Makanan Jemaah Haji saat Armuzna akan Diekspor dari Indonesia

Kemenhaj Siap Ekspor Makanan Cepat Saja untuk Jemaah Haji di Armuzna, Saudi Arabia

Pemerintah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan bahwa selama pelaksanaan Armuzna ini, jemaah haji Indonesia akan mendapatkan makanan cepat saji atau ready to eat (RTE). Pihak Kemenhaj akan mengekspor makanan RTE tersebut dari Tanah Air.

Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi (PEE) Kemenhaj, Jaenal Effendi, pihaknya sudah melakukan penyaluran ke 10 perusahaan penyedia makanan RTE dan 10 perusahaan penyedia bumbu. "Sudah kami lakukan, para supplier penyediaannya ini 10 perusahaan di RTE, 10 perusahaan di bumbu," kata Jaenal.

Jumlah ekspor makanan RTE yang akan dilakukan oleh Kemenhaj adalah sekitar 3 juta paket dengan harga per paketnya sekitar 13 riyal Arab Saudi. Makanan cepat saji ini kemudian akan menjadi konsumsi saat jemaah haji di Armuzna.

Selain itu, pihak Kemenhaj juga mengekspor sekitar 22 jenis bumbu untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji. Bumbu yang diekspor ini mencapai sekitar 400 ton, lebih dari jumlah tahun sebelumnya.

Menurut Jaenal, para supplier makanan dan bumbu untuk jemaah haji memiliki kualifikasi untuk melakukan ekspor ke Arab Saudi dari SFDA, otoritas BPOM-nya Saudi. Pihak Kemenhaj juga telah melakukan tes food dan cita rasanya sudah Indonesia semua.
 
Gue pikir ini baik banget ya! Makanan cepat saji yang siap dikonsumsi di Armuzna Saudi Arabia itu pasti bantu jemaah haji Indonesia untuk tidak mewah walau udah jamaah. Gue senang bisa melihat Kemenhaj siap-siap ekspor ini, tapi gue harap tidak terjadi masalah kualitasnya ya, kita Indonesia terkenal karena rasa yang enak banget! πŸ΄πŸ‘
 
I don't usually comment but... siapa tau makanan RTE itu enak banget ditemani dengan sayur dan buah-buahan setelah berjalan-jalan di Armuzna πŸ€”. Tapi aku rasa pihak Kemenhaj sudah membuat hal yang baik, memberikan jemaah haji makanan cepat saji yang mudah diolah dan enak. Aku harap makanan itu tidak terlalu banyak kalori ya πŸ˜…. Dan wajib banget siapa gini suka makan nasi goreng atau gado-gado ditemani makanan RTE.
 
Saya rasa ini pilihan yang baik banget ya! πŸ€” Makanan cepat saji sih lebih mudah untuk diperbanyak dan tidak perlu banyak waktu bakar ya... kalau jemaah haji nanti lumayan nyaman aja. Saya suka ide ini, tapi saya rasa kualitas makanan RTE harusnya bisa ditingkatkan. πŸ΄πŸ‘Œ
 
Aku pikir 3 juta paket makanan RTE itu wajar banget nih. Mereka harus punya rasa yang seragam sih, karena banyak yang datang sama sekali baru ke Armuzna. Tapi aku penasaran, apa kualitas bumbu-bumbunya? Aku dengar Arab Saudi kayaknya sangat peduli dengan gizi, jadi aku harap bumbu-bumbunya itu tidak terlalu berlemah. 😊
 
Aku penasaran, apa aja rasa makanan cepat saji yang diekspor ke Armuzna? Aku suka makan siomay atau bakwan, tapi aku pikir makanan itu lebih susah dicari di luar negeri. Apakah mereka ada menu Indonesia lainnya juga? Atau apa makanan itu hanya nasi goreng dan gado-gado aja? πŸ€”πŸœπŸŒ―
 
Makanan RTE siapa sih yang suka banget! Di masa lalu aku masih ingat saat makan di rumah, ibu pasti bikin nasi goreng atau gado-gado sendiri aja, tapi sekarang keren banget sih ada makanan cepat saji untuk jemaah haji. Aku penasaran sih bagaimana rasanya, mungkin agak berbeda dengan makanan di Indonesia, tapi aku yakin kalau di Saudi Arabia sih makanan itu harusnya enak juga! πŸ€”πŸ΄
 
Bisakah gue tahu siapa supplier makanan RTE yang dipilih oleh Kemenhaj? Gue pernah baca di komentar lain bahwa salah satu supplier itu adalah PT Indofood, tapi gue tidak bisa menemukan informasi tentang hal ini di artikel ini. Apakah ada yang tahu jawabannya? πŸ€”
 
okee, aku pikir pihak Kemenhaj sudah buat yang baik banget, mereka siap ekspor makanan RTE untuk jemaah haji di Armuzna Saudi Arabia. aku senang lihat jumlah bumbu yang diekspornya banyak, sekitar 400 ton, itu pasti akan membantu konsumsi jemaah haji. tapi aku juga khawatir, siapa nih yang bakal memastikan kualitas makanan RTE dan bumbunya? aku harap pihak Kemenhaj bisa memantau kualitasnya dengan baik agar jemaah haji tidak terkena masalah. 🀞
 
Makanan cepat saji itu wajar banget sih. Tapi, apa yang salah kalau kita membuat makanan RTE ini sendiri di tanah air? Kenapa harus ekspor ke luar negeri? Mungkin perlu diperiksa lagi kebijakan ini, kan...
 
Makanan apa lagi yang pemerintah mau jualin di luar negeri sih? 3 juta paket RTE kalo tidak salah, itu artinya makanan kita mau dipotong-potong untuk dibawa ke Saudi Arabia. Kenapa tidak buat konsumen Indonesia lebih puas dulu?
 
kluwarsa sih, kalau mau ekspir makanan RTE sebanyak 3 juta paket, kayaknya juga harus ada pilihan jenis makanan apa yang bisa dinikmati jemaah haji itu. nggak akan kenyang bareng nasi goreng aja ya?
 
[GIF: Makanan cepat saji sedang terjepit di kantong dengan teks "Sudah siap di Armuzna"] πŸ˜‚πŸ‘

[Kembar: Mereka punya bumbu 400 ton, tapi apa aja yang dimakannya? πŸ€”]
 
Gue penasaran apa lagi makanan cepat saji yang akan diekspor ke Armuzna nanti. Bisa gue coba? πŸ€” Mau ada rasa apa lagi? Aku suka banget makanan cepat saji, tapi aku juga khawatir kalau gak enak gitu. Tapi gue jujur, sih kalau aku bisa coba, aku akan senang banget! πŸ‘Œ
 
ini masalah ekonomi aja... kenapa harus begitu mahal harga makanan RTE itu? 13 riyal Arab Saudi terdengar terlalu mahal banget, kan kita udah bayar pajak dan semua itu. tapi kalau nggak mau di export maka apakah kita akan kehabisan stoknya? aku rasa ada solusi yang lebih baik, misalnya kita buat pihak swasta yang mau bekerja sama dengan kemenhaj untuk mencari supplier yang lebih murah. jadi bisa memenuhi kebutuhan konsumen jemaah haji tanpa harus begitu mahal.
 
Kak... aku rasa makanan cepat saji di Armuzna Saudi Arabia ini nggak akan berbeda jauh dengan apa aja di Indonesia kan? Aku masih inget suka aku makan nasi goreng dan bakso di Armuzna tahun 2005, kemarin aku lagi cari di YouTube foto-foto Armuzna tersebut. Nah, kalau 3 juta paket RTE ini harganya 13 riyal saja, gimana sih kalau kita buat di Indonesia? Aku pikir makanan cepat saji dengan harga itu nggak mungkin bisa dipasarkan. Dan, apa sih dengan 400 ton bumbu yang diekspor? Aku rasa cukup banyak kan...
 
Makanan RTE ya... apakah benar-benar perlu kita ekspor? Jadi nggak ada masalah dengan makanan di Tanah Air kan, tapi kira-kira mau ke sana untuk apa sih? πŸ˜‚ Dan juga nggak ada masalah dengan bumbu, ya udah ada supplier yang bisa melakukannya. Tapi 13 riyal Arab Saudi itu kayaknya agak mahal banget, mungkin kita harus tebak lagiapa aja tujuan utama dari kegiatan ini... πŸ’­
 
Makanan cepat saji sih makin populer banget! πŸ˜‚ Kemenhaj udah ngatur sistem suplai makanannya, kayaknya nanti jemaah haji bisa lebih nyaman saat Armuzna. Aku penasaran kok sama harga makanan itu, 13 riyal Arab Saudi kok? πŸ€‘ Mungkin perlu ada penyesuaian ya, tapi sepertinya sudah cukup kompetitif denggan pasar lainnya. Bumbu juga sih banyak variasi, kayaknya bisa dipilih sesuai selera jemaah haji. Aku harap makanan yang diekspor ini enak dan aman untuk dikonsumsi di luar negeri, nanti aja bisa bukti Indonesia punya standar kuliner kualitasnya sendiri! πŸ‘
 
ini gini sih, kalau kita lihat kegiatan ini, itu bikin saya sedih banget. kita bisa lha menghasilkan banyak sekali makanan yang lezat dan berkualitas di Indonesia, tapi apa yang diprioritaskan pemerintah adalah ekspor makanan cepat saji saja? itu kayaknya tidak adil sama sekali! πŸ€•

saya rasa pihak kemenhaj harus fokus pada meningkatkan kualitas dan kuantitas makanan yang dihasilkan di Indonesia, bukan hanya sekedar untuk mengisi kebutuhan jemaah haji. kita juga bisa membantu mereka dengan berbagi budaya dan kesenian Indonesia, itu akan lebih bermanfaat dari sekadar ekspor makanan cepat saji! 🎨

dan apa yang bikin saya penasaran lagi adalah harga per paket makanan RTE tersebut 13 riyal Arab Saudi, itu kayaknya sangat murah banget! tapi kita tahu sih bahwa pihak kemenhaj memiliki biaya yang cukup tinggi untuk melakukan ekspor dan testing food, jadi itu sudah masuk akal. tapi saya masih merasa bahwa ada hal lain yang harus dipertimbangkan di sini... πŸ€”
 
ini gampang aja kan? biar jemaah haji nangkat suasana, kita ekspor makanan cepat saji di sana 🍴. padahal di indonesia banyak lagi jenis makanan yang lezat banget. tapi siapa tahu, kemenhaj ini punya rencana yang tepat, nanti kalau jemaah haji nyari makanan di armuzna, malah mau beli di sini aja πŸ˜‚. dan 13 riyal arab saudi itu nggak sedikit banget, kira-kira berapa rupiah di sini? πŸ€”
 
kembali
Top