Masyarakat sipil dari berbagai negara berkumpul di depan gedung COP30 Brasil, di Belem, pada Selasa (11/11) pagi. Mereka melakukan aksi unjuk rasa untuk mengekspresikan ketidakpuasan atas sikap dunia yang terus menghasilkan emisi gas rumah kaca dan tidak melakukan upaya yang cukup untuk mengurangi emisi tersebut.
Mereka mengkritisi bahwa pasar karbon yang ditampilkan di COP30 ini adalah "mitos belaka" yang tidak akan menyelesaikan krisis iklim. Menurut Kirtana Chandrasekaran, asal India dari organisasi Friends of The Earth International, kebanyakan kredit karbon yang diperdagangkan di pasar karbon ini tidak memiliki nilai yang sesungguhnya.
"Perusahaan bahan bakar fosil dapat terus menghasilkan emisi, tetapi entah bagaimana mereka akan menurunkan emisi dengan menanam pohon, dengan merampas tanah dari masyarakat adat," kata Kirtana. "Itu mitos belaka."
Selain itu, Kirtana juga menegaskan bahwa solusi yang ditampilkan di COP30 ini tidak akan cukup untuk mengatasi krisis iklim. Ia berharap bahwa pemerintah dan perusahaan-perusahaan besar harus melakukan upaya yang lebih serius untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Aksi unjuk rasa ini merupakan bagian dari upaya masyarakat sipil untuk menekankan pentingnya perubahan strategis dalam menangani krisis iklim. Mereka berharap bahwa aksi ini dapat menarik perhatian dunia akan pentingnya mengurangi emisi dan meningkatkan kesadaran tentang dampak perubahan iklim.
Mereka mengkritisi bahwa pasar karbon yang ditampilkan di COP30 ini adalah "mitos belaka" yang tidak akan menyelesaikan krisis iklim. Menurut Kirtana Chandrasekaran, asal India dari organisasi Friends of The Earth International, kebanyakan kredit karbon yang diperdagangkan di pasar karbon ini tidak memiliki nilai yang sesungguhnya.
"Perusahaan bahan bakar fosil dapat terus menghasilkan emisi, tetapi entah bagaimana mereka akan menurunkan emisi dengan menanam pohon, dengan merampas tanah dari masyarakat adat," kata Kirtana. "Itu mitos belaka."
Selain itu, Kirtana juga menegaskan bahwa solusi yang ditampilkan di COP30 ini tidak akan cukup untuk mengatasi krisis iklim. Ia berharap bahwa pemerintah dan perusahaan-perusahaan besar harus melakukan upaya yang lebih serius untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Aksi unjuk rasa ini merupakan bagian dari upaya masyarakat sipil untuk menekankan pentingnya perubahan strategis dalam menangani krisis iklim. Mereka berharap bahwa aksi ini dapat menarik perhatian dunia akan pentingnya mengurangi emisi dan meningkatkan kesadaran tentang dampak perubahan iklim.