Halo guys, gue rasa BAS yang ini kayak nggak ingin punya staf sendiri sih . Tapi kalo kita lihat, gaji itu bukan mainan, Rp 697,5 miliar per bulan? Waktunya kita bisa bekerja di Antartika aja, tapi malah gue rasa lebih suka nyari gaji di Jakarta atau Bali . Haha, kalau gak bisa, gue akan mencoba bergabung dengan BAS, tapi waktunya gue harus menekan angin dingin .
Gaji ratusan juta rupiah sih bikin aku terpesona banget, tapi apa yang membuat aku penasaran adalah bagaimana pekerja di Antartika bisa hidup bersama-sama di tempat yang begitu dingin dan sepi. Aku punya adik laki-laki yang suka photography, dia pasti ingin bekerja sama dengan BAS untuk mengabadikan keindahan alam di Antartika
Gaji ratusan juta rupiah itu membuat aku penasaran, siapa sih yang mau bekerja di Antartika dengan gaji begitu? Aku pikir aku sendiri tidak bisa tahan hidup di tempat yang dingin itu . Tapi aku senang melihat ada kesempatan untuk pekerja-pekerja kayakanya tukang kayu dan ledeng yang dipertimbangkan. Semoga mereka bisa menikmati pengalaman berharga di sana, dan aku harap juga bisa nonton via live streaming aja .
Hehe, apa lagi yang bisa dibicarakan soal gaji yang mahal di Stasiun Penelitian Antartika? Mereka bilang Rp 697,5 miliar per bulan, wah kalau aku punya gaji seperti itu aku langsung membeli rumah di Bali ya! Tapi apa sih kehidupan di sana? Aku curug banget, bagaimana caranya hidup bersama orang-orang yang tinggal bergantian? Dan, tukang kayu dan ledeng bisa bekerja di sana? Aku penasaran juga soal kru pendukung, apa sih pekerjaan mereka?