Pernapasan yang mendalam dari peristiwa Isra Mikraj, Nabi Muhammad SAW tidak hanya mengalami perjalanan spiritual yang dalam, tetapi juga menemukan gambaran simbolik serta bertemu dengan para nabi terdahulu di setiap lapisan langit. Dalam berbagai hadits shahih, tercatat kisah ini sebagai bagian penting dari literatur sejarah Islam.
Dengan menaungi sejumlah kondisi manusia sebagai pelajaran dan peringatan bagi umatnya, Isra Mikraj membawa pesan moral yang mendalam tentang etika dan kehidupan. Dari keadaan buruk hingga yang sempurna, setiap golongan diceritakan dalam bentuk simbolis untuk menyampaikan pesan kepada umat Islam.
Golongan-golongan tersebut dapat dipahami sebagai amal perbuatan mereka di dunia, seperti orang-orang yang miskin dan orang-orang kaya. Dalam setiap lapisan langit, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan delapan nabi terdahulu yang membawa pesan spiritual dan penguatan dakwah.
Dari hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim, dipahami bahwa perintah salat pertama kali ditetapkan sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam. Namun, atas saran Nabi Musa AS, Rasulullah SAW kemudian beberapa kali kembali memohon keringanan hingga kewajiban salat ditetapkan menjadi lima waktu.
Isra Mikraj menegaskan posisi salat sebagai ibadah utama dalam Islam dan menjadi inti pesan spiritual yang mendalam. Hingga kini, peristiwa ini dipahami sebagai momentum refleksi untuk memperkuat iman dan meningkatkan kualitas ibadah umat Islam. Dengan demikian, Isra Mikraj tetap menjadi salah satu misteri tertinggi dalam sejarah Islam yang penuh makna moral dan spiritual.
Dengan menaungi sejumlah kondisi manusia sebagai pelajaran dan peringatan bagi umatnya, Isra Mikraj membawa pesan moral yang mendalam tentang etika dan kehidupan. Dari keadaan buruk hingga yang sempurna, setiap golongan diceritakan dalam bentuk simbolis untuk menyampaikan pesan kepada umat Islam.
Golongan-golongan tersebut dapat dipahami sebagai amal perbuatan mereka di dunia, seperti orang-orang yang miskin dan orang-orang kaya. Dalam setiap lapisan langit, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan delapan nabi terdahulu yang membawa pesan spiritual dan penguatan dakwah.
Dari hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim, dipahami bahwa perintah salat pertama kali ditetapkan sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam. Namun, atas saran Nabi Musa AS, Rasulullah SAW kemudian beberapa kali kembali memohon keringanan hingga kewajiban salat ditetapkan menjadi lima waktu.
Isra Mikraj menegaskan posisi salat sebagai ibadah utama dalam Islam dan menjadi inti pesan spiritual yang mendalam. Hingga kini, peristiwa ini dipahami sebagai momentum refleksi untuk memperkuat iman dan meningkatkan kualitas ibadah umat Islam. Dengan demikian, Isra Mikraj tetap menjadi salah satu misteri tertinggi dalam sejarah Islam yang penuh makna moral dan spiritual.