Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung menemukan bukti nyata bahwa advokat Marcella Santoso dari Advokat Ariyanto Arnaldo Law Firm (AALF) adalah 'dalang' atas aksi kerusuhan dan demonstrasi 'Indonesia Gelap' yang melibatkan penolakan RUU TNI pada Februari 2025.
Dalam sidang, jaksa menampilkan video pernyataan Marcella yang mengakui telah menjadi dalang atas semua aksi demonstrasi tersebut, di mana dia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang tersakiti dan terdampak.
Namun, Marcella membantah seluruh isi video yang diputar oleh jaksa, mengatakan bahwa video tersebut merupakan bentuk pengakuan yang dilakukan karena tekanan oleh jaksa penyidik saat dirinya masih ditetapkan sebagai tersangka. Dia menjelaskan bahwa dia diminta untuk mengakui bahwa 'Indonesia Gelap' dan penolakan RUU TNI itu dia yang buat, namun tidak sepenuhnya membenarkannya.
Dalam sidang, JPU Andy Setiawan juga membantah bila video tersebut dibuat di bawah tekanan Marcella, mengatakan bahwa dalam percakapan antara Marcella dengan salah seorang terdakwa kasus perintangan proses penegakan hukum tata niaga timah IUP PT Timah 2015-2022, Adhiya Muzakki, ada percakapan mengenai konten 'Indonesia Gelap' dan penolakan RUU TNI.
Dalam sidang, jaksa menampilkan video pernyataan Marcella yang mengakui telah menjadi dalang atas semua aksi demonstrasi tersebut, di mana dia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang tersakiti dan terdampak.
Namun, Marcella membantah seluruh isi video yang diputar oleh jaksa, mengatakan bahwa video tersebut merupakan bentuk pengakuan yang dilakukan karena tekanan oleh jaksa penyidik saat dirinya masih ditetapkan sebagai tersangka. Dia menjelaskan bahwa dia diminta untuk mengakui bahwa 'Indonesia Gelap' dan penolakan RUU TNI itu dia yang buat, namun tidak sepenuhnya membenarkannya.
Dalam sidang, JPU Andy Setiawan juga membantah bila video tersebut dibuat di bawah tekanan Marcella, mengatakan bahwa dalam percakapan antara Marcella dengan salah seorang terdakwa kasus perintangan proses penegakan hukum tata niaga timah IUP PT Timah 2015-2022, Adhiya Muzakki, ada percakapan mengenai konten 'Indonesia Gelap' dan penolakan RUU TNI.