Hujan deras disambut dengan longsor yang mengancam kehidupan warga di wilayah Cisarua, Bandung Barat. Sejak Jumat (23/1/2026), hingga saat ini, 30 rumah warga Kampung Babakan RT 5 RW 11 Pasirlangu tertimbun material tanah akibat bencana longsor yang disertai angin kencang.
Menurut Hadi Rahmat, Pranata Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan. "Bencana tanah longsor terjadi akibat hujan deras yang disertai angin kencang," ujar dia.
Dalam kejadian ini, tiga orang dikabarkan meninggal dunia, dan sejumlah warga diedevakuasi ke Aula Desa Pasirlangu. Data sementara BPBD Jawa Barat, menuturkan ada 30 rumah terdampak, dan korban jiwa telah dipastikan 3 orang meninggal dunia.
Saat ini, petugas di sekitar lokasi longsor melaksanakan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung Barat untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat. Mereka juga melakukan kegiatan evakuasi dan penyelematan serta assessment korban terdampak.
Ditambahkan Hadi, BPBD KBB dan tim gabungan saat ini sedang melaksanakan kegiatan evakuasi dan penyelematan serta assessment korban terdampak. "Rekomendasinya warga jauhi lokasi longsoran, dan tatap berada di zona aman," ujarnya.
Pemprov Jabar telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana sejak 15 September 2025 sampai 30 April 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus meningkatkan koordinasi dengan 27 kabupaten atau kota untuk memastikan kesiapsiagaan daerah berjalan optimal selama periode cuaca ekstrem.
Menurut Hadi Rahmat, Pranata Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan. "Bencana tanah longsor terjadi akibat hujan deras yang disertai angin kencang," ujar dia.
Dalam kejadian ini, tiga orang dikabarkan meninggal dunia, dan sejumlah warga diedevakuasi ke Aula Desa Pasirlangu. Data sementara BPBD Jawa Barat, menuturkan ada 30 rumah terdampak, dan korban jiwa telah dipastikan 3 orang meninggal dunia.
Saat ini, petugas di sekitar lokasi longsor melaksanakan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung Barat untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat. Mereka juga melakukan kegiatan evakuasi dan penyelematan serta assessment korban terdampak.
Ditambahkan Hadi, BPBD KBB dan tim gabungan saat ini sedang melaksanakan kegiatan evakuasi dan penyelematan serta assessment korban terdampak. "Rekomendasinya warga jauhi lokasi longsoran, dan tatap berada di zona aman," ujarnya.
Pemprov Jabar telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana sejak 15 September 2025 sampai 30 April 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus meningkatkan koordinasi dengan 27 kabupaten atau kota untuk memastikan kesiapsiagaan daerah berjalan optimal selama periode cuaca ekstrem.