Mahasiswa ramai-serbu program Beasiswa F.I.R.E, pemicunya antusiasme terhadap industri blockchain. Program ini yang dikembangkan oleh Triv Foundation bersama MEXC Foundation mengalami respons yang sangat positif dari mahasiswa di seluruh Indonesia.
"Minat mahasiswa jauh melebihi ekspektasi awal. Antusiasme ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki rasa ingin tahu dan kesiapan tinggi untuk terlibat lebih dalam di industri blockchain, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai builder dan inovator," kata Pendiri dan Kepala Eksekutif Triv Gabriel Rey.
Program Beasiswa F.I.R.E ini dirancang untuk menumbuhkan generasi pemimpin blockchain dan Web3 Indonesia berikutnya melalui pendidikan, pendampingan (mentorship), dan paparan langsung terhadap industri nyata. Sejak diumumkan pada November 2025, Beasiswa F.I.R.E telah memasuki fase seleksi dan onboarding peserta.
Saat ini, peserta terpilih telah mulai mengikuti rangkaian awal program, termasuk pengenalan kurikulum, sesi foundational blockchain, serta persiapan menuju fase mentorship intensif melalui F.I.R.E Mentorship Lab. Dari program ini, sudah didapatkan delapan mahasiswa berprestasi yang terdiri dari dua mahasiswa Universitas Indonesia (UI), tiga mahasiswa Universitas Bina Nusantara (BINUS) dan tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Profil peserta sangat beragam, berasal dari jurusan seperti Teknik Informatika / Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Data Science, Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen. "Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem blockchain semakin diminati lintas disiplin," kata Gabriel Rey.
Gabriel Rey juga menambahkan, kurikulum Beasiswa F.I.R.E dirancang dengan pendekatan driven industry, mencakup fundamental blockchain dan Web3, use-case industri nyata, serta pengembangan skill teknis dan non-teknis (problem solving, critical thinking, collaboration). "Kami berperan sebagai jembatan antara akademik dan industri. Tujuannya adalah mencetak talenta yang tidak hanya pintar secara teknis, tetapi juga siap secara profesional," jelasnya.
Beasiswa F.I.R.E diyakini menjadi platform yang cocok untuk memperkenalkan talenta Indonesia ke standar global. Dengan kurikulum dan mentorship berkelas internasional, program ini membantu menyiapkan mahasiswa Indonesia agar mampu berkontribusi di proyek global, bersaing di perusahaan Web3 internasional, dan menjadi founder atau developer blockchain kelas dunia.
"Minat mahasiswa jauh melebihi ekspektasi awal. Antusiasme ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki rasa ingin tahu dan kesiapan tinggi untuk terlibat lebih dalam di industri blockchain, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai builder dan inovator," kata Pendiri dan Kepala Eksekutif Triv Gabriel Rey.
Program Beasiswa F.I.R.E ini dirancang untuk menumbuhkan generasi pemimpin blockchain dan Web3 Indonesia berikutnya melalui pendidikan, pendampingan (mentorship), dan paparan langsung terhadap industri nyata. Sejak diumumkan pada November 2025, Beasiswa F.I.R.E telah memasuki fase seleksi dan onboarding peserta.
Saat ini, peserta terpilih telah mulai mengikuti rangkaian awal program, termasuk pengenalan kurikulum, sesi foundational blockchain, serta persiapan menuju fase mentorship intensif melalui F.I.R.E Mentorship Lab. Dari program ini, sudah didapatkan delapan mahasiswa berprestasi yang terdiri dari dua mahasiswa Universitas Indonesia (UI), tiga mahasiswa Universitas Bina Nusantara (BINUS) dan tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Profil peserta sangat beragam, berasal dari jurusan seperti Teknik Informatika / Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Data Science, Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen. "Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem blockchain semakin diminati lintas disiplin," kata Gabriel Rey.
Gabriel Rey juga menambahkan, kurikulum Beasiswa F.I.R.E dirancang dengan pendekatan driven industry, mencakup fundamental blockchain dan Web3, use-case industri nyata, serta pengembangan skill teknis dan non-teknis (problem solving, critical thinking, collaboration). "Kami berperan sebagai jembatan antara akademik dan industri. Tujuannya adalah mencetak talenta yang tidak hanya pintar secara teknis, tetapi juga siap secara profesional," jelasnya.
Beasiswa F.I.R.E diyakini menjadi platform yang cocok untuk memperkenalkan talenta Indonesia ke standar global. Dengan kurikulum dan mentorship berkelas internasional, program ini membantu menyiapkan mahasiswa Indonesia agar mampu berkontribusi di proyek global, bersaing di perusahaan Web3 internasional, dan menjadi founder atau developer blockchain kelas dunia.