Macan Tutul yang Masuk Pemukiman di Bandung Dirawat dan Direhabilitasi di Garut
Di Pacet, Kabupaten Bandung, suatu hari nanti menjadi kenangan buruk bagi warga setempat. Seorang macan tutul (Panthera pardus melas) masuk kawasan permukiman warga dan menyerang mereka. Sayangnya, satwa tersebut tidak hanya mengancam keamanan warga, tapi juga dirawat di Rumah Sakit Hewan Garut.
Bahkan sekarang ini, macan tutul yang serang warga di Bandung sedang menjalani proses rehabilitasi di Taman Satwa Cikembulan. Rehabilitasi dilakukan untuk memulihkan kondisinya sebelum dilepasliarkan ke habitatnya. "Macan tutul yang ditangkap di Bandung sedang menjalani proses rehabilitasi, dan saat ini sedang terus diobservasi," kata Manajer Taman Satwa Cikembulan, Rudi Arifin.
Rudi menuturkan bahwa dua macan dari Gunung Syawal tahun 2009 dan Cikuray tahun 2010 sudah ditempatkan di Taman Satwa Cikembulan. Keduanya masih hidup hingga saat ini. Sebelumnya, dua macan tersebut dirawat hingga sekarang masih hidup di taman satwa tersebut.
"Kami hanya bertugas menyelamatkan satwa tersebut agar bisa terus hidup dan tetap memiliki sifat aslinya sebagai satwa liar," kata Rudi Arifin. Jika kondisinya sehat, maka tim dokter hewan akan merekomendasikan layak atau tidaknya kembali dilepasliarkan ke habitatnya atau tetap bertahan di tempat konservasi.
Di Pacet, Kabupaten Bandung, suatu hari nanti menjadi kenangan buruk bagi warga setempat. Seorang macan tutul (Panthera pardus melas) masuk kawasan permukiman warga dan menyerang mereka. Sayangnya, satwa tersebut tidak hanya mengancam keamanan warga, tapi juga dirawat di Rumah Sakit Hewan Garut.
Bahkan sekarang ini, macan tutul yang serang warga di Bandung sedang menjalani proses rehabilitasi di Taman Satwa Cikembulan. Rehabilitasi dilakukan untuk memulihkan kondisinya sebelum dilepasliarkan ke habitatnya. "Macan tutul yang ditangkap di Bandung sedang menjalani proses rehabilitasi, dan saat ini sedang terus diobservasi," kata Manajer Taman Satwa Cikembulan, Rudi Arifin.
Rudi menuturkan bahwa dua macan dari Gunung Syawal tahun 2009 dan Cikuray tahun 2010 sudah ditempatkan di Taman Satwa Cikembulan. Keduanya masih hidup hingga saat ini. Sebelumnya, dua macan tersebut dirawat hingga sekarang masih hidup di taman satwa tersebut.
"Kami hanya bertugas menyelamatkan satwa tersebut agar bisa terus hidup dan tetap memiliki sifat aslinya sebagai satwa liar," kata Rudi Arifin. Jika kondisinya sehat, maka tim dokter hewan akan merekomendasikan layak atau tidaknya kembali dilepasliarkan ke habitatnya atau tetap bertahan di tempat konservasi.