Mardani PKS Usul Ambang Batas Parlemen Jadi 0,5 Persen

Angka ambang batas parlemen yang saat ini sekitar 4 persen, akan ditekan jadi 0,5 persen dalam RUU Pemilu 2026. Ini menurut Mardani Ali Sera, anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS.

Mengusulkan ambang batas parlemen menjadi 0,5 persen ini, adalah sebagai cara mengatasi masalah partai-partai politik di Parlemen yang semakin serong. Menurutnya, perubahan seperti ini dapat membuat efektivitas pemerintah menjadi berjalan dengan baik.

"Kita ingin mencegah fragmentasi sikap politik di DPR. Ambang batas tetap dibutuhkan," kata Mardani. Dia juga menilai bahwa jika ambang batas ditekan jadi 0,5 persen, maka partai-partai kecil akan sulit masuk ke dalam Parlemen.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS, Sekjennya Muhammad Kholid juga menolak perubahan ambang batas menjadi 0,5 persen. Menurutnya, ambang batas tetap dibutuhkan untuk menjaga stabilitas dan efektivitas pemerintah.

"Belum kita kaji. Yang jelas menurut kami bahwa ambang batas tetap dibutuhkan," kata Kholid.

Namun, Mardani Ali Sera mengatakan bahwa angka 0,5 persen tidak berbeda jauh dengan sekitar 4 persen yang saat ini ada. Menurutnya, ini masih merupakan titik tengah dari prinsip keterwakilan dan efektivitas pengambilan keputusan di parlemen.

"Mungkin kurang lebih 0,5 persen masih oke," ujar Mardani saat dihubungi, Rabu (4/3).
 
gampiran dari perubahan ambang batas parlemen itu bikin aku penasaran. kalau serius aja jadi 0,5 persen, artinya siapa yang bisa masuk parlemen? kalah atau gugur ke partai lain deh kan? sengaja bikin saya ragu apakah ini caranya tepat utk meningkatkan efektivitas pemerintah. mungkin ada cara lain utk mengatasi fragmentasi sikap politik di DPR, gak perlu menekan ambang batas ke 0,5 persen juga.
 
๐Ÿ˜” Wah, kalau ambang batas parlemen tekan jadi 0,5% itu berarti partai-partai kecil lagi sulit masuk ke Parlemen ๐Ÿค•. Gue khawatir, ini bisa membuat pemerintah tidak efektif ๐Ÿ˜ฌ. Tapi gue juga paham kalau Mardani Ali Sera mau mengatasi fragmentasi sikap politik di DPR ๐Ÿค. Gue harap dia bisa mencari solusi yang tepat untuk partai-partai kecil, sehingga mereka bisa berkontribusi lebih dalam proses demokrasi ๐Ÿ™. Saya rasa 0,5% masih terlalu rendah, tapi gue tidak benar-benar tahu tentang hal ini ๐Ÿค”. Gue hanya ingin pemerintah bisa bekerja efektif dan demokratis ๐Ÿ’ช
 
ini kalau ambang batas parlemen tekan jadi 0,5 persen, itu bakal membuat partai kecil sulit masuk ke parlemen. tapi mungkin ini tidak ada masalah, karena angka 0,5 persen masih dalam batas yang normal, kan? saya pikir kalau ambang batas tetap 4 persen adalah solusi yang lebih baik, karena partai-partai politik di parlemen tidak terlalu serong.
 
Hmm, aku pikir ambang batas jadi 0,5 persen itu gampang dibelokin siapa aja... kalau partai-partai kecil tidak bisa masuk ke Parlemen, mungkin mereka akan makin konsentrasi berpikir untuk mendapatkan suara rakyat. tapi siapa nanti yang nggak bisa mewakili rakyat? ๐Ÿค”
 
Hmm, ambang batas parlemen menjadi 0,5 persen itu kira-kira kayak nanya sih? Jika partai-partai kecil tidak bisa masuk ke DPR, maka akan membuat fragmentasi sikap politik semakin serong. Tapi kalau kita penekan ambang batas, maka efektivitas pemerintah juga semakin buruk deh ๐Ÿ˜. Mungkin ada solusi lain yang lebih baik daripada menekan ambang batas. Misalnya, kita bisa membuat aturan yang lebih transparan dan jujur dalam proses pemilu, sehingga semua partai bisa berpartisipasi secara adil ๐Ÿค”.
 
gak percaya dengan niatnya apa aja yang mau dilakukan. ambang batas tetap jadi 4% sih, tapi bisa ditekan jadi 0,5%. ini kayak kesejukan yang tidak ada artinya ๐Ÿค”. kalau partai kecil sulit masuk ke parlemen, itu bukan masalahnya. pemerintah yang suka dipilih oleh masyarakat, harus bisa berkomunikasi dengan orang-orang ya... tapi mungkin saya salah, aku punya pendapat sendiri tentang hal ini ๐Ÿ’ญ
 
ini kayak gampang banget sih, kira-kira ambang batas parlemen harus sama dengan jumlah suara yang paling banyak, nah aja udah 0,5 persen kayaknya masuk akal kok. tapi siapa tahu, ada orang lain yang memiliki opini yang berbeda, dan kalau ada yang penasaran bisa dibaca di komentar yang ada di artikel ini ๐Ÿ˜Š
 
aku pikir ambang batas parlemen seharusnya tetap 4% ya, kalau dipotong jadi 0.5% itu seperti mengabaikan kebutuhan partai-partai kecil yang mungkin punya kontribusi pada pemerintahan. tapi mardani lihatnya dari sisi efektivitas pemerintah aja, aku pikir ada solusi lain yang lebih baik, misalnya membuat ambang batas tergantung pada jumlah calon wakil rakyat yang terpilih, atau mengadakan debat yang lebih dalam dan mendalam di parlemen.
 
ini saran saya, jangan biarkan partai-partai kecil masuk ke dalam parlemen aja karena ini tidak baik juga untuk partai-partai kecil yang memiliki ide-ide yang keren dan ingin menjadi bagian dari pemerintahan. jadi kalau kita mengurangi ambang batas jadi 0,5 persen itu, maka ada risiko partai-partai kecil tidak terpikirkan lagi oleh masyarakat. tapi saya pikir ambang batas yang terlalu tinggi juga tidak baik karena ini akan membuat efektivitas pemerintah menjadi berkurang. jadi saya rasa ambang batas yang tepat ialah titik tengah, sehingga partai-partai kecil bisa masuk ke dalam parlemen tapi belum menjadi dominant.
๐Ÿค”
 
aku rasa 0,5% itu terlalu rendah ya... kalau ambang batas jadi itu, aku khawatir partai-partai kecil tidak akan bisa berdiri dengan baik. tapi aku juga suka ide Mardani Ali Sera, karena dia ingin menghindari fragmentasi sikap politik di DPR. tapi aku masih ragu-ragu, karena ambang batas itu juga harusnya membuat partai-partai besar lebih fokus pada apa yang mereka cari... mungkin kalau 0,5% itu benar-benar tidak berbeda jauh dari 4%, kita malah kehilangan sesuatu yang penting dalam proses demokrasi... ๐Ÿค”๐Ÿ‘€
 
๐Ÿค”๐Ÿ“Š Aku pikir ide Mardani Ali Sera ini ๐Ÿค bisa menyelesaikan masalah partai-partai politik di Parlemen yang semakin serong ๐Ÿ˜ฌ. Jika ambang batas parlemen ditekan jadi 0,5 persen, maka efektivitas pemerintah akan lebih baik ๐Ÿ“ˆ. Tapi aku juga khawatir kalau perubahan ini bisa membuat partai-partai kecil sulit masuk ke dalam Parlemen ๐Ÿ˜”. Mungkin aku salah dalam menilainya ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ, tapi aku pikir ambang batas tetap dibutuhkan untuk menjaga stabilitas dan efektivitas pemerintah ๐Ÿ’ช.
 
Aku pikir kalau ambang batas ditekan jadi 0,5% itu susah banget. Kita butuh partai-partai kecil di parlemen untuk mewakili suara rakyat. Sama-sama aja, gampangnya 4% tapi efektivitasnya kayaknya tidak begitu baik.
 
kembali
Top