Megawati menanggapi kejadian penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya oleh Amerika Serikat (AS), di mana ia melihat tindakan itu sebagai wujud neokolonialisme serta imperialisme modern. Menurutnya, tindakan tersebut melanggar Piagak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN) maupun prinsip dasar hubungan internasional.
Megawati menekankan bahwa demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak, dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa. Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia konsisten menentang imperialisme dalam bentuk apa pun, seperti yang digagas Presiden ke-1 Soekarno dalam Konferensi Asia Afrika.
PDI Perjuangan menyerukan penyelesaian konflik internasional melalui dialog, diplomasi, dan hukum internasional, bukan melalui kekerasan yang hanya memperpanjang penderitaan rakyat sipil. Sementara itu, AS di bawah kendali Presiden AS Donald Trump melakukan operasi militer terhadap Venezuela yang diberi sandi "Operation Absolute Resolve" pada Sabtu (3/1/2026), yang menangkap Nicolas Maduro dan istrinya di kediaman mereka.
Megawati mengemukakannya, bahwa tindakan AS itu merupakan pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional. Ia juga menekankan bahwa Indonesia menolak keras tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain.
Megawati menekankan bahwa demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak, dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa. Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia konsisten menentang imperialisme dalam bentuk apa pun, seperti yang digagas Presiden ke-1 Soekarno dalam Konferensi Asia Afrika.
PDI Perjuangan menyerukan penyelesaian konflik internasional melalui dialog, diplomasi, dan hukum internasional, bukan melalui kekerasan yang hanya memperpanjang penderitaan rakyat sipil. Sementara itu, AS di bawah kendali Presiden AS Donald Trump melakukan operasi militer terhadap Venezuela yang diberi sandi "Operation Absolute Resolve" pada Sabtu (3/1/2026), yang menangkap Nicolas Maduro dan istrinya di kediaman mereka.
Megawati mengemukakannya, bahwa tindakan AS itu merupakan pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional. Ia juga menekankan bahwa Indonesia menolak keras tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain.