Pemerintahan yang berdasar pada nilai-nilai keadilan dan kesetaraan tidak akan pernah selesai, kata Megawati dalam pidatonya saat menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University, Arab Saudi. Pemberdayaan perempuan merupakan faktor penentu kualitas negara, menurutnya.
Megawati menyatakan bahwa pemerintahan yang tidak melibatkan perempuan dalam proses pengambilan keputusan akan kehilangan keseimbangan sosial, moral, dan peradabannya. Negara yang besar adalah negara yang mampu menghimpun seluruh potensi kemanusiaannya, kata dia.
Presiden RI Kelima tersebut juga menekankan bahwa pemerintahan yang adil dan efektif tidak dapat dibangun dengan mengecualikan perempuan dari proses pengambilan keputusan. Pemberdayaan perempuan bukanlah ancaman terhadap nilai, budaya, atau tradisi, melainkan syarat bagi negara yang percaya pada masa depannya sendiri.
"Negara yang menyingkirkan perempuan dari pusat tanggung jawab publik pada akhirnya akan kehilangan keseimbangan dan legitimasi moralnya sendiri," kata Megawati.
Megawati menyatakan bahwa pemerintahan yang tidak melibatkan perempuan dalam proses pengambilan keputusan akan kehilangan keseimbangan sosial, moral, dan peradabannya. Negara yang besar adalah negara yang mampu menghimpun seluruh potensi kemanusiaannya, kata dia.
Presiden RI Kelima tersebut juga menekankan bahwa pemerintahan yang adil dan efektif tidak dapat dibangun dengan mengecualikan perempuan dari proses pengambilan keputusan. Pemberdayaan perempuan bukanlah ancaman terhadap nilai, budaya, atau tradisi, melainkan syarat bagi negara yang percaya pada masa depannya sendiri.
"Negara yang menyingkirkan perempuan dari pusat tanggung jawab publik pada akhirnya akan kehilangan keseimbangan dan legitimasi moralnya sendiri," kata Megawati.