Dalam keseriusan, pengangkatan M. Masyhud dan Irwan Setiawan ke dalam jajaran dewan komisaris PT LRT Jakarta yang melantikan Azas Tigor Nainggolan dan Mohamad Pramintohadi Sukarno dicopot dari jabatan tersebut telah menjadi kenyataan. Pengangkatan ini dilakukan berdasarkan putusan para pemegang saham PT LRT Jakarta yang disampaikan di rapat umum pemegah saham luar biasa (RUPSLB) PT LRT Jakarta pada tanggal 2 Januari 2026.
Dikatakan dalam keterangan resmi pihak PT LRT Jakarta, penggantian susunan dewan komisaris telah terjadi sejak tanggal tersebut. Meskipun demikian, masih banyak yang tidak jelas mengenai alasan apa yang menyebabkan pengangkatan Azas Tigor dan Mohamad Pramintohadi Sukarno dicopot dari jabatannya.
Sementara itu, Iwan Takwin yang juga menjabat sebagai Direktur Utama BUMD PT Jakarta Propertindo (Perseroda) tetap menjabat sebagai Komisaris Utama. Dalam hal ini, perubahan pengangkatan dan penggantian posisi di dewan komisaris dan direksi menjadi lebih jelas.
Pengangkatan Masyhud dan Irwan Setiawan diharapkan dapat membawa dampak yang positif bagi PT LRT Jakarta dalam meningkatkan kinerja dan efisiensi operasionalnya.
Dikatakan dalam keterangan resmi pihak PT LRT Jakarta, penggantian susunan dewan komisaris telah terjadi sejak tanggal tersebut. Meskipun demikian, masih banyak yang tidak jelas mengenai alasan apa yang menyebabkan pengangkatan Azas Tigor dan Mohamad Pramintohadi Sukarno dicopot dari jabatannya.
Sementara itu, Iwan Takwin yang juga menjabat sebagai Direktur Utama BUMD PT Jakarta Propertindo (Perseroda) tetap menjabat sebagai Komisaris Utama. Dalam hal ini, perubahan pengangkatan dan penggantian posisi di dewan komisaris dan direksi menjadi lebih jelas.
Pengangkatan Masyhud dan Irwan Setiawan diharapkan dapat membawa dampak yang positif bagi PT LRT Jakarta dalam meningkatkan kinerja dan efisiensi operasionalnya.