LRT Jakarta Rombak Komisaris, Azas Tigor Nainggolan Dicopot

Pencopotan Azas Tigor dan Mohamad Pramintohadi Sukarno sebagai Komisaris PT LRT Jakarta selesai digelar. Pengangkatan baru ini terjadi setelah rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di awal tahun 2026. Pihak PT LRT Jakarta memutuskan untuk menggantikan dua nama tersebut dengan M Masyhud dan Irwan Setiawan.

Mereka yang digantikan memiliki pengalaman berkepanjangan dalam menjabat sebagai Komisaris, namun kini mereka akan melengkapi posisi baru di dalam dewan komisaris. Penyesuaian ini dilakukan berdasarkan keputusan para pemegang saham (KPPS) yang disampaikan secara resmi.

Mohamad Pramintohadi Sukarno dan Azas Tigor Nainggolan digantikan oleh dua orang baru tersebut, yaitu M Masyhud dan Irwan Setiawan. Sementara Iwan Takwin tetap menjabat sebagai Direktur Utama BUMD PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan juga menempati posisi Komisaris Utama.

Pengangkatan baru ini disertai perubahan dalam jajaran direksi, namun tidak ada yang berubah. Sementara itu, Azas Tigor Nainggolan dan Mohamad Pramintohadi Sukarno menjabat sebagai Komisaris PT LRT Jakarta sejak Oktober 2023 lalu.
 
Hehe, ternyata gak semua informasi yang kita baca di media itu benar-benar benar... πŸ€” Nah, nih, saya lihat Azas Tigor dan Mohamad Pramintohadi Sukarno kembali jadi Komisaris PT LRT Jakarta. Maksudnya, mereka baru saja keluar dari jabatan itu lalu kembali masuk lagi? πŸ™„ Sepertinya ada kesalahan informasi di sini... Saya rasa kita harus lebih teliti lagi sebelum kita mempercayai apa yang kita baca di media... πŸ“°

Sementara itu, pengangkatan baru ini juga membuat saya penasaran... Siapa M Masyhud dan Irwan Setiawan? Apakah mereka punya pengalaman yang cukup untuk menjadi Komisaris PT LRT Jakarta? Saya berharap informasi lebih lanjut tentang mereka bisa kita temukan... πŸ€”
 
Gue pikir apa lagi yang bisa dipikirin dari hal ini? πŸ€” PT LRT Jakarta ini pahit manis ya, selama-selama punya dua komisaris yang nggak masuk akal, tapi akhirnya mereka digantikan dengan dua orang baru. Gue rasa itu bagus banget, karena gue punya rasa bahwa dua komisaris yang digantikan kayaknya terlalu lama menjabat di sana... πŸ˜’. Sementara dua orang baru yang digantikan kayaknya masih cukup berpengalaman, jadi mungkin tidak ada masalah lagi. Gue juga penasaran apa perubahan-perubahan lain yang akan dilakukan oleh PT LRT Jakarta di masa depan... πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Saya senang banget kalau platform ini masih bisa dijalani oleh masyarakat luas, apalagi kalau ada perubahan pengurus seperti ini. Sepertinya penyesuaian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan komisaris baru dan juga memastikan bahwa kepentingan pemegang saham tetap terjaga. Saya percaya bahwa M Masyhud dan Irwan Setiawan memiliki kemampuan yang cukup untuk menggantikan dua nama yang sebelumnya menjabat di posisi tersebut 😊.
 
Sayangnya gantian itu terlalu cepat gitu... Azas dan Pramintohadi sudah jadi komisaris yang baik banget, tapi aku pahamlah kalau pemegang saham ingin perubahan. Mereka baru-baru ini masih dipercaya banyak orang, tapi mungkin ada area yang perlu diimprove.

Aku rasa penting buat mereka yang digantikan untuk terus jadi bagian dari tim, tapi dengan posisi baru ya... kalau bisa memberikan konsultasi dan pengalaman yang lebih luas ke komisaris baru itu. Aku harap komisaris baru itu bisa membawa perubahan positif dan membuat LRT Jakarta menjadi semakin baik. 🀞
 
Aku pikir kalau ganti komisaris itu perlu dihindari, sih... apa salah sama Azas Tigor dan Mohamad Pramintohadi Sukarno? Mereka udah banget berpengalaman di LRT Jakarta, kan? πŸ€”
 
Gue pikir pengangkatan baru ini agak susah nih... M Masyhud dan Irwan Setiawan gak terlalu dikenal di kalangan pemegang saham, apa kabar kalian? πŸ€” Nah tapi gue ngerti kalo ini dilakukan berdasarkan keputusan RUPSLB, karenanya. Sementara Iwan Takwin masih menjabat sebagai Direktur Utama BUMD Perseroda, cerita bagus banget! 😎 Gue harap perubahan ini bisa meningkatkan efisiensi dan performa PT LRT Jakarta, apalagi setelah beberapa tahun lalu, LRT Jakarta mengalami kesulitan karena keterlambatan pembangunan stasiun... πŸš‚
 
Gue rasa pihak perusahaan itu kayaknya memanggil orang baru untuk jadilah kebijakan yang bijak, biar tidak ada masalah lagi. Azas Tigor dan Mohamad Pramintohadi Sukarno kayaknya sudah berpengalaman banget dalam menjabat, tapi mungkin mereka tidak cocok lagi untuk posisi Komisaris. Sementara itu M Masyhud dan Irwan Setiawan kayaknya pengeluaran yang tepat. Gue harap pihak PT LRT Jakarta bisa menjalankan operasinya dengan lancar, biar tidak ada masalah lagi. 🀞
 
Haha, sepertinya perang saham di Jakarta ini masih banyakin! 🀣 Pengangkatan M Masyhud dan Irwan Setiawan sebagai Komisaris baru PT LRT Jakarta pasti untuk mengganti pasangan 'Tigor' dan 'Sukarno' yang lama. Gua curiga, mungkin mereka mau buat giliran lagi ya? πŸ€”
 
Wahh, sepertinya perubahan ini bukan mainan anak-anak, ya? Sekarang kira-kira siapa yang bakal mengatur LRT di Jakarta... M Masyhud dan Irwan Setiawan itu orang apa aja? Belum terlalu dikenal di sini. Saya rasa perlu waktu lagi untuk lihat bagaimana performa mereka, kayaknya lebih baik dari Tigor na Ahmadi, sih.
 
Gue pikir ini gampangnya terjadi, sih. Semua pemegang saham sudah mengetahui kondisi jaringan LRT Jakarta yang buruk banget. Gue sendiri pernah kesulitan untuk mencapai tempat kerja di masa lalu karena LRT Jakarta jadi gangguan. Jadi, penyesuaian ini benar-benar wajar. Tapi, siapa aja nanti yang akan bertanggung jawab atas masalah-masalah yang masih ada? πŸ€”
 
ini gampang banget bisa di bayangkan siapa yang bakanya memilih nama-nama baru itu aja πŸ€”. pertanyaannya adalah, kenapa harus digantikan dulu? kayaknya ada suatu masalah di balik cerita ini, tapi belum tahu apa sih alasannya. apalagi kalau komisaris-komisaris lama ini masih bisa jadi direktur utama ya? itu gampang banget bisa berarti mereka punya banyak kekuatan lagi, tapi mungkin tidak ada yang mau mengatakan hal ini karena takut membuat nama-nama baru ini jadi korban lagi πŸ€·β€β™‚οΈ. saya pikir perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang apa sih yang terjadi di balik gantian nama nama ini, apakah ada suatu hubungan antara perubahan nama dan beberapa masalah lainnya yang belum terungkap...
 
Gue pikir pihak ini hanya ingin mengelabui publik dengan mengganti nama-nama yang sudah lumayan lama ya? Ikan-ikan kaca, apa ada perubahan yang nyata? Cukup buat-buat saja dan ambil keuntungan dari reputasi orang-orang yang digantikan. Gue rasa ini tidak masuk akal, apa lagi kalau bukan ada yang berubah di dalam jajaran direksi? Itu cuma main-panyalan aja πŸ˜’
 
Gue rasa ini gede deh 🀣, tapi sepertinya baik-baik aja. Pihak PT LRT Jakarta memutuskan mengganti dua nama lama dengan dua orang baru. Mungkin ini bisa meningkatkan efisiensi dan kinerja organisasi, ya? Gue senang melihat perubahan yang positif, terutama bagi pemegang saham. Semoga kedua orang baru ini bisa membawa dampak positif dan membantu PT LRT Jakarta menjadi lebih baik lagi πŸš€πŸ’ͺ.
 
Makanya orang bilang pengalaman bukan selalu benar. Mereka yang baru naik menjadi komisaris bisa jadi memiliki ide-ide yang lebih baik dan bisa membawa perubahan positif bagi perusahaan, tapi juga bisa jadi mereka terlalu mewah dengan diri sendiri, sehingga tidak peduli dengan masalah-masalah di dalam perusahaan. Kita harus berhati-hati bukan? Selalu perlu mengevaluasi dan memberikan umpan balik agar kita bisa menjadi orang yang lebih baik dalam jalan hidup dan bisnis. 😊
 
πŸš‚πŸ‘₯😐 Aku rasa ini gampang banget aja, siapa pun nanti bisa jadi komisaris LRT Jakarta. πŸ€” Tapi aku pikir lebih baik kalau mereka yang sudah lama ngejajah duduk di meja komisaris itu kebagian kruannya ya 😊. Sama-sama aja, aku senang bisa melihat ganti-ganti komisaris ini πŸ”„πŸ‘.
 
kembali
Top