Megawati menuduh Amerika Serikat (AS) melakukan neokolonialisme dan imperialisme modern dalam mengambil alih kewenangan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Kekacauan itu dilakukan oleh AS di bawah presiden Donald Trump, yang menyatakan bahwa AS akan mengelola transisi kekuasaan di negara Amerika Selatan tersebut.
"Saya sangat mengecam bentuk-bentuk intervensi militer AS di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Maduro dan istrinya. Itu tidak sah, itu melanggar kedaulatan bangsa lain," kata Megawati selama upacara peringatan hari ulang tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Ancol, Jakarta.
Megawati menilai, AS melakukan tindakan tersebut untuk memperoleh kendali lebih dalam kepolitikan Venezuela. Ini merupakan bentuk neokolonialisme yang menyinggung prinsip dasar hubungan internasional dan Piagak Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Megawati juga menyatakan, PDI-P menentang penanganan kekerasan oleh AS melalui operasi militer. Pada akhirnya, ini hanya memperpanjang penderitaan rakyat sipil dan tidak membangun perdamaian.
"Saya sangat mengecam bentuk-bentuk intervensi militer AS di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Maduro dan istrinya. Itu tidak sah, itu melanggar kedaulatan bangsa lain," kata Megawati selama upacara peringatan hari ulang tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Ancol, Jakarta.
Megawati menilai, AS melakukan tindakan tersebut untuk memperoleh kendali lebih dalam kepolitikan Venezuela. Ini merupakan bentuk neokolonialisme yang menyinggung prinsip dasar hubungan internasional dan Piagak Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Megawati juga menyatakan, PDI-P menentang penanganan kekerasan oleh AS melalui operasi militer. Pada akhirnya, ini hanya memperpanjang penderitaan rakyat sipil dan tidak membangun perdamaian.