Main Judol Pakai Kartu Kredit Pemda, Camat Medan Maimun Dicopot

Warga Medan, salah satu camat yang menyalahgunakai Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) untuk bermain judol, akhirnya menemukan jalan keluar. Almuqarrom Natapradja, salah satu camat di Medan yang diduga menggunakan KKPD untuk berjudol dan membayar sewa rumah pribadinya, akhirnya dicopot dari jabatannya.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Subhan Fajri, perbuatan Almuqarrom telah menyebabkan pihak bank mengalami kerugian sebesar Rp1,2 miliar. Selain itu, Pemko Medan juga tidak bisa lagi mempergunakan kartu kredit tersebut karena menunggak.

Almuqarrom sendiri secara resmi memberitahu bahwa KKPD digunakan untuk bermain judol. Menurut pengakuannya saat diperiksa, kerugian mencapai Rp1,2 miliar. Sementara itu, Subhan mengatakan bahwa Almuqarrom telah menyelewengkan kartu kredit Pemko Medan untuk urusan pribadinya sejak Agustus 2024.

Akibat perbuatannya, Almuqarrom dijatuhi hukuman disiplin berat dan dicopot dari jabatannya. Dihukum disiplin berat karena penyalahgunaan KKPD dan dibebaskan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana.
 
Aku pikir ini salah, kalau kita asyik menghakimi si camat itu tapi kita lupa siapa yang harus bertanggung jawab. Pihak bank yang kehilangan uang itu siapa? Kita jangan langsung menyalahkan si Almuqarrom aja, mungkin ada kesalahpahaman atau kesalahan dari pihak bank sendiri. Tapi tapi apa pun jawabanannya, kayaknya ini tidak tepat sekali karena dia dicopot dari jabatan dan dihukum disiplin berat. Kita harus lebih bijak dalam menangani masalah ini, jangan terburu-buru memilih korban.
 
Wah 😮 kaya serius kayaknya! Almuqarrom paling sering ngerjain judol aja, siapa tahu nanti dia punya ide untuk mengubah hidup 😂. PKPDA Medan jujur nggak bisa diandalkan lagi, sih 🤦‍♂️. Aku pikir wajib nulai KKPD itu kayak banget 🤑. Saya senang Almuqarrom punya kesempatan kedua untuk menjadi pelaksana, mungkin dia akan lebih fokus 😊.
 
Gue rasa ini nggak enak banget, kah... jadi camat bisa menyalahgunakan kartu kredit pemerintah untuk berjudol, tapi yang jadi hukumannya adalah dia dikopot dari jabatannya, tapi masih bisa jadi pelaksana. Kalau gue melihat dari sisi lain, ini nggak main kecil, kerugian bank pun mencapai Rp1,2 miliar, kalau gue bukan camat, gue mau capek juga. Tapi, gue rasa ada yang bisa dipikirkan lagi, apakah ada cara lain untuk dia mendapatkan penghargaan? Tapi, aku pikir ini sudah cukup jelas, dia salah, jadi harus dihukum.
 
aku pikir gini, kalau camat nanggung korupsi kayak Almuqarrom dia pasti harus dibebaskan dari jabatannya, tapi bukan cuma itu aja, juga perlu diuji siapa yang benar-benar ingin mengurus pemerintahan Medan. aku pikir itu sebaiknya diberikan kesempatan lagi kepada Almuqarrom, tapi dengan syarat dia harus mengakui kesalahannya dan membayar hutang hutangnya.
 
ini nggak enak banget, kayaknya pemerintah sudah pasti akan melakukan audit yang lebih serius di seluruh daerah untuk mencegah hal seperti ini kembali terjadi nanti. tapi kalau mau tahu kenapa Almuqarrom bisa melakukan hal ini sampai sekarang, mungkin karena dia hanya salah satu dari banyak orang yang nggak peduli dengan aturan-aturan. tapi apa yang paling penting adalah ada hukuman yang diterimanya, jadi kalau gini bisa terjadi lagi, kayaknya harus ada penegakan hukum yang lebih ketat lagi 💯
 
🙄 kayaknya kaya2 orang ini tidak punya akal ya... bermain judol dengan Kartu Kredit Pemerintah Daerah itu kan salah tujuannya untuk membayar utang pribadi aja, tapi malah pakai uang negara untuk berjudol. dan sekarang ada yang dicopot dari jabatan karena itu, tapi siapa tahu ada lagi yang akan mencoba hal yang sama nanti... 🤦‍♂️
 
Gue pikir ini masalah yang serius banget, tapi justru ada yang lebih serius lagi... yaitu sistem kepegawaian di Indonesia masih belum sepenuhnya baik. Apalagi ini juga bukan pertama kalinya ada kasus korupsi dan penyalahgunaan kartu kredit di Pemko Medan. Makanya gue harap pemerintah bisa memperbaiki sistem ini agar tidak terulang lagi.
 
Gini aja, kalau gak ada konsekuensi, siapa tahu kemudian lagi kebanyakan pegawai kantor jadi begadang juga 🤦‍♂️. Tapi, aku pikir hukuman disiplin berat itu agak ringan, karena Rp1,2 miliar itu harta besar, kan? Dan siapa tahu lagi ada yang salah juga, gak berarti semua pegawai kantor sama-sama begadang 🤑. Aku rasa ada cara lain untuk dijawab, misalnya penambahan dana diskiplinary atau sesuatu yang serius tapi tidak sampai hukuman disiplin berat 🤔.
 
Ooeh, makasih banget ya, pemerintah bisa membuat keputusan yang tepat. Almuqarrom ini jujur-jujuran nggak usah, harusnya langsung dibebaskan dari jabatannya, tapi ternyata ada konsekuensi disiplin berat. Saya rasa ini bikin contoh bagus bagi orang-orang yang memiliki posisi penting di pemerintahan, jangan terlalu berlebihan aja dalam penggunaan kartu kredit, kan? 😊
 
Gak bisa dipungut ngerasa gugup loh... apa yang terjadi dengar kalau camatnya jadi koruptor sama KKPD. Kadang sih rasanya semuanya gampang sekali, kayaknya semua orang bisa jadi seperti itu. Tapi sayangnya benar-benar banyak orang yang salah paham dengan kartu kredit. Kalau gak ada pengawasan pasti aja akan semakin gila.
 
Gue pikir kalau ini gampang banget pula sih. Camat mau buang dulu kartu kredit yang diubah jadi uang. Siapa nanti yang bertanggung jawab? Gak ada yang mau tanggung, jadi harus cari penjahatan siapa aja. Loh, ini gampang banget deh, siapa lagi yang mau salah?
 
Pikirannya salah, tapi juga tidak salah aja, kalau kita melihat dari sudut pandang camat Almuqarrom. Jika dia menggunakan kartu kredit pemerintah untuk berjudol, itu bukan main-main, itu penggunaan sumber daya yang salah. Tapi, mengapa harus dibebaskan? Kalau dia sudah berakibatnya, bisa saja ini menjadi contoh bagi orang lain tidak melakukan hal yang sama. Tapi, karena kita Indonesia, semua orang harus dihakimi dengan adil, jadi mungkin saja ada jawabannya yang tidak terlihat di permukaan. Dan, kalau saya ingin tahu lebih lanjut tentang penggunaan kartu kredit oleh camat lain, mungkin saja ini bisa menjadi insiden yang baik untuk meningkatkan kesadaran akan penggunaan sumber daya yang tepat.
 
gak percaya dengan keputusan ini, jadi camat yang menyalahgunakai kartu kredit gini akhirnya dicopot tapi dia masih bisa terus bekerja? rasanya tidak adil banget 🤔👎. tapi di sisi lain, bank juga tuh kehilangan banyak uang, nanti kan siapa yang harus membayar? tapi sayangnya, ini punya keterangannya sendiri tentang menyalahgunakai kartu kredit, gini aja bisa disangkal lagi 🙄👀.
 
Gue bingung kan, siapa yang bilang camat bisa main judol dengan kartu kredit pemerintah? Kenapa beliau tidak hanya ngambil uang saku seperti biasa aja? Dan kenapa pihak bank harus kehilangan rupiah 1,2 miliar itu? Gue rasa ini masalah yang cukup besar, tapi setidaknya ada koreksi, camat Almuqarrom akhirnya jatuhi hukuman. Itu sudah benar-benar adil, tapi gue masih ragu-ragu apa yang bisa dilakukan untuk mencegah kasus seperti ini terjadi lagi di masa depan 🤔💸
 
Aku paling tidak terkejut banget ya kalau camat di Medan itu ngeluar judol dengan Kartu Kredit Pemerintah Daerah! Siapa sih yang nggak suka berjudol dan langsung main-mainin keuangan negri? Tapi, aku rasa lebih kaget dengar kemudian camat itu akhirnya menemukan jalan keluurnya. Aku pikir di sini ada koreksi dari atasan ya, tapi kalau benar-benar dicopot dari jabatan... Hmm, mungkin sudah waktunya mereka belajar lepas dari kesalahan kecil-kesalahan kecil yang bisa mengakumulasi menjadi hukuman yang berat.
 
Pagi, aku pikir ini salah satu contoh bagaimana system kerja juga ada di Indonesia sih 🤔. Aku senang melihat jatuhnya camat ini karena nanti giliran masyarakat Medan yang benar-benar membutuhkannya. Tapi aku rasa pihak bank dan Pemko harus lebih berhati-hati dalam mengelola kartu kredit ya, kalau tidak ada yang salah aku pikir mereka akan menangkap orang lain juga 🤑.
 
Gue pikir ini sangat seru banget! Kamu tahu sih film "The Wolf of Wall Street" kaya gini? 🤣 Almuqarrom seperti Jordan Belfort, tapi jadi camat instead 😂. Gue rasa ini sebenarnya bisa menjadi komedi romantis di film nanti, tapi malah jadi korupsi yang bikin kita marah. Sepertinya ini juga bisa mengajar kita untuk tetap jujur dan tidak tergoda dengan kekayaan sembarangan.
 
Aku sengaja kayak jalan di Medan, aku lihat gampang banget orang bisa jadi korup. Si camat Almuqarrom itu, aku nggak percaya kalau dia bisa jadi korup seperti itu. Dia digunakan kartu kredit pemerintah untuk berjudol aja, apa lagi kalau dia juga menggunakan untuk bayar sewa rumahnya sendiri?

Aku rasa gini yang sering terjadi di Indonesia, orang-orang kayaknya tidak sadar kalau dia bisa jadi korup. Dan yang paling beresmannya, ada hukuman disiplin berat tapi apa yang dibebaskan dari jabatannya lagi? Aku nggak faham sih.
 
Hmm, banget aja gini! 😮 Kamu tahu sih kayaknya apa yang terjadi dengan camat Almuqarrom Natapradja di Medan. Dia bikin kesalahan besar, menggunakan kartu kredit KKPD untuk berjudol dan membayar sewa rumah pribadinya. Maksudnya, dia buang-buang uang negara kayak gini!

Saya rasa ini harus dihakimi, tapi juga harus ada penjelasan lebih lanjut tentang apa yang terjadi. Kenapa dia tidak bisa menggunakan kartu kredit itu untuk keperluan umum? Saya pikir ini harus ada pengawasan yang lebih ketat, ya! 🤔

Tapi, saya senang banget bahwa pihak yang berwenang akhirnya dapatkan jalan keluar. Kamu tahu sih, ini adalah contoh bahwa tidak ada kebebasan tanpa tanggung jawab! 😅 Disiplin dan kewajiban harus selalu dihormati.
 
kembali
Top