Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan kemarahan dirinya setelah dituding sebagai pemilik saham perusahaan Toba Pulp Lestari (TPL). Menurutnya, ia telah menyaksikan warga yang protes terhadap aktivitas TPL yang mencemari lingkungan, termasuk Danau Toba. Ia mengatakan bahwa TPL memproduksi bubur untuk pembuatan kertas dan membeli kayu dari masyarakat.
Luhut mengaku telah meminta agar aktivitas TPL dihentikan, namun pemberhentian aktivitas tersebut hanya berlangsung sebentar karena proses lobi-lobian TPL berlangsung dengan masif. Ia menyinggung pihak yang menudingnya memiliki saham di TPL dan meminta agar pihak tersebut menunjukkan bukti.
Tiba-tiba saja, Luhut menjadi marah dan mengatakan bahwa ia tidak pernah memiliki saham di TPL kecuali di perusahaan yang dibuat sendiri, yaitu Toba Sejahtera. Ia juga menyinggung pihak yang dituduhnya memiliki izin usaha pertambangan (IUP) di Morowali dan mengaku tidak punya saham di sana.
Luhut meminta agar pihak yang menudingnya agar turut menunjukkan bukti terkait tudingan tersebut. Ia merasa kesal dengan tudingan itu karena harga dirinya tercoreng. Ia mengatakan bahwa ia tidak ingin menuduh orang lain dan ingin menggunakan data yang ada untuk membuktikan kebenaran.
"Dignity" atau kehormatan Luhut terjaga, karena ia tidak ingin menjadi korban tudingan palsu. Ia meminta agar pihak tersebut berhati-hati dalam menuduh dan harus menggunakan bukti yang kuat sebelum menuduh orang lain.
Luhut mengaku telah meminta agar aktivitas TPL dihentikan, namun pemberhentian aktivitas tersebut hanya berlangsung sebentar karena proses lobi-lobian TPL berlangsung dengan masif. Ia menyinggung pihak yang menudingnya memiliki saham di TPL dan meminta agar pihak tersebut menunjukkan bukti.
Tiba-tiba saja, Luhut menjadi marah dan mengatakan bahwa ia tidak pernah memiliki saham di TPL kecuali di perusahaan yang dibuat sendiri, yaitu Toba Sejahtera. Ia juga menyinggung pihak yang dituduhnya memiliki izin usaha pertambangan (IUP) di Morowali dan mengaku tidak punya saham di sana.
Luhut meminta agar pihak yang menudingnya agar turut menunjukkan bukti terkait tudingan tersebut. Ia merasa kesal dengan tudingan itu karena harga dirinya tercoreng. Ia mengatakan bahwa ia tidak ingin menuduh orang lain dan ingin menggunakan data yang ada untuk membuktikan kebenaran.
"Dignity" atau kehormatan Luhut terjaga, karena ia tidak ingin menjadi korban tudingan palsu. Ia meminta agar pihak tersebut berhati-hati dalam menuduh dan harus menggunakan bukti yang kuat sebelum menuduh orang lain.