Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, mengatakan perusahaan harganya telah memasuki pasar modal dan mengumpulkan beberapa saham. Namun, langkah tersebut tidak diumumkan secara besar-besaran untuk mencegah spekulasi yang distorsi pasar.
Saat menghadiri acara Prasasti Economic Forum 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026), Pandu menyatakan bahwa Danantara sudah memulai berinvestasi di pasar modal setiap hari sejak akhir tahun lalu. Namun, ia tidak menyebutkan secara terbuka perusahaan yang menghargainya telah memasuki pasar.
Saat ditanyanggung tentang gejolak di pasar modal dalam dua hari terakhir, Pandu menyatakan bahwa Danantara akan tetap berinvestasi dengan strategi yang bijaksana. Keputusan investasi akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan sangat mempertimbangkan tiga kriteria utama, yaitu fundamental yang baik, likuiditas yang baik, serta nilai yang baik.
Menurut Pandu, barometer pasar modal adalah kepercayaan investor. Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas dan tegas dari regulator untuk menenangkan pasar. Ia mengatakan bahwa pasar modal adalah cara tercepat untuk mengekspresikan kepercayaan terhadap pasar.
Pandu mengakui bahwa tudingan adanya praktik "menggoreng saham" sering jadi sorotan para pelaku pasar modal. Namun, menurutnya, masalah mendasarinya adalah aturan main, bukan pada pelaku yang beroperasi di dalamnya.
Menurut Pandu, tanggung jawab untuk memperbaiki ekosistem pasar modal berada di tangan regulator. Ia mengatakan bahwa pelaku pasar, termasuk investor institusi seperti Danantara, hanya beroperasi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
"Kami hanya memainkan aturan main yang ada. Kalau Anda tidak suka aturan mainnya, ubahlah aturan mainnya. Ini kembali lagi ke regulator," katanya.
Pandu menggarisbawahi pemisahan peran yang jelas antara regulator sebagai penentu aturan dan pihaknya selaku investor. Ia berharap adanya pasar modal yang lebih dalam, sehat, dan baik.
Saat menghadiri acara Prasasti Economic Forum 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026), Pandu menyatakan bahwa Danantara sudah memulai berinvestasi di pasar modal setiap hari sejak akhir tahun lalu. Namun, ia tidak menyebutkan secara terbuka perusahaan yang menghargainya telah memasuki pasar.
Saat ditanyanggung tentang gejolak di pasar modal dalam dua hari terakhir, Pandu menyatakan bahwa Danantara akan tetap berinvestasi dengan strategi yang bijaksana. Keputusan investasi akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan sangat mempertimbangkan tiga kriteria utama, yaitu fundamental yang baik, likuiditas yang baik, serta nilai yang baik.
Menurut Pandu, barometer pasar modal adalah kepercayaan investor. Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas dan tegas dari regulator untuk menenangkan pasar. Ia mengatakan bahwa pasar modal adalah cara tercepat untuk mengekspresikan kepercayaan terhadap pasar.
Pandu mengakui bahwa tudingan adanya praktik "menggoreng saham" sering jadi sorotan para pelaku pasar modal. Namun, menurutnya, masalah mendasarinya adalah aturan main, bukan pada pelaku yang beroperasi di dalamnya.
Menurut Pandu, tanggung jawab untuk memperbaiki ekosistem pasar modal berada di tangan regulator. Ia mengatakan bahwa pelaku pasar, termasuk investor institusi seperti Danantara, hanya beroperasi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
"Kami hanya memainkan aturan main yang ada. Kalau Anda tidak suka aturan mainnya, ubahlah aturan mainnya. Ini kembali lagi ke regulator," katanya.
Pandu menggarisbawahi pemisahan peran yang jelas antara regulator sebagai penentu aturan dan pihaknya selaku investor. Ia berharap adanya pasar modal yang lebih dalam, sehat, dan baik.