Kehilangan Nyata di Cisarua, 82 Orang Masih Hilang dalam Longsor
Bencana longsor yang terjadi di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah, Kabupaten Bandung Barat, ternyata mengakibatkan kerugian nyata bagi masyarakat lokal. Sebanyak 82 orang masih hilang, menurut data yang dikabarkan oleh pihak berwenang.
Longsor ini terjadi pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, akibat hujan deras dan angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut. Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat, Yunus, sebanyak lima orang meninggal dunia dalam kejadian ini.
Sementara itu, puluhan warga lainnya masih dilaporkan belum ditemukan dan masuk dalam proses pencarian. "Korban meninggal terdata lima orang. Untuk warga yang belum ditemukan masih dalam pencarian," kata Yunus kontributor Tirto, Sabtu (24/1/2026).
Jumlah korban yang diselamatkan dari material tanah longsor, 23 orang, menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Namun, bencana ini berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa.
Upaya penanganan darurat dan pencarian korban dengan mengaji cepat serta asesmen awal di lokasi telah dilakukan BPBD Kabupaten Bandung Barat. Saat ini, Kabupaten Bandung Barat berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencuna Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026.
Tim gabungan dari lintasi instansi masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak. Upaya pencarian dan evakuasi dilakukan dengan mengombinasikan alat manual dan alat berat berupa ekskavator.
Bencana longsor yang terjadi di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah, Kabupaten Bandung Barat, ternyata mengakibatkan kerugian nyata bagi masyarakat lokal. Sebanyak 82 orang masih hilang, menurut data yang dikabarkan oleh pihak berwenang.
Longsor ini terjadi pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, akibat hujan deras dan angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut. Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat, Yunus, sebanyak lima orang meninggal dunia dalam kejadian ini.
Sementara itu, puluhan warga lainnya masih dilaporkan belum ditemukan dan masuk dalam proses pencarian. "Korban meninggal terdata lima orang. Untuk warga yang belum ditemukan masih dalam pencarian," kata Yunus kontributor Tirto, Sabtu (24/1/2026).
Jumlah korban yang diselamatkan dari material tanah longsor, 23 orang, menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Namun, bencana ini berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa.
Upaya penanganan darurat dan pencarian korban dengan mengaji cepat serta asesmen awal di lokasi telah dilakukan BPBD Kabupaten Bandung Barat. Saat ini, Kabupaten Bandung Barat berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencuna Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026.
Tim gabungan dari lintasi instansi masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak. Upaya pencarian dan evakuasi dilakukan dengan mengombinasikan alat manual dan alat berat berupa ekskavator.