Banyak pekerja kantoran mengalami fenomena politik kantor, meskipun tidak sadarinya. Politik kantor berkembang dari dinamika manusia yang membawa kepentingan, emosi, dan persepsi ke dalam ruang kerja. Fenomena ini bisa dihindari dengan memahaminya, sehingga kita dapat menciptakan jarak yang sehat untuk bersikap lebih sadar dan paham kapan harus terlibat dan kapan cukup mengamati.
Politik kantor juga dikenal sebagai workplace politics atau office politics. Ini adalah proses memanfaatkan jejaring sosial, hubungan, dan dinamika kekuasaan untuk memengaruhi perubahan, keputusan, serta posisi seseorang di lingkungan kerja.
Dalam dunia kantor ini berlaku dua jenis politik yang satu bersifat positif dan satu lagi tidak. Politik positif terjadi saat organisasi dapat menghasilkan pengaruh positif dalam menciptakan kerja sama tim, meningkatkan motivasi serta mendorong perkembangan karier bagi pegawai.
Pengalaman ini sering melibatkan interaksi interpersonal yang baik, berkomunikasi secara efektif dengan atasan dan mengemukakan diri dengan adil dan tulus. Karyawan yang memiliki keterampilan sosial, dapat menjalin hubungan yang positif dan saling memahami di dalam kerja sama.
Sementara itu, politik kantor negatif terjadi ketika organisasi tersebut menimbulkan berbagai masalah seperti kebocoran informasi, stres karyawan, perebutan posisi jabatan atau membangun hubungan yang tidak positif. Politik ini cenderung mengutamakan kepentingan sendiri tanpa mempertimbangkan kesempatan yang sama bagi setiap karyawati.
Ketika terjadi politik kantor negatif, itu dapat memberikan dampak buruk pada organisasi dan karyawan. Dampaknya antara lain adalah stres dan kesulitan dalam menemukan kepercayaan diri. Meskipun berpotensi mengganggu kinerja kerja dan membuat pekerja kurang produktif, politik ini juga dapat menyebabkan hubungan tim menjadi tidak baik.
Dalam melawan politik kantor yang buruk di tempat kerja, ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan: pertama, tetap bersikap tenang. Ketika kamu menghadapi situasi tersebut dengan emosional, berisiko memperburuknya. Kedua, untuk menguatkan adanya indikasi politik kantor, kamu perlu mengumpulkan bukti sebanyak-banyaknya. Dokumentasikan pula informasi pentingnya, termasuk waktu, lokasi, dan orang-orang yang terlibat.
Pertimbangkan juga apakah kamu sendiri menjadi bagian dari dinamika politik kantor tersebut atau tidak. Ketiga, cari kejelasan mengenai motif atau tindakan seseorang. Keempat, dorong komunikasi terbuka dan jujur bersama orang-orang yang terlibat. Kelima, bicarakan dengan rekan kerja atau atasan yang tepercaya untuk mendapatkan support. Keenam, jika masih berlanjut, lakukan dialog empat mata untuk menemukan solusinya. Ketujuh, libatkan SDM atau manajemen kantor agar dapat melakukan mediasi dan menyelidiki permasalahan yang terjadi.
Terakhir, utamakan kesehatan fisik dan emosi kamu jika sudah mengganggu.
Politik kantor juga dikenal sebagai workplace politics atau office politics. Ini adalah proses memanfaatkan jejaring sosial, hubungan, dan dinamika kekuasaan untuk memengaruhi perubahan, keputusan, serta posisi seseorang di lingkungan kerja.
Dalam dunia kantor ini berlaku dua jenis politik yang satu bersifat positif dan satu lagi tidak. Politik positif terjadi saat organisasi dapat menghasilkan pengaruh positif dalam menciptakan kerja sama tim, meningkatkan motivasi serta mendorong perkembangan karier bagi pegawai.
Pengalaman ini sering melibatkan interaksi interpersonal yang baik, berkomunikasi secara efektif dengan atasan dan mengemukakan diri dengan adil dan tulus. Karyawan yang memiliki keterampilan sosial, dapat menjalin hubungan yang positif dan saling memahami di dalam kerja sama.
Sementara itu, politik kantor negatif terjadi ketika organisasi tersebut menimbulkan berbagai masalah seperti kebocoran informasi, stres karyawan, perebutan posisi jabatan atau membangun hubungan yang tidak positif. Politik ini cenderung mengutamakan kepentingan sendiri tanpa mempertimbangkan kesempatan yang sama bagi setiap karyawati.
Ketika terjadi politik kantor negatif, itu dapat memberikan dampak buruk pada organisasi dan karyawan. Dampaknya antara lain adalah stres dan kesulitan dalam menemukan kepercayaan diri. Meskipun berpotensi mengganggu kinerja kerja dan membuat pekerja kurang produktif, politik ini juga dapat menyebabkan hubungan tim menjadi tidak baik.
Dalam melawan politik kantor yang buruk di tempat kerja, ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan: pertama, tetap bersikap tenang. Ketika kamu menghadapi situasi tersebut dengan emosional, berisiko memperburuknya. Kedua, untuk menguatkan adanya indikasi politik kantor, kamu perlu mengumpulkan bukti sebanyak-banyaknya. Dokumentasikan pula informasi pentingnya, termasuk waktu, lokasi, dan orang-orang yang terlibat.
Pertimbangkan juga apakah kamu sendiri menjadi bagian dari dinamika politik kantor tersebut atau tidak. Ketiga, cari kejelasan mengenai motif atau tindakan seseorang. Keempat, dorong komunikasi terbuka dan jujur bersama orang-orang yang terlibat. Kelima, bicarakan dengan rekan kerja atau atasan yang tepercaya untuk mendapatkan support. Keenam, jika masih berlanjut, lakukan dialog empat mata untuk menemukan solusinya. Ketujuh, libatkan SDM atau manajemen kantor agar dapat melakukan mediasi dan menyelidiki permasalahan yang terjadi.
Terakhir, utamakan kesehatan fisik dan emosi kamu jika sudah mengganggu.