Lukisan Gua Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia

Ditemukan di Leang Metanduno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, lukisan cadas berusia 67.800 tahun yang berupa cap tangan negatif tersebut adalah yang tertua di dunia dan melampaui temuan serupa di Spanyol. Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN, Adhi Agus Oktaviana, mengatakan penemuan ini merupakan babak baru dalam sejarah seni dan migrasi manusia modern.

Risalah Adhi dimulai dari proses publikasi temuan di Leang Timpuseng pada 2014. Riset yang melibatkan kolaborasi internasional tersebut menarik Adhi untuk mempelajari bagaimana perlakuan terhadap sample untuk uranium series. Menurutnya, penelitian ini dimulai sejak 2013-an di bawah pimpinan Prof. Adam Brumm.

Adhi menyebutkan bahwa dia sempat melakukan kolaborasi dan mengajukan artikel tentang persebaran pola jari runcing dari Maros-Pangkep hingga ke Muna. Dia juga sempat mempresentasikan tentang jari runcing tersebut di Paris. Kemudian, dengan sejumlah temuan dan pengalamannya, Adhi menyampaikannya kepada para profesor dari Griffith University.

Perjalanan panjang penemuan lukisan cadas ini melibatkan banyak pihak dan dilakukan dengan kolaborasi yang kuat. Dia juga menyebut penelitian di Muna telah dilakukan puluhan tahun lamanya oleh para seniornya. Adhi menyebut, hal itu membuat adanya panggilan tersendiri terhadapnya untuk melakukan riset di Muna.

Temuan ini menunjukkan bahwa Sulawesi merupakan salah satu pusat budaya artistik tertua dan paling berkelanjutan di dunia. Lukisan cadas tertua ini 1,1 ribu tahun lebih tua dibandingkan cap tangan dari Spanyol yang sebelumnya dikaitkan dengan Neanderthal.

Adhi menjelaskan bahwa usia minimum seni cadas Pulau Muna ini lebih tua 16.6 ribu tahun dibandingkan seni cadas dari Maros-Pangkep yang ditemukan sebelumnya. Seni cadas ini juga 1,1 ribu tahun lebih tua dibandingkan cap tangan dari Spanyol yang sebelumnya dikaitkan dengan Neanderthal.

Dia menjelaskan bagaimana lukisan berbetuk cap tangan negatif tersebut dibuat oleh manusia modern 67.800 tahun lalu. Lukisan tersebut dibuat dengan menempatkan tangan di dinding atau langit-langit gua, lalu pigmen oker yang mungkin dicampur zat organik seperti cairan lemak binatang atau cairan lainnya disemprotkan lewat mulut.

Cap tangan negatif tersebut tersimpan selama puluhan hingga ribuan tahun dan tumbuh batuan kolaroid di atas pigmen warna tersebut. Dia menyebut, cap tangan negatif dengan pola jari runcing merupakan khas Sulawesi, berbeda dengan di Kalimantan yang memiliki pola titik dan garis seperti tato.

Penemuan ini membuktikan bahwa manusia modern atau Homo sapiens telah memiliki kemampuan berimajinasi dan membuat gambar cadas sejak mereka melintasi paparan Sunda menuju paparan Sahul lewat kawasan Wallacea.
 
omg sepertinya penemuan lukisan cadas itu 67.800 tahun lamaeee ๐Ÿคฏ๐Ÿ˜ฒ aku penasaran apa yang harus dibawa oleh manusia modern ke Muna yang ngerasa terlalu jauh dari Jakarta ๐Ÿ“๐Ÿšถโ€โ™‚๏ธ aku juga tahu kalau ada temuan serupa di Spanyol tapi ini pasti berbeda karena khasiat geologi dan budaya Sulawesi yang unik ๐ŸŒด๐ŸŽจ senang sekali bisa melihat peneliti dari BRIN yang berhasil menemukan hal yang begitu penting ini ๐Ÿ˜Š
 
omg banget sih! 67.800 tahun yang lalu manusia sudah bisa membuat lukisan sendiri? itu artinya kita harus menghormati banyak bangsa di Indonesia yang sudah ada sebelum kita ๐Ÿ˜Š. dan kalau ini bukan cap tangan negatif, tapi lukisan cadas tertua di dunia? itu berarti kita harus lebih meninjau kembali sejarah seni Indonesia, siapa yang bilang Indonesia tidak memiliki warisan budaya yang luar biasa? ๐Ÿ™„

dan sulawesi yang menjadi pusat budaya artistik tertua dan paling berkelanjutan di dunia? itu bukanlah sesuatu yang baru, kita sudah tahu bahwa Sulawesi memiliki banyak warisan budaya yang unik dan berharga. tapi kalau ini bisa menarik perhatian internasional, tentunya itu akan membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya kita ๐Ÿ™.

dan yang terbaik lagi adalah, manusia modern sudah bisa membuat gambar cadas sejak mereka melintasi paparan Sunda menuju paparan Sahul lewat kawasan Wallacea. itu berarti kita tidak hanya harus menghormati bangsa lain, tapi juga kita harus menghormati diri sendiri dan kemampuan kita sebagai manusia ๐Ÿ™Œ.
 
Maafnya, aku sendiri yang punya pendapat yang bingung, kan? ๐Ÿคฏ
Aku pikir kalau temuan ini benar-benar luar biasa, tapi juga aku rasa perlu ada penelitian lebih lanjut lagi untuk memastikan apa sih yang terjadi di Muna.
Aku melihat adanya keterlibatan banyak pihak dan kolaborasi internasional, itu memang sangat berkesan, tapi aku juga khawatir kalau tidak ada yang memeriksa data secara mendalam.
Dan benar-benar sulit untuk memahami bagaimana cara membuat lukisan cadas tersebut, tapi aku rasa perlu ada penjelasan yang lebih spesifik lagi.
Aku pikir kalau temuan ini benar-benar membuat kita bangga sebagai orang Indonesia, tapi juga aku rasa perlu kita jangan terburu-buru dalam merayakan hal ini, karena ada banyak hal yang masih belum dipahami.
Dan ah, cap tangan negatif dengan pola jari runcing itu memang khas Sulawesi, tapi aku rasa kita harus lebih cermat lagi dalam membedakannya dari cap tangan orang lain.
 
Wah, gak percaya banget! Lukisan cadas itu 67.800 tahun lama ๐Ÿ˜ฎ! Sulawesi serius menjadi pusat budaya artistik tertua di dunia! Adhi Agus Oktaviana itu peneliti yang luar biasa, dia berhasil menemukan dan mempublikasikan temuan yang begitu penting ini! ๐Ÿ™Œ

Dan kamu tahu apa itu makna dari lukisan cadas ini? Artinya manusia modern sudah punya kemampuan berimajinasi dan membuat gambar sejak mereka melintasi paparan Sunda menuju Sahul lewat kawasan Wallacea! ๐Ÿ˜Š Itu bukti bahwa manusia sudah sangat canggih sejak lama!

Saya rasa penemuan ini harus dikerangin oleh semua orang di Indonesia! Kita harus bangga dengan Adhi Agus Oktaviana dan timnya yang berhasil menemukan ini! ๐Ÿ™
 
Gak percaya kalau lapisan cadas ini 67.800 tahun lagi... ๐Ÿ˜ฒ Sedangin peneliti BRIN itu, Adhi Agus Oktaviana, dia benar-benar punya teori yang membuatnya bisa menemukan lukisan cadas yang begitu tua. Dia bilang tentang proses publikasi temuan di Leang Timpuseng pada 2014 dan bagaimana riset tersebut melibatkan kolaborasi internasional. Dia juga bilang tentang perjalanan panjang penemuan ini yang melibatkan banyak pihak dan dilakukan dengan kolaborasi yang kuat.

Tapi apa sih yang bikin saya penasaran adalah kalau ada laporan bahwa Sulawesi merupakan salah satu pusat budaya artistik tertua dan paling berkelanjutan di dunia. Lukisan cadas ini 1,1 ribu tahun lebih tua dibandingkan cap tangan dari Spanyol yang sebelumnya dikaitkan dengan Neanderthal... ๐Ÿคฏ
 
wah bro, ares mikirnya kalau ini lukisan cadas 67.800 tahun ditemukan di Sulawesi? itu beda banget sama cap tangan negatif yang sebelumnya dikaitkan dengan Neanderthal di Spanyol... seperti apa sih cara buatan lukisan tersebut? perlu ada penelitian lebih lanjut ya bro
 
Wahhh omonges ๐Ÿ˜ฎ! 67.800 tahun yang lalu orang Indonesia udah bisa buat lukisan cadas yang begitu indah nih ๐Ÿคฉ! Makanya keren banget kalau kita lihat proses pembuatannya, ya... dia gak perlu bawa pensil atau cat apa pun, bisa langsung gunakan pigmen oker dan mulutnya ๐Ÿ˜‚. Dan siapa tahu, mungkin juga ada inspirasi dari mitos-mitos nenek moyang kita ๐Ÿ™. Tapi apa yang penting adalah kita bisa belajar dari orang-orang di masa lalu tentang bagaimana cara buat sesuatu dengan sangat kreatif dan sederhana ๐Ÿ’ก. Saya rasa kita semua bisa belajar banyak sekali dari penemuan ini! ๐Ÿค“
 
aku penasaran sih bagaimana cara perekaman lukisan cadas yang baru ditemukan itu dibuat oleh manusia modern 67.800 tahun lalu ๐Ÿค”. aku pikir mungkin ada tekniknya yang unik banget karena kalau dilihat dari cap tangan negatif yang ada sekarang, jari runcingnya tidak terlalu tajam kan? ๐Ÿ˜‚. tapi sepertinya hasilnya masih cukup konsisten dan tidak terlalu gelap-petir ๐Ÿ˜…. aku ingin tahu lebih banyak tentang cara perekaman lukisan cadas itu, apakah ada tutorial atau tutorial online yang bisa aku lihat? ๐Ÿ“š
 
Mana lagi penemuan-penemuan luar biasa yang keluar dari tanah air kita ๐ŸŒฟ๐Ÿ˜ฎ. Aku pikir sampe 2025, masih banyak potensi budaya dan sejarah yang belum dikemukakan di media. Kalau Gili Trawangan sudah ada museum untuk berbagi cerita belantara, maaafkan aku ingin melihat lebih banyak tempat like itu di seluruh Indonesia ๐Ÿค”. Mungkin bisa jadi, kalau kita serius menghargai sejarah dan budaya kita sendiri, kita bisa temukan banyak sekali cerita rahasia yang belum pernah dibahas ๐Ÿ˜Š.
 
heya bro ๐Ÿค“, aku pikir ini penemuan yang sangat penting banget! 67.800 tahun lalu manusia modern sudah bisa membuat lukisan cadas yang beragam warna. ini bikin kita jujur, bangsa Indonesia memiliki sejarah seni yang panjang dan kaya, tapi kalau di perbandingkan dengan orang lain, aku pikir kita harus lebih optimis lagi tentang kemampuan seni kita. dan ini juga bukti bahwa Homo sapiens sudah bisa berimajinasi dan membuat gambar cadas sejak mereka melintasi paparan Sunda menuju paparan Sahul lewat kawasan Wallacea ๐ŸŒฟ
 
aku pikir penemuan ini sangat luar biasa! 67.800 tahun yang lalu manusia sudah bisa buat lukisan seperti itu? itu artinya manusia modern di Indonesia sudah memiliki kemampuan seni yang sangat tinggi sejak jauh2 lamanya. aku rasa ini juga bukti bahwa Sulawesi memang memiliki sejarah budaya yang sangat kaya dan beragam. tapi kenapa sampai sekarang kita masih belum sepenuhnya mengerti bagaimana cara kerja lukisan cadas itu? serius, aku ingin tahu lebih lanjut tentang hal ini! ๐Ÿค”๐ŸŽจ
 
aku pikir kalau temuan ini seperti keajaiban, 67.800 tahun lama dan masih bisa dipertahankan sampai sekarang ๐Ÿคฏ. aku juga penasaran apa yang bikin orang Muna bisa membuat gambar cadas itu begitu indah dan detail. aku suka banget dengan cara Adhi berpikir untuk mengajukan penelitiannya di Paris, dia jadi terkenal lho! ๐Ÿ˜Š. aku rasa ini bukti nyata bahwa manusia modern di Sulawesi memiliki kemampuan kreatif yang sangat luas. dan aku juga suka banget dengan hasilnya, lukisan cadas itu seperti keajaiban alam ๐ŸŒŽ๐Ÿ’–.
 
Gue penasaran, 67.800 tahun yang lalu kalau manusia Sulawesi udah bisa buat lukisan cadas dengan cap tangan negatif? Gue pikir itu lucu banget. Mungkin di masa lalu, gue sendiri udah pernah melihat lukisan cadas seperti itu di museum atau apa-apa. Tapi, kalau 67.800 tahun yang lama, itu jadi sangat menarik. Gue ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana cara buat lukisan cadas tersebut dan bagaimana manusia modern bisa masih melihat jejak-jejak budaya dari masa lalu seperti itu.
 
hebat banget penemuan lukisan cadas itu 67.800 tahun yang lalu ๐Ÿคฏ, ini menunjukkan bahwa Sulawesi memang memiliki budaya artistik yang kaya dan berkelanjutan. Saya pikir ini merupakan bukti nyata bahwa manusia modern di Indonesia sudah memiliki kemampuan untuk menciptakan seni dan imajinasi yang tinggi. Tapi apa yang saya curigai adalah bagaimana cara peneliti bisa memastikan usia lukisan cadas itu benar-benar 67.800 tahun? ๐Ÿค”
 
Gak percaya banget ari gini! Lukisan cadas 67.800 tahun yang paling tua di dunia ini disebut cap tangan negatif, bukan lukisan yang biasa kita lihat ๐Ÿ˜ฑ. Artinya manusia modern sudah bisa berimajinasi dan membuat gambar sejak mereka melintas ke Sahul dari Sunda, tapi apa sih tujuan dari cap tangan tersebut? ๐Ÿค” Dan bagaimana caranya mereka bisa membuatnya 16.600 tahun yang lebih tua dibandingkan cap tangan Neanderthal di Spanyol? ๐Ÿคฏ Wajah manusia modern sejak itu gak asyik dipikirin lagi ๐Ÿ˜…
 
ini penemuan itu benar-benar luar biasa ๐Ÿคฏ! Sulawesi sebagai pusat budaya artistik tertua di dunia ini tentu membuat kita bangga ๐Ÿ˜Š. tapi apa yang aku rasakan adalah, kita harus segera meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian dan perlindungan budaya-budaya kami ๐ŸŒฟ. kita tidak boleh biarkan budaya-budaya ini diabaikan oleh pihak berwajib ๐Ÿค. selain itu, aku pikir penemuan ini juga dapat menjadi contoh bagaimana kita bisa bekerja sama dengan internasional untuk mencapai tujuan-tujuan yang lebih besar ๐Ÿ’ก. mari kita semua terus mendukung dan menghargai nilai-nilai budaya kami ๐Ÿ™!
 
Lol, ini penemuan yang paling seru banget! 67.800 tahun lalu, manusia modern Sudah bisa buat lukisan cadas yang nggak biasa-biasa aja. Ini menunjukkan bahwa mereka sudah punya kemampuan berimajinasi dan kreatif banget. Dan dari sini kita bisa lihat bahwa Sulawesi adalah salah satu tempat budaya artistik tertua di dunia. Saya rasa ini penemuan yang sangat penting dan saya harap peneliti-peneliti lainnya bisa melanjutkan riset ini agar kita bisa lebih banyak tahu tentang sejarah budaya kami ๐Ÿคฏ
 
kembali
Top