Megawati Soekarnoputri, ketua umum PDI Perjuangan (PDIP), memanggil kembali sikap kritis dan pengawasan dalam menghadapi kekuasaan. Dia menekankan pentingnya mengandalkan data dan fakta, bukan emosi atau serangan pribadi, dalam menjaga martabat politik partai.
Mengatakan hal ini, Megawati berharap kritik terhadap pemerintah harus tetap berdasarkan pada kenyataan dan pengalaman rakyat. Dia tidak menginginkan pertempuran pribadi atau emosi yang dapat membuat kita kehilangan watak kenegaraan.
Tampaknya, perjuangan PDIP bukanlah pertempuran dengan pemerintah, melainkan perjuangan gagasan dan kekuatan moral untuk memastikan kebijakan negara tetap dekat dengan kepentingan rakyat Marhaen. Sebagai partai penyeimbang, PDIP bertugas memastikan bahwa kebijakan negara tidak melepaskan wawah dari kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial.
Menurut Megawati, kritik terhadap pemerintah harus berdasarkan data, pengalaman nyata rakyat, dan nilai ideologis. Dia tidak ingin PDIP menjadi objek provokasi emosional yang dapat merusak martabat politik partai itu sendiri.
Megawati juga menekankan pentingnya diskursus politik nasional yang lebih inklusif, bukan hanya fokus pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Dia ingin partai PDIP menjadi tempat rakyat mencari keadilan, terutama ketika negara tampak kuat secara institusi namun kurang memberikan rasa keadilan kepada rakyat.
Terakhir, Megawati menginginkan PDIP dapat berbasis pada kepercayaan, partisipasi, dan kesadaran politik rakyat, bukan hanya tergantung pada kedekatan dengan kekuasaan.
Mengatakan hal ini, Megawati berharap kritik terhadap pemerintah harus tetap berdasarkan pada kenyataan dan pengalaman rakyat. Dia tidak menginginkan pertempuran pribadi atau emosi yang dapat membuat kita kehilangan watak kenegaraan.
Tampaknya, perjuangan PDIP bukanlah pertempuran dengan pemerintah, melainkan perjuangan gagasan dan kekuatan moral untuk memastikan kebijakan negara tetap dekat dengan kepentingan rakyat Marhaen. Sebagai partai penyeimbang, PDIP bertugas memastikan bahwa kebijakan negara tidak melepaskan wawah dari kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial.
Menurut Megawati, kritik terhadap pemerintah harus berdasarkan data, pengalaman nyata rakyat, dan nilai ideologis. Dia tidak ingin PDIP menjadi objek provokasi emosional yang dapat merusak martabat politik partai itu sendiri.
Megawati juga menekankan pentingnya diskursus politik nasional yang lebih inklusif, bukan hanya fokus pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Dia ingin partai PDIP menjadi tempat rakyat mencari keadilan, terutama ketika negara tampak kuat secara institusi namun kurang memberikan rasa keadilan kepada rakyat.
Terakhir, Megawati menginginkan PDIP dapat berbasis pada kepercayaan, partisipasi, dan kesadaran politik rakyat, bukan hanya tergantung pada kedekatan dengan kekuasaan.