Bencana Tanah Longsor di Cisarua, 58 Korban Teridentifikasi. Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), masih terus berlangsung hingga hari ke-10 operasi tersebut. Diketahui, sebanyak 80 jenazah korban telah dievakuasi dari lokasi bencana.
Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar berhasil mengidentifikasi sebanyak 58 jenazah korban dari 80 kantong jenazah yang diterima dari tim SAR gabungan. Proses identifikasi terus dilanjutkan karena belum semua mayat diidentifikasi.
Sekda Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, menyatakan bahwa proses pencarian tetap dilanjutkan karena belum seluruh korban berhasil diidentifikasi. Ia juga menegaskan bahwa jumlah warga sipil yang menjadi korban longsor sebanyak 80 orang.
"Kantong jenazah mencapai 80, tapi yang teridentifikasi warga kan belum tentu 80," katanya. "Jadi catatan kita warga itu 80, kita fokus data warga, mencocokkan data dari DVI."
Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa tim DVI terus melanjutkan proses identifikasi terhadap jenazah yang belum terkonfirmasi melalui tahapan rekonsiliasi data. Ia juga berharap jumlah korban yang berhasil diidentifikasi dapat terus bertambah seiring berjalannya proses pencocokan data oleh tim forensik.
Selain itu, pihaknya juga mengerahkan Detasemen Anjing Pelacak (Den K9 SAR) untuk mempercepat proses pencarian korban bencana tanah longsor di wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi.
Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar berhasil mengidentifikasi sebanyak 58 jenazah korban dari 80 kantong jenazah yang diterima dari tim SAR gabungan. Proses identifikasi terus dilanjutkan karena belum semua mayat diidentifikasi.
Sekda Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, menyatakan bahwa proses pencarian tetap dilanjutkan karena belum seluruh korban berhasil diidentifikasi. Ia juga menegaskan bahwa jumlah warga sipil yang menjadi korban longsor sebanyak 80 orang.
"Kantong jenazah mencapai 80, tapi yang teridentifikasi warga kan belum tentu 80," katanya. "Jadi catatan kita warga itu 80, kita fokus data warga, mencocokkan data dari DVI."
Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa tim DVI terus melanjutkan proses identifikasi terhadap jenazah yang belum terkonfirmasi melalui tahapan rekonsiliasi data. Ia juga berharap jumlah korban yang berhasil diidentifikasi dapat terus bertambah seiring berjalannya proses pencocokan data oleh tim forensik.
Selain itu, pihaknya juga mengerahkan Detasemen Anjing Pelacak (Den K9 SAR) untuk mempercepat proses pencarian korban bencana tanah longsor di wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi.