Kelas ini tidak bisa digunakan karena lumpur mengalami banjir dan berubah menjadi tekanan. Hal itu mengejutkan guru di SMA Negeri 2 Meureudu, yaitu Pidie Jaya. Sehingga kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru tidak bisa dilaksanakan secara normal.
Karena hal ini, anak-anak harus bersekolah menggunakan tenda sebagai tempat belajar dan di mana terdapat ruang yang cukup untuk mereka belajar dengan baik.
Tenda digunakan sebagai tempat belajar untuk siswa SMA Negeri 2 Meureudu setelah kelas ini tertimbun lumpur banjir. Hal ini mengejutkan banyak sekali, dan berujung pada kegagalan dalam berlaksana pelajaran.
Pada hari Senin (05/01/2026), guru-guru di SMA Negeri 2 Meureudu memulai proses pembelajaran mengajar di tenda. Hal ini dilakukan karena tidak ada ruang yang cukup untuk anak-anak belajar dengan baik setelah tertimbun lumpur dan berubah menjadi tekanan.
Guru juga harus melakukan aktivitas administrasi sekolah, seperti mengambil nilai siswa di tenda.
Karena hal ini, anak-anak harus bersekolah menggunakan tenda sebagai tempat belajar dan di mana terdapat ruang yang cukup untuk mereka belajar dengan baik.
Tenda digunakan sebagai tempat belajar untuk siswa SMA Negeri 2 Meureudu setelah kelas ini tertimbun lumpur banjir. Hal ini mengejutkan banyak sekali, dan berujung pada kegagalan dalam berlaksana pelajaran.
Pada hari Senin (05/01/2026), guru-guru di SMA Negeri 2 Meureudu memulai proses pembelajaran mengajar di tenda. Hal ini dilakukan karena tidak ada ruang yang cukup untuk anak-anak belajar dengan baik setelah tertimbun lumpur dan berubah menjadi tekanan.
Guru juga harus melakukan aktivitas administrasi sekolah, seperti mengambil nilai siswa di tenda.