Presiden Venezuela Nicolas Maduro tidak saja tidak menjadi satu-satunya pejabat negara lain yang ditangkap AS. Melainkan, kejahatan ini sudah berlaku sejak era sebelumnya ketika para pemimpin lain seperti mantan pemimpin militer Panama Manuel Noriega dan mantan Presiden Irak Saddam Hussein ditangkap oleh AS.
Sama seperti Maduro, Noriega juga ditangkap dalam operasi militer besar yang dilakukan oleh AS. Operasi tersebut diadakan pada tahun 1989 untuk menggulingkan pemimpin militer dan de facto Noriega dari Panama karena praktik-praktik tidak demokratis, korupsi, dan perdagangan narkoba ilegal. Meskipun ia ditangkap, Noriega tetap mempertahankan kekuasaannya di negara tersebut hingga akhirnya ia diekstradisi ke AS dan dipenjara.
Saddam Hussein, mantan Presiden Irak, juga menikmati nasib yang sama dengan Maduro. Ia ditangkap oleh pasukan AS pada tahun 2003 setelah invasi dan pendudukan Irak yang dipimpin AS berdasarkan intelijen palsu bahwa Baghdad memiliki senjata pemusnah massal. Meskipun ia dijatuhi hukuman mati, Saddam tetap mempertahankan kekuasaannya di negara tersebut hingga akhirnya ia dieksekusi.
Sementara itu, mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez juga menikmati nasib yang sama dengan Maduro. Ia ditangkap dalam operasi militer besar yang dilakukan oleh agen AS dan pasukan Honduras pada tahun 2022 dan dijatuhi hukuman 45 tahun penjara. Namun, ia diampuni oleh Presiden AS Donald Trump pada bulan Desember tahun yang sama.
Kejahatan ini menunjukkan bahwa tidak ada kecuali yang dapat dilindungi oleh Presiden Venezuela dari penangkapan AS. Meskipun Maduro telah mengaku tidak mengetahui keberadaan istrinya, namun kejahatan ini sudah berlaku sejak era sebelumnya ketika para pemimpin lain seperti Noriega dan Saddam Hussein ditangkap oleh AS.
Sama seperti Maduro, Noriega juga ditangkap dalam operasi militer besar yang dilakukan oleh AS. Operasi tersebut diadakan pada tahun 1989 untuk menggulingkan pemimpin militer dan de facto Noriega dari Panama karena praktik-praktik tidak demokratis, korupsi, dan perdagangan narkoba ilegal. Meskipun ia ditangkap, Noriega tetap mempertahankan kekuasaannya di negara tersebut hingga akhirnya ia diekstradisi ke AS dan dipenjara.
Saddam Hussein, mantan Presiden Irak, juga menikmati nasib yang sama dengan Maduro. Ia ditangkap oleh pasukan AS pada tahun 2003 setelah invasi dan pendudukan Irak yang dipimpin AS berdasarkan intelijen palsu bahwa Baghdad memiliki senjata pemusnah massal. Meskipun ia dijatuhi hukuman mati, Saddam tetap mempertahankan kekuasaannya di negara tersebut hingga akhirnya ia dieksekusi.
Sementara itu, mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez juga menikmati nasib yang sama dengan Maduro. Ia ditangkap dalam operasi militer besar yang dilakukan oleh agen AS dan pasukan Honduras pada tahun 2022 dan dijatuhi hukuman 45 tahun penjara. Namun, ia diampuni oleh Presiden AS Donald Trump pada bulan Desember tahun yang sama.
Kejahatan ini menunjukkan bahwa tidak ada kecuali yang dapat dilindungi oleh Presiden Venezuela dari penangkapan AS. Meskipun Maduro telah mengaku tidak mengetahui keberadaan istrinya, namun kejahatan ini sudah berlaku sejak era sebelumnya ketika para pemimpin lain seperti Noriega dan Saddam Hussein ditangkap oleh AS.