Masih Banyak Lumpur, Aceh Tamiang Perpanjang Tanggap Darurat Bencana

Bencana Hidrometeorologi di Aceh Tamiang Masih Menjawab, Pemkab Perpanjang Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memperpanjang status masa tanggap darurat bencana hingga 3 Februari 2026. Bupati Armia Fahmi menandatangani surat keputusan dengan nomor 100.3.3.2/84/2026.

Kondisi daerah masih dipenuhi lumpur dan butuh penanganan ekstra agar mempercepat proses pemulihan, kata Jurua Bicara Pemkab, Agusliyana Devita. "Karena masih banyak wilayah yang lumpurnya belum tertangani, dan warga masih banyak yang di tenda-tenda," ucapnya.

Pihaknya dibantu pemerintah dan relawan berjibaku membersihkan lumpur di area objek vital hingga jalan umum menuju ke pedalaman. "Kita ingin maksimalkan dulu penanganan darurat untuk pembersihan lumpur di seluruh kawasan pemukiman," ucapnya.

Bencana ini juga merusak fasilitas publik, infrastruktur kesehatan dan rumah masyarakat di Aceh Tamiang. Total rumah yang rusak mencapai 37.888 unit. Jalan yang mengalami rusak berat sebanyak 723 kilometer (km) dan rusak sedang sepanjang 272,6 km.

Harta benda seperti sawah rusak seluas 7.529 hektar, kebun 713 hekter, perikanan 430,5 hektare, dan peternakan sebanyak 137.094 ekor. Total jembatan yang rusak sebanyak 31 jembatan. Fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang rusak sebanyak 192 unit.
 
aku rasa masih ada banyak hal yang harus diperbaiki di Aceh Tamiang, ternyata lumpur masih banyak banget dan warga masih banyak yang harus tinggal di tenda-tenda 🀯. aku pikir pemerintah perlu mempercepat proses pemulihan dengan memberikan bantuan lebih cepat dan efektif. tapi apa pun keputusan yang diambil, aku harap semuanya bisa kembali normal besoknya πŸ’ͺ.
 
😬 ini bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang masih memanggil, apa keberadaannya? memang terkesan luwes banget kondisi daerah di situ, lumpur dan masalahnya masih banyak banget! 🀯 perlu diwaspadai lagi dan pemerintah juga harus segera menyiapkan strategi yang efektif untuk mengatasi bencana ini. πŸ™ walaupun sudah dipersiapkan dengan baik oleh Pemkab dan relawan, tapi masih banyak area yang belum terselesaikan, seperti penanganan darurat dan pembersihan lumpur di area objek vital hingga jalan umum menuju ke pedalaman.

dan kalau kita lihat kondisi infrastruktur kesehatan dan rumah masyarakat di Aceh Tamiang, memang sangat memprihatinkan. banyak fasilitas publik yang rusak, jembatan yang jatuh, dan rumah masyarakat yang rusak juga banget! πŸ€• ini adalah kesempatan bagi kita untuk bersatu dan membantu pemerintah dan relawan dalam menghadapi bencana ini.

dan yang terpenting lagi, keberadaan bencana ini juga merusak kehidupan sosial masyarakat di Aceh Tamiang, banyak warga yang harus dipindahkan dari rumahnya karena rusak, dan banyak fasilitas publik yang tidak tersedia lagi. 🀝 kita harus berhati-hati dan memaafkan kalaupun terjadi kesalahan apa pun yang telah terjadi di situ.
 
Maksudnya lagi bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang? Jika masih banyak wilayah lumpurnya belum tertangani, apalagi dengan status masa tanggap darurat perpanjang sampai 3 Februari 2026, itu berarti warga tetap harus berlumpur di rumah mereka. Gak serius kau mau membersihin lumpur di jalan umum dan area objek vital? Bisa dong jadi pembersihan lumpur yang sembarangan gitu?
 
Maksudnya bencana ini masih menjawab? Apa mau dipikir lagi lagi... Dulu aja kita pikir sudah bisa berdiri kembali, tapi ternyata masih banyak lumpur banget di Aceh Tamiang... Kalau mau dipanjangkan masa tanggap darurat itu bagus juga, karena jadi bantuan lebih lama dan warga tidak terlalu berat... Tapi sayangnya fasilitas publik masih rusak-rusak, misalnya Fasyankes yang rusak banyak banget, itu benar-benar harus cepat dipulihkan...
 
Kalau mau nyambung lagi bencana di Aceh Tamiang ini, toh gak usah ngerasa marah juga sama pemerintah. Gue pikirnya, perlu kita fokus buat memulihkan daerah yang rusak itu, bukan memilih siapa yang salah. Kalau penanganan darurat udah panjang, tapi masih banyak lumpur yang belum ditangani, toh kalau tidak ngerasa nyaman juga untuk kembali ke pedalaman, toh apa salahnya? Yang penting, kita harus segera memulihkan infrastruktur, fasilitas kesehatan, dan rumah masyarakat. Kita harus ngikuti kebijakan yang sudah ada, bukan buat sendiri kebijakan baru.
 
Gak nyaman banget dengar kabar ini πŸ€•. Bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang masih gampang banget ngeliputi daerah, dan warga masih banyak yang tinggal di tenda-tenda. Apakah pemerintah kabupaten sudah siap buat penanganan darurat di masa depan?

Rumah-rumah yang rusak sebanyak 37.888 unit itu kayaknya jauh banget. Jalan-jalan yang rusak berat dan sedang juga gampang banget ngelalui, apa caranya bisa dipulihkan begitu saja? πŸ€”

Dan apa dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang rusak sebanyak 192 unit? Warga Aceh Tamiang udah butuh bantuan medis yang teka-teki banget. Kita harap pemerintah kabupaten bisa cepat buat solusi yang tepat. πŸ™
 
Ughhh, kabar Aceh Tamiang masih dipenuhi lumpur sih... bagaimana bisa gini masih terjadi di tahun 2026 ya? kayaknya perlu ada langkah yang lebih cepat untuk membersihkan daerah itu. 3 bulan lagi ini juga makin lama kita tunggu sih... apa salah dengan pemerintah kabupaten ini, gak punya ide lain buat cepatkan pemulihan?
 
Saya pikir ini bukti bahwa alam kita masih terus menguji kekuatan kita, kan? Bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang memang sangat berat, tapi apa yang kita lihat sekarang ini adalah kemampuan masyarakat kita untuk tetap bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi kesulitan. Ini juga bukti bahwa pemerintah masih terus berusaha untuk membantu masyarakat dan mempercepat proses pemulihan. Tapi, apa yang kita lakukan sekarang adalah membuat pertanyaan-pertanyaan, seperti bagaimana kita bisa lebih siap dalam menghadapi bencana seperti ini di masa depan? Dan bagaimana kita bisa memastikan bahwa tidak ada lagi masyarakat yang terkena dampaknya.
 
Gue pikir nggak usah kayak gini, banget bencana ngeblok daerah Aceh Tamiang. Tapi, sepertinya pemerintah benar-benar serious dengan proses pemulihan. Lagipulaa, dibantu relawan dan pemerintah, jadi nggak asal-asalan aja. Gue masih ragu2 kalau daerah yang lumpurnya belum tertangani, tapi mungkin nggak terlalu serius deh.
 
Wah, kondisi Aceh Tamiang gede banget ya! Bencana hidrometeorologi ini memang sangat berat dan harus diatasi dengan cepat. Saya rasa pemerintah kabupaten harus bisa segera menyelesaikan penanganan darurat lumpur dan memberi prioritas pada pemulihan infrastruktur seperti fasilitas kesehatan dan jalan umum.

Saya harap bupati dan tim relawan bisa bekerja sama dengan baik untuk mempercepat proses pemulihan. Mereka juga harus mampu mendampingi warga yang terdampak, karena banyak orang yang masih tinggal di tenda-tenda dan butuh bantuan ekstra.

Saya juga ingin memberikan simpati kepada para petani yang sawahnya rusak dan kebunnya longgar. Mereka harus bekerja keras untuk memulihkan tanaman dan tanah mereka.
 
Lama-langan lagi, nih πŸ€¦β€β™‚οΈ! Bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang masih jadi masalahnya 😩. Semua gubahan di daerah masih basah-basahan, makin sulit warga hidup ya πŸ˜“. Penanganan ekstra masih diperlukan agar proses pemulihan cepat ya πŸš€. Mesti ada bantuan lebih banyak dari pemerintah dan relawan untuk membersihkan lumpur di daerah objek vital dan jalan umum πŸ’ͺ.

Lupa juga sih totalnya rusaknya, yaitu 37.888 rumah, 723 km jalan yang rusak berat, 192 fasilitas pelayanan kesehatan... Totalnya aja nggak sabar-sabar 😩. Semoga semakin cepat daerah ini pulih dan warga bisa hidup nyaman lagi πŸ™.
 
Gue jadi penasaran, kenapa harus panjang waktu lagi? Gue pikir sudah cukup dengan waktu sementara ya... Tapi gue nonton video tentang bencana di Aceh Tamiang dan rasanya sangat berat, banyak rumah rusak dan fasilitas juga rusak. Kenapa harus begitu lama untuk membersihkan lumpur? Gue rasa sudah cukup dengan waktu 1 minggu aja, tapi gue tahu mungkin gue salah, karena pemerintah already panjang waktu lagi... Gue juga penasaran, kenapa banyak jembatan yang rusak? Dan apa itu Fasyankes yang rusak? Gue belum pernah dengar sebelumnya πŸ€”
 
Maaf banget nih, aku lagi berpikir tentang rumah susaka di Aceh Tamiang. Aku lihat foto-foto kebun yang rusak, dan aku pikir kayaknya itu bikin aku ingat kenangan masa kecilku saat merawat tanaman di taman sekolah. Aku suka banget merawat tanaman, membuatnya tumbuh lebih tinggi dan sehat. Tapi aku lupa nih bagaimana cara merawat tanaman yang tepat...
 
Gue rasa penanganan darurat ini kayak gak punya batas waktu, dah lebih panjang lagi 3 bulan aja? Lumpur masih banyak banget, gue rasa harus ada prioritas ya, jangan biarkan warga Aceh Tamiang terus-terusan dipengaruhi bencana ini.
 
iya aja, ini malah bikin kita bangga banget dengan relawan dan pemerintah yang berkeberangan untuk membantu warga Aceh Tamiang πŸ™Œ. cuma kayaknya harus diingat bahwa proses pemulihan ini membutuhkan waktu dan tenaga banyak, jadi kita juga harus sabar dan tidak terburu-buru ya 🀞.

saya lihat dari jumlah rumah yang rusak, tapi apa punya gampangannya? warga Aceh Tamiang malah bisa menggunakan kesempatan ini untuk membangun rumah baru yang lebih baik 🏠. dan gini kayaknya juga ada pihak yang membantu dengan membersihkan lumpur di area objek vital, tapi masih banyak tempat yang belum ditangani, jadi kita harus terus berharap untuk kebaikan orang lain 😊.

kita harap semuanya bisa kembali normal dan warga Aceh Tamiang bisa hidup nyaman lagi πŸ’•.
 
Gue nggak paham kenapa bencana ini masih terus muncul, tapi gue setuju dengan pemerintah ingin memperpanjang tanggap darurat ini. Tapi, seru banget lihat kondisi lumpur di daerah yang masih banyak genit lho! Gue rasa penanganan ekstra yang dibantu oleh relawan dan pemerintah ini cukup penting agar proses pemulihan bisa semakin cepat.

Gue juga sedih melihat fasilitas publik dan infrastruktur kesehatan yang rusak banget. Padahal, daerah ini sudah banyak dijarah sebelumnya, tapi masih terus muncul bencana seperti ini. Gue harap pemerintah bisa berikan solusi yang lebih efektif untuk menghadapi masalah ini.
 
Kadang kayaknya bencana ini masih belum jelas siapa yang bertanggung jawab... Semua giliran masyarakat dan pemerintah, kan? πŸ€” Mereka harus serius dalam menghadapi bencana ini dengan cepat dan efisien. Pulihnya Aceh Tamiang dari lumpur ini membutuhkan waktu yang lama, tapi kita harap pemerintahan kabupaten bisa memberikan prioritas yang tepat untuk penanganan darurat dan pemulihan. Saya harap mereka bisa menyusun rencana yang matang agar semuanya bisa berjalan dengan lancar πŸ™
 
Gue rasanya gue tidak percaya dengan kata-kata Bupati Armia Fahmi lagi, kayaknya dia masih lagi menghilangkan masalah di Aceh Tamiang πŸ˜’. Gue lihat kondisi daerah masih dipenuhi lumpur dan warga masih banyak yang di tenda-tenda, apa lagi keperluan gampangannya memperpanjang status masa tanggap darurat? Gue rasa dia hanya ingin memaksimalkan penanganan darurat tanpa solusi yang konstruktif untuk mengatasi masalah ini πŸ€¦β€β™‚οΈ. Dan yang paling gue tidak percaya, gue lihat banyak fasilitas publik dan infrastruktur kesehatan yang rusak, kayaknya dia tidak peduli dengan kehidupan warga πŸ˜”. Gue harap ada yang dapat memantau kondisi di Aceh Tamiang lebih dekat πŸ’‘.
 
Bencana di Aceh Tamiang kayaknya masih terlalu memakan waktu, siapa tahu kalau nanti sudah beres semua infrastruktur dan fasilitas publik di daerah tersebut. Saya rasa pemerintah harus punya rencana yang lebih matang untuk memulihkan daerah tersebut. Mungkin ada kegagalan dalam penanganan darurat sebelumnya, tapi kalau tidak nanti daerah tersebut akan semakin sulit untuk dipulihkan.
 
kembali
Top