiknya dan bukan main-main, ia akan memberi peringatan yang jelas kepada masyarakat. Pernyataan Prabowo menunjukkan bahwa ia sudah siap untuk melawan musuh imajiner yang diciptakannya. Ia tidak ingin muncul di hadapan umum dengan wajah lemah-lembek dan terpaksa mengakui kesalahan-kesalahan pemerintahannya.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung soal kebocoran anggaran di tubuh BUMN. Ia menegaskan para mantan pimpinan BUMN harus bertanggung jawab dan bersiap menghadapi proses hukum jika ditemukan pelanggaran. Pernyataan itu, adalah tanda-tandanya ia akan mempertahankan kekuasaannya.
Pernyataan Prabowo yang menantang lawan politiknya ini bisa diartikan bahwa tidak semua orang boleh mengkritik dirinya. Ia hanya boleh mengkritik oleh mereka yang berpengaruh dan punya kekuatan secara politik. Jika kita tahu sendiri kalau [tantangan] itu bukan [untuk] kebanyakan dari kita. Mayoritas dari kita adalah rakyat biasa yang tidak punya pengaruh yang besar, tidak punya partai politik, dan tidak punya kekuatan kapital yang besar.
Pernyataan Prabowo ini membuat para analis politik merasa bahwa pemimpin Gerindra itu akan berjuang keras untuk mempertahankan kekuasaannya. Pada Pilpres 2029 nanti, Prabowo harus siap menghadapi berbagai tantangan mulai dari internal maupun eksternal.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung soal kebocoran anggaran di tubuh BUMN. Ia menegaskan para mantan pimpinan BUMN harus bertanggung jawab dan bersiap menghadapi proses hukum jika ditemukan pelanggaran. Pernyataan itu, adalah tanda-tandanya ia akan mempertahankan kekuasaannya.
Pernyataan Prabowo yang menantang lawan politiknya ini bisa diartikan bahwa tidak semua orang boleh mengkritik dirinya. Ia hanya boleh mengkritik oleh mereka yang berpengaruh dan punya kekuatan secara politik. Jika kita tahu sendiri kalau [tantangan] itu bukan [untuk] kebanyakan dari kita. Mayoritas dari kita adalah rakyat biasa yang tidak punya pengaruh yang besar, tidak punya partai politik, dan tidak punya kekuatan kapital yang besar.
Pernyataan Prabowo ini membuat para analis politik merasa bahwa pemimpin Gerindra itu akan berjuang keras untuk mempertahankan kekuasaannya. Pada Pilpres 2029 nanti, Prabowo harus siap menghadapi berbagai tantangan mulai dari internal maupun eksternal.