Lukisan Gua Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia

Pemerintah, Lembaga Penelitian, dan Komunitas Muna, Sulawesi Tenggara, Baru-Semua Merasa Kenyaman Berkat Temuan Lukisan Cadas Purba 67.800 Tahun yang Ada di Leang Metanduno.

Leang Metanduno menjadi salah satu situs gua dengan lukisan cadas purba tertua di dunia ini setelah tim peneliti menemukan lukisan berupa cap tangan negatif pada dinding gua tersebut. Penelitian ini dimulai dari proses publikasi temuan di Leang Timpuseng pada 2014 hingga akhirnya berhasil menemukan dan menyelesaikan proses penamaan terhadap lukisan cadas tertua ini.

Pemakaian teknik kapur yang berupa cap tangan negatif dalam melukis cadas ini bertepatan dengan penelitian di kalangan masyarakat Sulawesi. Dikatakan bahwa, dari segi teknik penggunaan cap tangan atau stensil, masing-masing wilayah memiliki keunikan tersendiri.

"Cap tangan yang kita temukan berbentuk runcing ini khas dengan wilayah ini dan tidak sama dengan di Kalimantan," kata Adhi Agus Oktaviana, peneliti dari BRIN. Penemuan lukisan cadas ini menunjukkan bahwa Sulawesi memiliki pusat budaya artistik tertua dan paling berkelanjutan di dunia.

Selain itu, penelitian ini juga membuktikan bahwa manusia modern telah memiliki kemampuan berimajinasi dan membuat gambar cadas sejak mereka melintasi paparan Sunda menuju paparan Sahul lewat kawasan Wallacea.
 
Kekerenannya, temuan lukisan cadas purba itu di Leang Metanduno ini benar-benar bikin kita penasaran! Maksudnya, kalau manusia modern bisa membuat gambar cadas sejak jangka waktu yang lama, itu berarti mereka punya kreativitas dan kemampuan yang luas. Tapi, apa yang perlu dibahas adalah bagaimana cara mengelola kekayaan budaya kita ini. Jika tidak dirawat dengan baik, nanti menjadi milik orang lain di dunia. Semoga pemerintah dan lembaga penelitian bisa bekerja sama untuk menjaga warisan budaya kita πŸ™
 
aku pikir penemuan lukisan cadas purba itu banget! seperti kalau kita buka buku sejarah bangsa kami di dunia, tiba-tiba ada gambar yang berasal dari 67.800 tahun yang lalu? itu jadi inspirasi bagi masyarakat lokal dan juga peneliti di daerah ini untuk terus menjaga budaya cadas tersebut. aku rasa penemuan ini juga memberikan kontribusi besar dalam memahami sejarah dan perkembangan seni di Indonesia.
 
Wow 🀯, penemuan lukisan cadas purba 67.800 tahun yang ada di Leang Metanduno ini benar-benar keren 😲! Mau dianggap sebagai pusat budaya artistik tertua dan paling berkelanjutan di dunia, tapi aku rasa itu juga salah paham πŸ€”... kayaknya manusia sudah jauh lebih lama membuat gambar-gambar cadas, kan? 😊 Interestingly, aku pikir ada kemungkinan adanya hubungan antara gambar-gambar cadas dengan budaya masyarakat di Wallacea, kan? Wow 😲!
 
Hehe, lihat aja lho, temuan itu sangat seru banget 🀯! 67.800 tahun yang lalu, masyarakat Sulawesi sudah bisa membuat lukisan cadas yang bagus sekali, kayak gini! 😊 Saya pikir itu bukti bahwa mereka memiliki keterampilan dan imajinasi yang baik. Dan yang terbaik lagi, teknik cap tangan negatif itu unik banget, mirip dengan di kalangan masyarakat Sulawesi sekarang juga 🀝. Menurut saya, penelitian ini sangat penting karena bisa membantu kita memahami lebih lanjut tentang sejarah dan budaya masyarakat Sulawesi. Dan, hehe, tidak sabar lagi untuk melihat apa yang lainnya yang bisa ditemukan di Leang Metanduno πŸ˜„!
 
Makasih banget ya, penelitian ini benar-benar mengejutkan! 67.800 tahun yang lalu, bangsa Muna sudah bisa membuat lukisan cadas dengan technique yang agak unik, yaitu cap tangan negatif. Itu bukti bahwa mereka sudah memiliki kemampuan kreatif dan berimajinasi, apalagi di wilayah Sulawesi yang sudah menjadi pusat budaya artistik tertua di dunia 🀩. Saya juga senang sekali bisa melihat proses penelitian yang panjang dan susah ini akhirnya bisa menemukan hasil yang sangat signifikan 😊. Bayangkan saja, mereka sudah bisa membuat lukisan cadas sejak mereka berimigrasi dari Sunda menuju Sahul lewat Wallacea 🌐! Itu bukti bahwa manusia Indonesia sudah memiliki sejarah budaya yang sangat kaya dan panjang πŸ”₯.
 
Oooh, aku rasa pemerintah dan lembaga penelitiannya harus diakui atas penemuan lukisan cadas purba itu 😊. 67.800 tahun yang lalu, manusia ini sudah bisa membuat gambar yang keren banget! Aku pikir itu bukti bahwa Sulawesi memiliki sejarah budaya yang panjang dan kaya 🌴. Dan aku rasa penelitian ini juga perlu diikuti oleh komunitas Muna dan Sulawesi, agar kita bisa lebih memahami tentang keunikan wilayahnya dan bagaimana cara merawat warisan budayanya 🏠. Aku harap penelitian ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih menyukai dan melestarikan kebudayaan Indonesia πŸ’š.
 
Gue rasa pameritah harus memberi informasi lebih banyak lagi tentang penelitian ini, gue senang dengerinnya... tapi gue masih curiga siapa yang ngerusak gua ini dulu? πŸ€” Gue pikir 67.800 tahun lalu mereka udah ada teknologi apa sih untuk melukis cadas seperti itu? dan gue masih bingung siapa peneliti Adhi Agus Oktaviana yang bikin cap tangan negatif kayak itu, gue rasa gue perlu lihat sendiri foto-foto lukisan cadas ini...
 
ini gini, kalau kita lihat kebenaran penelitian ini, itu jadi suluh untuk bagaimana manusia tua di Sulawesi bisa membuat lukisan cadas yang berbeda dari wilayah lainnya. tapi, apakah kita benar-benar yakin bahwa mereka sudah memiliki kemampuan seperti itu sejak 67 ribu tahun yang lalu? aku rasa masih ada banyak hal yang tidak diketahui lagi tentang latar belakang budaya masyarakat Sulawesi ini. dan siapa tahu, mungkin teknik kapur yang digunakan juga tidak hanya sekedar cara biasa saja...
 
Gue pikir lama-lama temuan lukisan cadas itu di Leang Metanduno akan menjadi semacam cerita rakyat, gak sampai peneliti BRIN ternyata bukti-bukti yang ada sebenarnya dari kapan-kapannya ya? 67.800 tahun lalu? itu nggak percayapun, tapi gue suka banget kalau kita bisa tahu tentang kebudayaan masyarakat Sulawesi dari jaman-jaman itu 🀯🎨
 
Luar biasa ya... 67.800 tahun yang lalu, orang Muna masih bisa membuat lukisan seperti itu 🀯. Cap tangan negatif, bukan aja kaki? Jadi, itu berarti mereka sudah bisa menggunakan alat sederhana seperti itu untuk membuat sesuatu yang indah. Saya bayak-bayakan takjub dengan penemuan ini... di Leang Metanduno sih, tapi sebenarnya saya lebih suka Leang Timpuseng dari dulu, kenangan-kenangan saya masih bisa dibawa ke sana 😊. Dan kalau sudah ada cap tangan, berarti mereka juga bisa membuat sesuatu yang lebih rumit, seperti ukir atau apa? Saya bayak-bayakan ingin tahu lebih banyak tentang tekniknya πŸ€”.
 
omong omongan pemerintah nanti bakal siap apa lagi? tapi sepertinya hasil penelitian ini benar-benar menarik banget! 67.800 tahun yang lalu mereka sudah bisa melukis cadas dengan teknik cap tangan negatif, itu berarti manusia Indonesia yang awalnya sudah memiliki kemampuan kreatif yang serius!

saya pikir penelitian ini benar-benar inspiratif, kita harus lebih banyak menghargai warisan budaya Sulawesi dan tidak hanya fokus pada Jakarta aja! serta, bukti ini juga membuat saya berpikir, apakah ada kemungkinan manusia Indonesia yang sudah hidup di saat purba Sahul? tolong penelitian lanjutkan ya 😊
 
Sekarang aja kita lihat siapa yang terkena dampak dari perubahan iklim, banget aja deh! Pulau-pulau kecil di Indonesia seperti Sulawesi ini udah terluka parah akhirnya. Kondisi cuaca yang tidak stabil lagi membuat mereka harus beradaptasi dengan perubahan iklim ini. Mereka harus menghadapi gangguan cuaca tropis, banjir, dan kerusakan infrastruktur. Sementara itu, kita udah lihat siapa-siapa punya kemampuan berimajinasi untuk membuat lukisan cadas yang terus eksis hingga 67.800 tahun yang lalu, tapi apa kita udah melihat siapa punya kemampuan beradaptasi dengan perubahan iklim ini? Kita nggak bisa terlalu percaya diri lagi! πŸ€•
 
gak percaya banget nih, 67.800 tahun yang lalu manusia di Sulawesi sudah bisa bikin lukisan cadas dengan teknik cap tangan! itu artinya orang-orang di Sulawesi sudah punya kebudayaan kuno yang bagus sekali 🀩. kayaknya kalau kita mau jujur, tidak ada negara yang memiliki budaya kuno yang lebih tua daripada Indonesia ya 😎. dan penelitian ini juga menunjukkan bahwa manusia di Sulawesi sudah punya kemampuan berimajinasi dan membuat gambar cadas sejak mereka melintasi paparan Sunda menuju paparan Sahul lewat kawasan Wallacea, itu sangat keren! πŸ™Œ
 
kembali
Top