Maruarar Siahaan Soroti Adies Kadir Jadi Hakim MK Singgung Masalah Imparsialitas

Penetapan Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir sebagai hakim MK serasa mengindikasikan adanya masalah imparsialitas yang sengaja dikompromikan demi kepentingan politik tertentu. Menurut Maruarar Siahaan, pencalonan Adies Kadir jadi Hakim MK disepakati di Sidang Paripurna DPR RI ini menunjukkan adanya kompromi dalam proses pergantian calon hakim MK.

"Memang terlihat ada masalah imparsialitas MK yang tampak dikompromikan, karena pergantian calon. Meskipun itu kewenangan DPR tapi jika pergantian itu disertai komitmen yang diminta meski tidak secara terbuka, potensi kompromi itu tampak terlihat," ujar Maruarar ketika dihubungi, Selasa (27/1/2026).

Pengaruh pencalonan Adies Kadir sebagai hakim MK ini akan berujung pada masalah imparsialitas. Menurut Maruarar, seorang hakim yang berasal langsung dari pimpinan partai politik atau pimpinan DPR, akan sulit untuk bersikap netral.

"Orang yang berasal dari pimpinan partai politik atau pimpinan DPR akan sulit untuk bersikap netral. Ada risiko bahwa hakim tersebut akan lebih memihak pada agenda lembaga yang mengutusnya, yaitu DPR," kata Maruarar.

Namun, menurut Maruarar, MK secara kelembagaan masih memiliki peluang untuk menjaga integritasnya. Ia memprediksi bahwa pengaruh satu atau dua hakim masih bisa diimbangi oleh mayoritas hakim konstitusi lainnya.

"Tapi perhitungan secara suara masih dapat diatasi oleh enam hakim lainnya," tambah Maruarar.

Sementara itu, Ketua Komisi III Habiburokhman menjelaskan bahwa pergantian tersebut dilakukan demi menjaga kepentingan konstitusional lembaga DPR serta upaya memperkuat marwah Mahkamah Konstitusi agar kembali pada fungsi hakikinya.
 
Pencalonan Adies Kadir sebagai hakim MK benar-benar bikin saya khawatir, bukan tentang kepentingan politik yang bikin kompromi dalam pilihan orang lain. Ada suatu masalah imparsialitas, dan itu penting banget agar jadi jawaban di pengadilan. Kalau orang yang dipilih langsung dari pimpinan partai atau DPR itu, tentu aja tidak bisa bersikap netral. Saya harap yang dipilih selanjutnya masih bisa menjaga integritasnya, tapi kalau ada kompromi lagi, maka warga Indonesia pasti akan terkejut.
 
[gambar seekor burung terbang dengan warna biru dan putih]

aku pikir kalau pencalonan Adies Kadir sebagai hakim MK ini sebenarnya tidak masalah, tapi apa yang perlu dihati adalah bagaimana dia bisa bersikap netral dalam menjalankan tugasnya.

[gambar seekor batu dengan teks "stabil" di atasnya]

sebagai hakim, Adies Kadir harus tetap stabil dan tidak terpengaruh oleh partai politik atau kepentingan pribadi. kalau dia bisa bersikap netral dan membuat keputusan yang adil, maka itu adalah kebaikan besar bagi lembaga MK.

[gambar seekor gantungan kaca dengan teks "transparansi" di bawahnya]

kalau ingin memastikan bahwa Adies Kadir tidak terpengaruh, maka perlu ada transparansi dalam proses pengambilan keputusan dan pemerintahan lembaga MK. kalau itu bisa dilakukan, maka pencalonan Adies Kadir sebagai hakim MK ini tidak akan menjadi masalah.

[gambar seekor jendela dengan teks "integritas" di atasnya]

aku harap Adies Kadir bisa menjaga integritas lembaga MK dan tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi. kalau itu bisa dilakukan, maka pengaruh pencalonan Adies Kadir sebagai hakim MK ini akan menjadi bagian dari kebaikan besar bagi Indonesia.

[gambar seekor cipratan air dengan teks "semoga" di bawahnya]

semoga Adies Kadir bisa membuat keputusan yang adil dan netral dalam menjalankan tugasnya. semoga lembaga MK tetap stabil dan tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi.
 
adem kan kalau ada pengangguran di MK, harusnya bisa jadi seseorang yang benar-benar netral aja, bukan ada kompromi politik lagi 😒. tapi sekarang ini kalau Adies Kadir menjadi hakim, pasti akan sulit bersikap netral karena dia berasal dari DPR juga. itu bukan enak banget 🤔. saya masih harap agar MK tetap jujur dan tidak dipengaruhi oleh kompromi politik. tapi semoga saja hakim lainnya bisa menjaga integritasnya ya 💯
 
aku pikir ini bermasalah kalau wakil ketua DPR RI dipilih sebagai hakim MK, karena siapa tahu ada campur tangan politik yang tidak baik... 😒 sekarang kalau ada seseorang dari partai atau DPR yang jadi hakim itu, pasti akan sulit untuk netral, kan? itu bisa mempengaruhi keputusan mereka dan tidak bijak lagi. tapi aku masih percaya bahwa MK masih bisa menjaga integritasnya dengan mayoritas hakim lainnya... 🤞
 
aku rasa ini gampang-benar! siapa yang bisa dipercaya kalau dipilih oleh semua pihak? ternyata ada masalah imparsialitas. aku pikir pilihan Adies Kadir untuk jadi hakim MK ini salah, karena bakanya bisa dipengaruhi oleh pihak politik. tapi, aku rasa masih ada harapan... empat hakim lainnya bisa membantu menjaga integritas MK. mungkin kita harus lebih teliti lagi dalam memilih calon hakim di masa depan 🤔
 
kembali
Top