Loud Budgeting: Tren Gaya Keuangan Transparan ala Gen Z

Gen Z telah memutuskan untuk "bersuara" tentang keuangan pribadi mereka, dan bukannya menyimpan hal tersebut sebagai rahasia, mereka lebih suka membicarakan hal ini secara terbuka. Mereka telah mengangkat isu ini menjadi tren yang disebut dengan nama "loud budgeting." Konsep ini sebenarnya adalah tentang kebalikan dari trend yang terjadi sebelumnya yaitu menampilkan citra kaya dan estetika "old money".

Pada akhir 2023, Lukas Battle memperkenalkan istilah "loud budgeting" melalui konten di TikTok. Dia mendorong Generasi Z untuk lebih berani dan sadar dalam membicarakan kebiasaan menabung dan pengeluaran mereka. Menurutnya, "loud budgeting" bukan soal "tidak punya uang", tapi tentang memilih untuk tidak menghabiskan uang demi tujuan finansial jangka panjang.

Tren ini kemudian berkembang sebagai kebalikan dari trend "quiet luxury" yang populer sebelumnya. Orang-orang Gen Z lebih suka bersikap realistis, terbuka, dan bertanggung jawab terhadap kondisi keuangan mereka. Mereka tidak lagi takut untuk mengungkapkan alasan mengapa mereka tidak bisa mengeluarkan uang untuk sesuatu.

Kemunculan tren ini juga tidak terlepas dari konteks ekonomi yang dihadapi Generasi Z. Saat mereka mulai memasuki dunia kerja, biaya hidup semakin tinggi dan inflasi meningkat membuat pengelolaan keuangan menjadi kebutuhan mendesak.

Dengan demikian, "loud budgeting" hadir sebagai strategi sosial sekaligus finansial yang membantu Gen Z tetap bisa bersosialisasi tanpa mengorbankan stabilitas keuangan mereka. Ungkapan seperti "Aku tidak mampu beli barang itu, aku tidak punya anggaran untuk pergi keluar" dianggap lebih normal daripada menjelaskan alasan mengapa tidak bisa pergi ikut acara atau tidak mau membeli barang tertentu.

Untuk mendapatkan hasil dari tren ini, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan. Pertama, kita harus jujur soal alasan berhemat ketika ditanya teman atau keluarga mengapa tidak mau mengeluarkan uang untuk sesuatu. Kedua, kita bisa membuat kesepakatan soal hadiah dengan orang lain, seperti menentukan batas harga untuk membeli hadiah bersama atau menyepakati tidak bertukar hadiah. Ketiga, kita harus keterbuka saat diundang acara penting, seperti pernikahan dan mengucapkan bahwa kita sebenarnya ingin sekali hadir, tapi jujur kita tidak sanggup beli hadiah yang mahal. Keempat, kita bisa menyarankan alternatif yang lebih hemat ketika diajak menikmati hiburan yang agak mahal dengan teman.
 
Gue kira "loud budgeting" ini kayaknya juga ada kelemahan-kelemahannya sendiri. Gue pikir kalau kita terlalu banyak membicarakan hal ini, pasti orang lain punya pendapat yang berbeda. Misalnya, ada orang yang lebih fokus pada kenyamanan daripada mengelola anggaran. Nah, apa jadi kita semua mulai membandingkan diri sendiri? Kita harus ingat bahwa setiap orang memiliki keunikan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Jadi, gue rasa kita harus lebih fokus pada pendidikan keuangan daripada membuat tren "loud budgeting" ini menjadi semakin populer.
 
Wahhh, aku penasaran banget sekali dengar tentang tren "loud budgeting" ini! 😍 Aku rasa itu sangat keren dan positif, karena akhirnya orang-orang Gen Z bisa jujur tentang keuangan mereka tanpa harus khawatir tentang apa yang lain nyesel.πŸ€— Aku pikir itu juga bagus banget sekali tren ini membantu orang-orang untuk lebih berani dan sadar dalam mengelola uang mereka.πŸ’Έ Semoga banyak orang bisa menikmati tren ini dan jangan ragu-ragu lagi untuk membicarakan keuangan mereka! πŸ’¬
 
Aku pikir "loud budgeting" ini benar-benar inspiratif! 🀩 Mereka sudah tidak takut untuk mengungkapkan kebenaran tentang keuangan mereka, dan itu adalah hal yang sangat berharga. Di Indonesia kita masih banyak orang yang malu untuk membicarakan tentang kekayaan atau kemiskinan mereka, tapi ini menunjukkan bahwa Gen Z lebih bijak dan realistis dalam mendekati masalah tersebut. πŸ™

Aku juga setuju bahwa "loud budgeting" bukan hanya tentang tidak punya uang, tapi tentang memilih untuk mengelola keuangan dengan bijak. Mereka tidak lagi terjebak pada konsep "old money" yang membuat mereka merasa malu atau tidak mampu. πŸ€‘

Di sisi lain, aku pikir bahwa kita juga perlu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mengelola keuangan dengan baik. Kita harus belajar untuk berbicara tentang anggaran dan pengeluaran kita, bukan hanya diam saja dan harap-harap nanti ada uang. πŸ’Έ
 
aku pikir ini sangat keren banget nih! "loud budgeting" itu konsep yang sangat masuk akal di masa sekarang, ya kalau kita tidak terbuka dan jujur tentang keuangan kita, bagaimana kita bisa memahami apa-apa yang kita butuhkan? aku suka banget ketika lukas battle mendorong generasi z untuk lebih berani membicarakan hal ini, karena sekarang kita harus menghadapi kenyataan bahwa pengelolaan keuangan bukan hanya soal "tidak punya uang" tapi juga tentang memilih apa yang benar-benar penting bagi kita πŸ€‘πŸ‘
 
aku suka banget konsep ini πŸ€©πŸ“ˆ, seperti gak perlu takut dibawa ke luar karena tidak punya uang, tapi bisa jujur dan terbuka tentang itu πŸ™πŸ’¬. aku pikir ini sangat positif buat generasi z yang ingin memiliki stabilitas keuangan dan masih bisa bersosialisasi dengan teman-temannya πŸ˜ŠπŸ‘«. dan aku juga setuju bahwa kita harus jujur soal alasan berhemat, gak perlu takut dianggap kurang manja atau tidak populer πŸ™…β€β™‚οΈπŸ’β€β™€οΈ. tapi apa yang paling aku suka adalah ada kekuatan sosial dalam tren ini πŸŒŸπŸ‘«, membuat orang lebih nyaman untuk membicarakan tentang hal-hal finansial mereka tanpa takut dihakimi πŸ˜ŠπŸ’•.
 
Saya penasaran apa yang membuat banyak orang Gen Z berani membicarakan tentang keuangan pribadi mereka? πŸ€” Mereka benar-benar lebih berani mengungkapkan rahasia tentang tidak memiliki uang, ataukah itu karena mereka benar-benar sadar akan pentingnya mengelola keuangan dengan baik? πŸ’Έ

Saya juga ingin tahu apa yang membuat orang-orang Gen Z lebih suka bersikap realistis dan terbuka tentang kondisi keuangan mereka. Apakah itu karena mereka tidak takut untuk ditolak oleh teman atau keluarga, ataukah itu karena mereka benar-benar ingin menunjukkan bahwa mereka bijak dalam mengelola uang? 🀝

Saya pikir "loud budgeting" adalah ide yang sangat bagus! πŸ’‘ Maka dari itu, saya ingin tahu bagaimana cara kita bisa mendukung tren ini dan membantu orang-orang Gen Z untuk lebih berani mengelola keuangan mereka. Apakah ada cara lain untuk membuat orang-orang lebih suka membicarakan tentang keuangan pribadi mereka? πŸ€”
 
ini kayaknya tren "loud budgeting" yang sedang hits di TikTok kalau aku harus sih aku think itu keren banget, tapi juga sedikit takut untuk mengungkapkan kebenaran tentang keuangan kita 🀯. seperti aku punya teman yang selalu bilang dia tidak mau beli barang-barang mahal karena alasan "tidak punya anggaran", tapi aku tahu dia sebenarnya mau, tapi hanya takut orang lain akan pikiran negatif tentangnya πŸ˜‚. tapi kalau kita jujur dan terbuka soal keuangan kita, mungkin bisa membuat orang lain lebih paham dan tidak memandang kita sebagai orang yang tidak berpenghasilan πŸ’Έ.
 
πŸ€” aku rasa tren "loud budgeting" ini memang benar-benar keren, bukan hanya karena orang Gen Z diwajarkan untuk berani mengungkapkan kebiasaan menabung dan pengeluaran mereka, tapi juga karena mereka tidak takut untuk mengakui bahwa biaya hidup semakin tinggi dan inflasi makin meningkat. itu juga membuat mereka lebih realistis dan bersikap bertanggung jawab terhadap kondisi keuangan mereka. aku pikir itu sangat berbeda dengan trend "quiet luxury" yang sebelumnya, di mana orang-orang lebih suka menampilkan citra kaya dan estetika tanpa harus mengakui bahwa mereka juga memiliki beban keuangan. tapi sekarang aku rasa kita sudah masuk pada era dimana orang-orang diwajarkan untuk berani dan jujur tentang kebiasaan menabung dan pengeluaran mereka, dan itu pasti akan membawa perubahan yang positif dalam cara kita mengelola keuangan kita. πŸ“ˆπŸ’Έ
 
ini cerita tentang Gen Z yang makin suka berbicara tentang uang mereka, bukan rahasia ya! tapi aku pikir ini juga bisa menjadi pelajaran bagus. kalau kita selalu menyembunyikan kebenaran tentang keuangan kita, itu seperti menipu diri sendiri. apa pun itu bisa jadi masalah nanti. tapi kalau kita berani membicarakan tentang uang kita, itu sejenguk air segar untuk pikiran dan jiwa kita sendiri.

jadi, aku pikir ini juga cerita tentang pentingnya kejujuran dan ketelatenan dalam mengelola keuangan kita. jangan takut untuk mengatakan "aku tidak punya uang" atau "aku tidak bisa beli barang itu". itu tidak berarti kamu tidak memiliki anggaran, tapi berarti kamu memiliki prioritas yang harus dipertimbangkan.

dan aku rasa ini juga tentang pentingnya persetujuan dan kesepakatan dengan orang lain. kalau kita membuat kesepakatan tentang hadiah atau pengeluaran bersama, itu bisa membantu kita tetap stabil dalam mengelola keuangan kita.

semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih berani dan jujur dalam mengelola keuangan kita 😊
 
Gue penasaran apa yang bikin Gen Z suka membicarakan keuangan mereka? Mungkin karena gue sendiri masih suka menyimpan resep makanan favorit di rahasia, kayaknya mereka nggak ingin dirumorkan nggak bisa menabung. Tapi serius, gue kira "loud budgeting" ini cukup cerdas banget. Kalau orang lain belom berani membicarakan keuangan mereka, maka kalau Gen Z bisa bikin trend sendiri, itu kayaknya yang terbaik!
 
kembali
Top