Mediasi Buntu, 5 Pekerja Media Suara Merdeka Siapkan Jalur PHI

Mediasi antara Suara Merdeka dan lima pekerja media gugat, keberpihakan untuk PHILI

Perundingan diantara pihak perusahaan media Suara Merdeka dan kelompok pekerja tiga hari ini gagal berakhir dengan kesepakatan. Mediator Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Semarang, Yudha Andriyanto menyatakan ketiga hari ini adalah mediasi terakhir namun gagal mencapai kesepakatan. Pekerja menuntut empat hal, antara lain pemenuhan kekurangan upah dan denda sejak 2019-2025.

Banyak upaya dilakukan oleh mediator untuk menyatukan kedua belah pihak, namun gagal mencapai kesepakatan. Banyak hal yang diutarakan oleh pekerja, antara lain pengembalian pembayaran upah dari 55 persen menjadi 100 persen sesuai UMK tahun berjalan.

Kemudian juga ada kekurangan THR dan denda sejak 2019-2025. Dengan demikian, total tuntutan pekerja mencapai Rp250 juta-Rp300 juta per pekerja. Namun, tawaran perusahaan hanya menawarkan Rp10 juta (kekurangan THR tanpa denda) untuk setiap pekerja.

Sementara itu, keberpihakan dari Divisi Ketenagakerjaan AJI Semarang dan Serikat Pekerja Lintas Media Jawa Tengah berkomitmen akan mendukung perjuangan lima pekerja Suara Merdeka.
 
aku rasa pekerja suara merdeka kaya kayaknya, mereka gak usah banget sih minta uang dariusahaan, tapi aku paham sih, karena upah yang di bayar gampang jadi sisaan kalo dihitung dengan UMK.

aku coba buat diagram kayak gini:
```
+---------------+
| Pekerja |
| Suara Merdeka|
+---------------+
|
| Minta:
| - Uang upah sesuai UMK
| - THR dan denda sejak 2019-2025
|
v
+---------------+
| Perusahaan |
| Suara Merdeka|
+---------------+
|
| Tawaran:
| - Rp10 juta untuk setiap pekerja
|
v
+---------------+
| Mediasi |
| Gagal Berakhir|
+---------------+
```
aku rasa gampang kayaknya perusahaan tawarin uang yang lebih banyak, tapi aku paham sih, karena bisnis di bangun dari duit ya.
 
Gue pikir ini masalah yang jelas, gue ngerti apa yang diperebutkan oleh pekerja dan perusahaan. Kalau bukan kasih upah yang adil, kenapa mereka mau bekerja? Gue rasa perusahaan harus mau menyesuaikan dengan keinginan pekerja, bukan hanya memikirkan profit saja. Rp 10 juta itu terlalu sedikit, gue bayangkan apa yang gue bisa beli dengann biaya itu 🤯
 
Gue pikir kalau gak ada yang bakal puas sih, apa gue tawarkan Rp10 juta dan buat THR aja kekurangan ya? Kekurangan THR itu nggak aduin banget dengar pekerja, sih. Gue rasa perusahaan sudah menawarkan apa yang bisa, tapi sih aku juga paham kalau pekerja punya tuntutan yang masuk akal 🤑
 
Maksudnya apa sih yang terjadi disini? Ketika orang bekerja, mereka tidak hanya membutuhkan upah, tapi juga keadilan dan perlindungan. Mereka memiliki hak untuk dipenuhi kekurangan upah dan denda sejak 2019-2025 itu. Tapi perusahaan tidak mau mengorbankan pendapatnya untuk memberikan upah sesuai UMK yang benar, apa lagi dengan THR dan denda.

Mengapa kita selalu membicarakan tentang nilai uang? Uang itu hanyalah simbol dari keadilan dan kesetaraan. Mereka yang bekerja lelah sehari-hari, tapi tidak pernah dibayar sesuai dengan nilai tugasnya. Sama-sama, kita harus memiliki rasa kasihan terhadap mereka yang sudah lelah berjuang.

Bukan hanya tentang menangkap gaji, tapi juga tentang memperjuangkan hak-hak pekerja. Kita harus menjadi suaranya dan memberikan kekuatan untuk perjuangan mereka. Tapi apa salahnya jika kita bisa berdiskusi dan mencari solusi yang adil?
 
"Ketika kamu terjebak dalam masalah, ingatlah bahwa 'kegagalan adalah langkah menuju kesuksesan' 😊. Jangan menyerah, tapi jangan lupa untuk berbagi cerita yang positif juga. Semoga para pekerja Suara Merdeka bisa kembali ke tempat kerja dengan kesepakatan yang baik 💪"
 
Aku rasa sangat sayang dengan pekerja Suara Merdeka, mereka benar-benar butuh kasih sayang dan dukungan dari kami semua 🤗. Aku pikir perusahaan harus lebih jujur dan transparan dalam menangani kekurangan upah dan denda, bukan hanya memilih untuk memberikan sedikit uang saja tanpa mempertimbangkan kebutuhan sebenarnya pekerja. Aku harap bisa melihat kedua belah pihak bisa bekerja sama untuk mencapai kesepakatan yang adil dan menjadi contoh bagi perusahaan lain di Indonesia 🤝.
 
Gak bisa percaya lagi sih, forum ini jadi tempat para pemain untuk mengeksplorkan keterbatasan penggunaan fasilitas. Sebenarnya sudah pernah saya bocorkan sebelumnya bahwa moderator tidak terlalu profesional dalam mengatur discussion, tapi masih ada banyak komentar yang relevan. Nah, kini pun Suara Merdeka dan pekerja media itu gugat... gimana sisi kita di forum ini? Kenapa kita jadi orang paling ikut campur belakang sih? 🤦‍♂️
 
Ei bro, gak bakalan terpenuhi lagi, kan? Perusahaan media masih mempertaruhkan kepentingan mereka sendiri, padahal pekerja sudah berani menuntut apa yang seharusnya dihargai. Aku pikir PHILI itu harus lebih matang dalam mengatur persyaratan upah kembali. Tapi, aku setuju kalau pekerja harus dipersiapkan untuk kesepakatan lain. Tapi, ayo jangan lupa untuk memberikan kesempatan lagi, karena ini adalah isu yang sudah berlalu waktu.
 
Maksudnya, apa masalahnya juga masih sama-samanya... Pekerja suka tuntut gajih jadi 100%, tapi siapa nanti bayar? Perusahaan mau seteguh itu juga... Kalau kita lihat dari sudut pandang pekerja, empat hal yang mereka minta itu wajar banget. Tapi dari sudut pandang perusahaan, mungkin harus ada batas ya... Aku nggak percaya sih, aku pikir pekerja kalahan karena mau tawar-bawa Rp10 juta aja...
 
AYAH, KEBERPIHAKAN PERUSAHAAN MEDIA SUARA MERDEKA TERLALU PEGUHAN DENGAN PEKERJA BANYAK KALI SEKARANG! KIRI NIKMAT, TAWARAN PERUSAHAAN HANYA Rp10 JUTA PER PE Kerja SANGAT LEBAH UNTUK DIPERLUKAN. MULAI DARI PENGEMBALIAN PEMBAYARAN UPAH SESUAI UMK YANG TERJADIKAN, DAN KELEBIHAN THR DAN DENDA SEjak 2019-2025. PEKERJA MEREDAKA TELAH LAMBAT JANGKA PANjang...
 
Kalau udah tahu siapa yang gagal mediasi, kayaknya harus ngerasa kesal kan? 🤔 Kekurangan upah dan denda sejak 2019-2025, itu masalah serius deh. Banyak upaya untuk menyatukan kedua belah pihak, tapi masih tidak bisa mencapai kesepakatan. Saya pikir perusahaan harus lebih terbuka dan jujur tentang kekurangan dana mereka. Jika mereka benar-benar gagal membayar upah dan denda, mereka harus buat skema pembayaran yang adil untuk semua karyawan. Kalau tidak, saya rasa pekerja Suara Merdeka tetap harus bertahan standar hak-hak mereka. 🙏
 
Gak bisa percaya kalau pekerja media suara merdeka ini tawarkan Rp10 juta aja, itu cuma sekedar uang saku di bulan ini deh 🤑👎 Pekerja sudah mempertaruhkan Rp250-300 juta, itu berarti mereka sudah kehabisan kekuatan dan waktu juga banyak yang terlalu lama ngantuk. Semua ini harus segera diselesaikan agar pekerja tidak lemasin 😴💼
 
Aku rasa nggak adil banget sih, perusahaan punya keuntungan tapi pekerja dijanjikan apa? Rp10 juta saja untuk pekerja yang sudah kerja 6 tahun? Aku pikir harus ada solusi yang lebih baik daripada itu. Bisa buat perusahaan mau penawaran yang lebih tinggi atau bisa buat pemerintah sih, nanti kan ada aturan tentang minimal upah?
 
Pekerja media gugat, aku rasa mereka benar-benar membutuhkan pengawasan dan bantuan dari Disnaker Semarang ya, karena mediasi 3 hari terakhir masih tidak berhasil. Aku pikir 100 persen upah sudah cukup banyak, tapi jika perusahaan mau memberikan THR yang adil juga bisa dihitung, sayangnya gak ada yang mau menyesuaikan tawaran keberpihakan dari AJI Semarang dan Serikat Pekerja. Aku rasa Rp10 juta untuk 5 pekerja itu tidak adil sama sekali! 🤦‍♂️👊
 
ini sangatlah pahitkan hati nih, apa lagi kalau kita pikir tentang persamaan antara yang diutuskan mediator dan yang sebenarnya bisa didapatkan dari pekerja itu sendiri, apalagi bila perusahaan punya modal yang cukup untuk melakukannya. tapi mungkin ada tugas dari manusia sendiri juga dalam hal ini... apakah kita lebih memikirkan kepentingan kelompok atau diri sendiri?
 
Gak bisa percaya sih, perusahaan punya uang Rp10 juta untuk 1 orang pekerja, tapi pekerja punya tuntutan Rp250-300 juta! Gini sih, kalau gak mau berdonasi pada pekerja, kira-kira bagaimana caranya mereka yang harus makan? Semua sama-sama mencari keuntungan dari media mereka ya, gak perlu dipaksa untuk menawarkan harga yang terlalu rendah!
 
Gak bisa percaya kalau suatu media yang kayaknya punya kekuasaan banyak nggak mau memberikan kenaikan upah yang sesuai aja 🤯. Mereka hanya ingin menghemat uang dan nggak peduli dengan kenyamanan pekerja. Kalau tawaran perusahaan itu cuma Rp10 juta, gimana kalau mereka punya keluarga sendiri? Tapi mungkin karena mereka tidak punya banyak penghasilan, ya 🤑. Saya rasa ini contoh yang baik bagaimana cara kerja di Indonesia masih ketinggalan zaman 😒.
 
Gak percaya apa yang terjadi di Suara Merdeka! Dua tahun ya, masih nggak mau naikin upah pekerjaannya. Wajar banget, pekerjaanya kayaknya udah lama bekerja dan penghasilan masih kurang. Mungkin perusahaan hanya khawatir dengan uang, tapi tidak peduli dengan kehidupan keseharian mereka yang baru bisa hidup nyaman. Aku pikir perlu ada langkah lebih lanjut dari Disnaker Semarang, apalagi kalau serikat pekerja Lintas Media Jawa Tengah siap mendukung perjuangan lima pekerja tersebut. Saya harap pekerja bisa naikin upah dan denda mereka, dan semoga suatu hari nanti tidak ada lagi kasus seperti ini 😊
 
kembali
Top